Yo pak izin jawab dari kacamata manajemen sdm ya.
Itu sama kaya direktur HR yg kaget punya pegawai baru2, pinter tapi banyak tingkah.
Ada 22 pegawai pintar, seumuran, secara individual well, tapi masing2 bergerak semaunya. Ga mau sesuai sop perusahaan
Tapi ceo sayang ama pegawai tsb karena secara kpi personal mrrka perform.
Akhirnya direktur hr ama ceo slek, karena bagu dirut hr, kerjasama tim itu harus sevisi, ga bisa gerak masing2
Ceo memilih mecat dirut hr daripada mecat 22 pegawai.
Begitu