Rain, kita punya malam paling kuat untuk menyembunyikan air mata. akan tetapi, jangan pula kita lupa: perihal pagi dengan curah hujan cukup tinggi yang tiba setelahnya.
#matasenja
— @matakata_
Kita berjanji, dalam satu genggaman.
Cinta; yang diukir di batang sebuah pohon--akan menulis jalannya sendiri.
Sampai maut yang tiba, tak muat menampung kenangan yang menumpang pada jasad yang dibawanya.
#matamalam
~ @matakata_
Kita berjanji, dalam satu genggaman.
Cinta; yang diukir di batang sebuah pohon--akan menulis jalannya sendiri.
Sampai maut yang tiba, tak muat menampung kenangan yang menumpang pada jasad yang dibawanya. #matamalam@MataPuisi
Cantik, tangan kita yang masih saling genggam jadi saksi; betapa sudah berjuangnya sebatang pohon ini untuk menjaga kita.
Seperti cinta; dengan sejuta guratannya--upaya panjang lawan badai.
Sedang masa; cuma beri keriput di kulitmu.
Lembutnya; tetap terjaga
#Matamalam@MataPuisi
Hidup tumbuh ke atas; seperti mengukir nama di kayu sebuah pohon.
Masa meninggikannya, terus-menerus, hingga lenyap entah sebagai apa.
#puisipendek
~@matakata_
Hidup tumbuh ke atas; seperti mengukir nama di kayu sebuah pohon.
Masa meninggikannya, terus-menerus, hingga lenyap entah sebagai apa. #puisipendek@PelangiPuisi
Malam itu, api unggun anggun memimpin perjamuan--tempat orang kota bertukar dosa.
Satu persatu ia lahap semua; mengabu bagai kayu.
#puisipendek
~@matakata_
Satu titik di tengah ruang; dari luar, ia perwujudan sepi--tempat para penyair menemukan diri.
Dari dalam, ia keramaian yang kehilangan dirinya sendiri.
Klise.
#TemaSS
~ @matakata_
Satu titik di tengah ruang; dari luar, ia perwujudan sepi--tempat para penyair menemukan diri.
Dari dalam, ia keramaian yang kehilangan dirinya sendiri.
Klise.
#TemaSS@SelarikSyair
Malam itu, api unggun anggun memimpin perjamuan--tempat orang kota bertukar dosa.
Satu persatu ia lahap semua; mengabu bagai kayu.
#puisipendek@PelangiPuisi
Seorang bocah menahan isak, di samping tubuh Ibu yang terbujur kaku.
"Tuan, kami butuh hutan, bukan hutang. Kami butuh Tuhan!"
#puisipendek
~@matakata_
Seorang bocah menahan isak, di samping tubuh Ibu yang terbujur kaku.
"Tuan, kami butuh hutan, bukan hutang. Kami butuh Tuhan!"
#puisipendek@PelangiPuisi
PUNCAK KOMEDI DI TELEVISI
Di Negeri yang amat ngeri; kereta cepat melaju lebih lambat dari masa paksa rubuh kayu-kayu di hutan.
Gajah besi melahap daun-daun lebih rakus dari babi.
Orang Kota yang tinggal di Istana, ditertawakan oleh orang utan. #puisipendek@PelangiPuisi