@menuembegejelek Yang jelas bakal banyak terjadi konflik dengan pengurus kopdes, mereka yang udah berjuang di awal pembentukan tapi yang dapat gaji Manajer dkk yang datang belakangan
@BetaEpsilonPhi Yang heran itu KDMP kan sudah ada susunan pengurus tertera di BA pendirian yg mana mereka sejak awal berharap dipekerjakan sebagai operasional kop, lah tau2 ada rekrutmen manajer sopir, kasir dan admin lagi, potensi konflik sih ini
Di Polda Jambi, ada seorang Komisaris Polisi berinisial RC.
November 2005: RC memperkosa istri rekan kerjanya sendiri saat korban dalam kondisi tidak berdaya.
14 April 2008: Pengadilan Negeri Banjarmasin menjatuhkan vonis 4 tahun penjara. Terbukti sah dan meyakinkan menurut hukum.
Tapi RC tidak langsung masuk penjara. Dia kasasi. Lalu PK.
2010: Mahkamah Agung menguatkan vonis. Putusan berkekuatan hukum tetap , inkracht.
Tapi RC tetap tidak masuk penjara.
Dia masih berdinas.
Bahkan dipindahkan ke Polda Jambi pada 2009 , saat kasusnya masih bergulir.
Baru pada Januari 2022 , 14 tahun setelah divonis , RC akhirnya dieksekusi.
Bukan karena inisiatif Polri.
Tapi karena tim jaksa dari Banjarmasin datang menjemputnya langsung dari lingkungan Polda Jambi.
RC menjalani 4 tahun penjara.
Lalu keluar. Dan kembali berdinas.
13 Maret 2026: Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor KEP/78/III/2026 resmi memutasi RC , dari Pamen Yanma ke Pamen Rorena Polda Jambi. Jabatan naik, bukan dipecat.
Seorang terpidana pemerkosaan yang sudah inkracht di Mahkamah Agung, kini Komisaris Polisi aktif, baru saja naik jabatan.
Sementara itu, di institusi yang sama:
April 2026 , dua bintara Polda Jambi yang terlibat pemerkosaan remaja 18 tahun (November 2025)
langsung dipecat tidak hormat (PTDH) dalam hitungan bulan.
Jadi begini pola yang terlihat:
a. Bintara biasa perkosa β dipecat dalam hitungan bulan β
b. Perwira perkosa β masih aktif berdinas 20 tahun kemudian, naik jabatan β
Di Polri, keadilan ternyata tergantung pangkat.
Saat dikonfirmasi media pada 4 Juni 2026, Kabid Humas Polda Jambi menjawab:
"Untuk kasusnya, saya tidak tahu. Saya cari tahu ke Propam dulu ya."
Dua puluh tahun setelah kejadian.
Empat belas tahun setelah inkracht.
Pejabat Polda masih bilang tidak tahu.
Ini bukan soal lupa.
Ini soal siapa yang dilindungi.
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
@BapakKerja Pak Prabowo akan menang lagi, dia akan gunakan MBG dan KDMP untuk drop Bansos dg variasi entah apalah nanti bentuknya
Dan ingat masih akan ada 593 Batalyon TP dengan jumlah tentara 1000an tiap batalyon sampai 2029
Tapi di balik hawa militernya yang gagah dan tegas, kota ini punya sisi enmpuk juga kok: Getuk! Mulai dari Getuk Gondok, Trio dll yang legendaris, semuanya jadi kuliner wajib yang bikin Magelang selalu punya tempat khusus
Magelang adalah kota unik yg punya sejarah plot twist sama Kabupaten Magelang. Biasanya kalau ada pemekaran, wilayah baru yg repot nyari ibu kota. Tapi di sini malah kebalik: Kota Magelang mandiri, Kabupaten Magelang yang harus "mengungsi" nyari ibu kota baru ke Mungkid! ππ
Karena letaknya yang strategis, dari zaman kolonial kota ini udah dijadiin pusat militer sama Belanda. Makanya sampai sekarang, kamu bakal nemu banyak banget bangunan estetik peninggalan Belanda, markas tentara di mana-mana, Calon Petinggi Bangsa banyak lahir disini bro, AKMILπββοΈ
Nggak cuma itu, pas awal berdiri sebagai kota otonom, Kota Magelang ini super mini karena cuma terdiri dari 2 kecamatan aja (Kecamatan Magelang Utara dan Magelang Selatan). Baru deh di tahun 1980-an dimekarkan jadi 3 kecamatan sampai sekarang. Kecil-kecil cabai rawit!