IGD adalah "jantung" rumah sakit yang paling melelahkan secara fisik, mental, dan emosional (risiko kekerasan dari pasien/keluarga, paparan shift malam terus-menerus). Jika remunerasi dan proteksi hukum yang diberikan tidak sepadan, rumah sakit akan kesulitan menarik talenta-talenta klinis yang tajam dan berpengalaman; yang melamar akhirnya sering kali hanya mereka yang sedang "transit" sambil mencari jalur spesialisasi lain
para nakes, bidan, perawat, yuk sudahi praktik mandiri kayak gini.
kita gak pernah belajar obat-obatan secara detail di bangku kuliah dan juga gak punya kompetensi buat memberikan terapi obat.
terus atas dasar ilmu dan kompetensi apa bidan atau perawat yang praktik mandiri bisa memberikan obat terapi?