@AldhitamaR Ada yang belain, katanya kalo fokusnya keganggu karena abangnya lewat. Bro kalo orang dengan jarak sejauh itu bisa ganggu fokus lu, ya konsentrasi lu jelek aja. Bikin home gym, atau lu sewa tu gym seharian buat lu sendiri. Tu mba2 ngamuk karena kontennya keganggu, bukan fokusnya.
Lonjakan penutur bahasa Rusia dan Ibrani yang datang di Bali membuat penutur bahasa Bali kehilangan hampir dari seluruh wilayah aslinya dan membuat bahasani terancam punah.
(Lagi, karena aku selalu menyebarkan soal MBG ke temen-temen bule WAKAKAK), temenku orang Hungary kaget bukan main pas ku kasih liat https://t.co/DlqYauop8i sampe dia kira aku bercanda, karena negara doi pas kena denda Uni Eropa sekitar Rp4 triliunan langsung jadi isu konflik politik gede-gedean yang akhirnya memicu gelombang protes ke pemerintahnya. Bagi mereka itu angka yang nggak masuk akal
Rp 4 triliun.
Alias kisaran 10 hari MBG.
Jadi emang skala MBG ini bener-bener susah dicerna.
Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
Dulu denger dgn kuping sendiri di depan ruang konsultasi yg entah apa fungsinya:
1. Ada org laporan mobil ilang di bogor, karena barangnya “mahal” disuruh lapor ke jakarta. Sampe jakarta disuruh balik ke bogor karena mereka blg “kalo ilang di bogor ya lapor di bogor, lagian ngapain bapak minjemin mobil ke tetangga?” 🤔🤔
2. Datanglah laporan perempuan kena kasus pelecehan karena muka dia diedit di badan cewe telanjang terus sepupunya cewe itu nemu foto editan itu di grup pesbuk, mereka cuma blg;
“Itu mah ganti aja password pesbuknya, jgn suka upload selfie jg di medsos nanti diedit edit. Lagian ngapain jg sepupu kamu ada di grup kek gtu?”
3. Kasus pengosongan ATM, kalo kumlah terlalu kecil ga bisa diurus katanya. Kalo gede suruh ke kantor pusat, sampe kantor pusat? Ga diurus terus disuruh ke bareskrim 🥱
Daaaannnn… masih banyak WKWKWK jd kerjanya di kantor ngapain? @DivHumas_Polri 🤑🤑🤑
Saking dunia ini lagi krisis-krisisnya, gw jadi orang pertama dari keturunan gw yg menyaksikan kata laid off, INTERNSHIP, dan VIA NEPOTISM bisa dijadiin satu kalimat.
It is that bad, really 😭
Apa urgensi perusahaan baru minta slip gaji?
Dan biasanya itu sifatnya RAHASIA antara employer dan employee.
SELAMA INI AKU GA PERNAH KASIH SLIP GAJI. Dengan alasan ada di PKB ga diperbolehkan.
Lolos juga di perusahaan MNC malah.
Ga pernah setuju sama HR minta slip gaji.
live is a choice.
living in malaysia can be so more convenient rather than living in Indonesia, their infrastructure, education, minimun wages and healthcare are straight up superior than Indonesia.
while Indonesia is struggling economically, lack of infrastructure+education, tiny regional minimun wages, and the healthcare.
but you can have fun in here, you can choose whatever your believe, culture far more thriving, no one is segregrated with their status, everyone can speak and understand their national language and their local language.
Tahun 1997, saya kelas 2 SMA Tahfidz Al Amien Sumenep Madura. Seluruh Madura rame katanya banyak ninja bersajam mau membunuh kyai2.
Ditambah saat itu sudah 1 bulan Pulau Madura mati lampu total. Siang malam kita ngga ada belajar, cuma giliran ronda atau tidur. Crazy times.
Saya 43 tahun. Sudah tidak punya lagi tabungan dan dana darurat. Gagal dalam finansial, gagal dalam hidup. It’s nothing to be proud of, tbh.
Kalau kamu tidak mau berteman dengan saya gara-gara itu, that's okay.
Waktu itu pernah ini perusahaan sok asik nimbrung waktu gimmick amanda sama toshiba.
Pas saya callout, eh banyak pembela nya juga ini perusahaan 😁😁😁
Saya udah beberapa kali bilang kalo ini perusahaan tuh gak sehat karena budaya kerja nya engga banget.
Ini tuh cuma 1 contoh aja, contoh lain nya banyak yg gak bisa diceritain.