Jangan berhenti taat lalu mengucapkan" SUAMI YANG BAGAIMANA DULU"
Karna kelak ALLAH tidak akan menanyakan bagaimana kualitas suami u, ALLAH akan menanyakan bagaimana ketaatanmu
Dia punya hisabnya sendiri, kamu pun punya pertanggungjawaban sendiri
Jika kamu
Tetap lembut saat dia keras
Tetap hormat saat dia belum bijak
Tetap menjaga adab saat dia belum sempurna
Itu bukan kelemahan
Itu bukti kamu sedang beribadah
Ketaatanmu bukan karna dia pantas
Tapi karna ALLAH yang memerintahkan
Dan ALLAH maha mengetahui niat yang tersembunyi dihatimu
Catat itu para wanita🙏
Aku pernah dengar dari seorang psikiater, kalau ada orang yang gampang kepikiran, memilih sendiri saat lagi tertekan, ingin semuanya sempurna tapi sering menunda-nunda, itu kadang berhubungan dengan luka batin dari masa kecil. Perasaan seperti pernah diabaikan, tidak diterima, atau kurang mendapat perhatian bisa terbawa sampai dewasa.
makin kesini makin sadar, relationship tuh bukan cuma soal bucin-bucinan cringe.we need a partner yang bisa grow bareng, diajak deeptalk tanpa vibes awkward, tuker pikiran tanpa ego war, saling backup di good and bad days sekalipun, ngobrolin anything from dream to darkest fears
kalau ingin berubah, berubahlah untuk diri sendiri.
kalau ingin membuktikan, buktikanlah untuk diri sendiri.
bukan untuk mereka yang meninggalkanmu, bukan untuk mereka yang menyakitimu.
jadilah tenang dan berkelas karena kamu memang layak dan berharga.
sekarang aku sudah sembuh, dan menikmati hidupku lagi. cukup sekali saja jangan diulangi, karena aku worth it untuk diperjuangkan bukan untuk diperlakukan seperti sampah apalagi sampai dibiarkan mengemis-ngemis untuk hal yang tidak layak.
Just heard this today
"Bahkan kamu tau? Di dalam surat Al-Ikhlas tidak ada kata ‘ikhlas’. Karena proses mengikhlaskan itu sangat halus, sampai suatu hari kamu sadar, kamu sudah lupa, dan rasanya tidak sakit lagi."
Seorang teman, usia 30-an hrs rutin cuci darah. Lalu ia minta istrinya menikah dgn lelaki lain.
Ia tdk tega melihat sang istri direpotkan olehnya. Meyakinkan sang istri, ia merestuinya.
Akhirnya ia berpulang tak lama setelah mengambil keputusan itu. Buatku, ia teman yg gagah.
Kamu pikir memulai ulang itu risiko.
Padahal bertahan di hidup yang salah itu jauh lebih mahal.
Hanya saja biayanya dibayar pelan-pelan.
Sampai kamu sadar bahwa semua sudah terlambat.
jangan percaya sama seseorang yg sudah ngecewain kamu dua kali.
sekali adalah peringatan, dua kali adalah pembelajaran.
cinta tanpa tindakan itu ga ada artinya, modal minta maaf tanpa perubahan itu percuma.
endingnya bakalan sama saja, tetap mengulangi tingkah laku yg buruk.
Istrimu adalah pilihanmu, istrimu adalah rezekimu, dan istrimu adalah takdirmu. Maka jangan memandang kpd yg lain, selain istrimu. Dan jangan membanding-bandingkan istrimu dgn wanita lain yg bkn milikmu. Karena istrimu teman seumur hidupmu.”
— B.J. Habibie
Tahukah kamu? dalam islam, istri memiliki hak nafkah berupa tempat tinggal yang tidak dicampur dengan keluarga suami ( mertua/ipar)
Ini bukan soal benci, Tapi soal menjaga ketenangan hati
Setengah dari permasalahan rumah tangga bermula dari dapur yang dipakai bersama, atau privasi yang terusik.
Ketidakcocokan watak dan rasa tidak enak hati sering kali menjadi pemicu konflik yang meledak sewaktu waktu
Saat istri tidak memiliki wilayah kekuasaan sendiri, ia akan sulit merasa rilex dan menjadi dirinya sendiri.
Mental yang terus tertekan karena merasa dipantau, Pelan pelan akan mengikis kebahagiaan
Solusinya?
Suami wajib beriktiar menyediakan tempat tinggal terpisah, meskipun itu hanya rumah kontrakan kecil.
Karna ketenangan batin istri jauh lebih berharga daripada kemewahan rumah yang penuh tekanan
Jika belum mampu rumah terpisah dan rumah orang tua cukup besar, berikan sekuat yang jelas.
Pastikan kases dapur, kamar mandi dan ruang privasi tidak bercampur. Ini adalah cara memuliakan istri sekaligus menjaga bakti kepada orang tua
Memisahkan tempat tinggal bukan berarti memutus silaturahmi. Justru, jarak yang tepat seringkali menumbuhkan rasa rindu dan rasa hormati yang lebih besar antara mantu dan mertua
Memahami hak dan kewajiban dalam pernikahan butuh ilmu agar tidak salah melangkah.