Jika ternyata memang benar ada perang bintang antara aparat penegak hukum (polisi vs kpk vs kejaksaan misalnya).
Itu bukan pertanda baik.
Oke, perang antar-APH itu seru dan menghibur. Siapa sih yang ga senang? Wong kita semua jujur-jujur aja lah… kita ga suka sama mereka.
Cuma "perang bintang" ini akan dibaca lain oleh investor..
Investor akan melihat bahwa adanya perang bintang secara terbuka menunjukkan
- APH Indo sangat korup, meski mereka menyidik kasus korupsi
- Hukum Indonesia tak bisa dijamin, karena APHnya korup
- APH Indonesia rentan dipolitisasi untuk kepentingan tertentu
- Dan dengan begitu, hukum bisa diubah-ubah jadi seenaknya..
Bahkan yang terbaik pun tidak bisa menulis ulang takdir.
Cristiano Ronaldo akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya memang tidak pernah ditakdirkan untuk memenangkan Piala Dunia. Meski telah menjaga fisik di level tertinggi hingga usia 41 tahun demi memimpin Portugal di enam edisi berbeda, ambisi besarnya selalu kandas jauh sebelum menyentuh partai puncak.
Kegagalan ini membuktikan bahwa kerja keras luar biasa sekalipun kadang tidak berdaya melawan garis takdir, menyisakan satu ruang kosong yang selamanya tidak akan pernah bisa ia isi.
This is the end. The Final Dance is over. The King leaves without his crown 💔
siapa yg bilang politik itu ga ngaruh ke kehidupan sehari-hari? SINI MAJU!!!
Sebelum ada Jokowi :
PKWT dulu itu skemanya Kontrak paling lama 2 tahun dan diperpanjang hanya boleh 1 kali selama 1 tahun.
jadi PKWT max 3 tahun abis itu PKWTT.
setelah jokowi :
PKWT sekarang itu skemanya kontrak bebas mau berapa kali (mau 6bln + 6bln + 6bln boleh) berapa lama asalkan paling lama 5 tahun (akumulasi 6 bulan sampe jumlahnya 5 tahun) dan selesai masa kontrak dapat uang kompensasi)
setiap presiden itu bisa ganti kebijakan, jadi jangan bilang politik ga ngaruh ke hari hari ya adik adik.
Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".
jadi pinter itu bisa dipelajarin, literally semua orang bisa kejar knowledge, intelligence, bahkan experience.
tapi “jadi manusia yang bener” itu beda level. gak semua orang punya awareness buat respect orang lain dan bersikap proper.
makanya adab itu always di atas ilmu. karena akhirnya yang dilihat bukan cuma kamu tau apa, tapi kamu treat orang lain kayak apa.
Pagi-pagi sudah terasa was-was melihat kondisi ekonomi yang makin berat. Bukan dari angka-angka besar seperti IHSG, harga emas, atau APBN.
Tapi dari hal sederhana di sekitardriver ShopeeFood, Grab, dan Gojek yang sekarang makin banyak perempuan.
Bukan soal siapa yang bekerja, tapi ini jadi tanda: kebutuhan hidup makin tinggi, dan satu penghasilan sering kali sudah tidak cukup. Akhirnya, semua anggota keluarga harus ikut berjuang.
Ini bukan sekadar perubahan, tapi cerminan bahwa tekanan ekonomi benar-benar terasa sampai ke kehidupan sehari-hari.
Manifesting
Gaada yg nolong kamu saat kamu jatuh selain diri kamu sendiri.
Kalo ada orang yg bener bener stay pas kamu susah.
Pertahanin bang…
Beruntunglah kalian yang punya sandaran pas lagi susah.
Yang bisa gw pegang dulu cuma agama doang 🗿
Dr. Gia & Dr Tirta pas ngelihat requirement loker indo,
Dr Gia: “Ah mungkin ini emang salah gue gak start intern dari pas masih maba”
Meanwhile Dr Tirta: “IKI PIYE SU CERITANE USIA MAKS 24 TAHUN, TAPI PENGALAMAN 2-3 TAHUN!!!”
Allah.
Tapi beneran waktu aku cabut dari Dili, yang kuandalkan cuma Allah. Nyari kerja di Indonesia susah, tapi kalo kelamaan di Dili aku makin depresi. Alhamdulillah rezekinya ada, walaupun harus sambil berdarah-darah juga.
inget ya, mulai sekarang stop mengartikan proses yang pelan ini sebagai sebuah keterlambatan. semuanya udah digariskan Allah. jadi, tetaplah bangga akan diri sendiri dan segala proses yang kalian hadapi dan stop menguras energi untuk membandingkan, membandingkan, dan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, we just need time to shine.
Jogja gak bakal berubah selama masih banyak orang denial dan masih stuck di “makanannya murah-murah”.
I mean, sekelas Jakarta-Surabaya kalo mau cari yg murah ya ada, tapikan gak sampe diromantisasi “makanannya murah-murah”.