gapapa kok dirayain aja, gausah gengsi, jaman saya masih sekolah ga harus nunggu juara kelas dulu baru dirayain bareng keluarga, kadang suatu pencapaian kecil juga perlu dirayakan
sekali lagi gausah gengsi mas, gausah malu malu, bahagia ga perlu ngikutin standar orang lain kok ☺️
@abulmuzaffar10 Saya dulu juga berpikir demikian,Jokowi terlalu ambisius bangun IKN di tengah ekonomi yg ga bagus. Tp setelah Prabowo bikin MBG dan kopdes dgn anggaran yg ugal-ugalan dan kacau balau,rasanya IKN tidak terlalu buruk.
oke saatnya gw bongkar sekarang!!
PT Kiani Lestari, entitas bisnis kehutanan/HTI di Kaltim yg berada di bawah payung grup Nusantara Energy milik presiden PRABOWO SUBIANTO (cnn indonesia)
konsesi eks taipan Bob Hasan ini dibeli PRABOWO tahun 2004 silam lewat perantara JK dan sempat heboh diungkit pas sesi debat capres soal penguasaan ratusan ribu hektar lahan (antaranews).
perusahaan ini sepaket sama pabrik pulp raksasa kiani kertas (kertas nusantara) yg menguasai hamparan konsesi hutan ratusan ribu hektar di bumi etam.
meskipun jika nantinya perusahaan kebukti melanggar, gw yakin gamungkin ada tersangka
Gara-gara Prabowo...
Bare minimum seorang presiden yg harus hadir SECARA FISIK ke lokasi Bencana Alam
Sudah jadi BARANG MEWAH, njir.
Gak ada tuh, kita lihat, jokowi nyuruh Ma'ruf Amin ke lokasi bencana alam.
Jokowi langsunglah yg turun.
Oke. Prabowo sudah mengirimkan LOGISTIK yg memadai, contoh ke bencana NTT.
Tapi, come on lah prabs, itu sudah KEWAJIBAN PRESIDEN.
Justru, mereka butuh kehadiranmu sebagai SIMBOL "harapan".
Bahwa prabowo subianto, sebagai MANUSIA, masih punya sisi prihatin terhadap korban BENCANA alam.
Kalo gini kan, banyak tanggungan anda:
Ke Kalimantan.
Ke NTT.
Jangan tunda-tundalah.
waktu kampanye bilangnya akan ngejar koruptor sampai ke antartika, sekarang bilangnya mau mengampuni koruptor asal mau taubat
setelah ngasih dirinya nilai 99 dan 100 untuk tuhan, sekarang jadi maha pengampun dan penerima taubat. mau remake kisah firaun apa gimana
NTT gempa, kalimantan dan sulses kebakaran, aceh bergejolak bukan jadi skala prioritas. masih sibuk dengan validasi, kopdes dan MBG yang efek dominonya bikin harga sembako jadi naik dan korupsi terang-terangan. rakyat tercekik bukan jadi soal baginya. hutang menjadi tanggungan rakyat, menaikkan pajak dan pengadaan pajak2 baru semaunya. terus menerus rakyat yang diperas. canggih
jajarannya juga cuma sibuk menyenangkan dan ngasih makan ego dia saja. apa itu kerja untuk rakyat? omong kosong
Allahu musta'an. kuat2 saudaraku 🥹
Bung Harpa 👀
🗣️ “STY itu waktu datang, pemain nendang ke kiri, bola ke atas.”
Ada yang masih ingat pertandingan apa yang dimaksud Bung Harpa?
🎥 YT Ruang Publik
Saya ingat betul beliau bilang di AFF2010 "kita disuruh main bola2 pendek? terus kalau umpannya dipotong lawan, siapa pemain kita yang mau lari mengejar pemain lawan kalau kena serangan balik"
Kalimat pendek tapi bermakna hingga hari ini 🤭🤭🤭
Peter Drury's Poetry on Messi 🐐 in World Cup Final 2026‼️
Messi’s 🐐 impressive stats with Argentina (2005-2026) 🇦🇷‼️
👕 2️⃣0️⃣7️⃣ Games
📈 1️⃣9️⃣0️⃣ Goal Contributions
⚽️ 1️⃣2️⃣5️⃣ Goals
🅰️ 6️⃣5️⃣ Assists
2️⃣ Copa America ✅
1️⃣ FIFA World Cup ✅
1️⃣ Finalissima ✅
1️⃣ Olympics Gold ✅
1️⃣ FIFA U-20 World Cup ✅
The greatest there is, the greatest there ever was and the greatest there ever will be‼️
1️⃣1️⃣6️⃣4️⃣ Games
1️⃣3️⃣3️⃣7️⃣ Career Goal Contributions ✅
1️⃣1️⃣4️⃣7️⃣ Club Goal Contributions ✅
1️⃣9️⃣0️⃣ Country Goal Contributions ✅
9️⃣1️⃣9️⃣ Career Goals ⚽️ ✅
1️⃣2️⃣5️⃣ Goals for Argentina ✅
7️⃣9️⃣4️⃣ Club Goals ✅
6️⃣7️⃣2️⃣ Goals for Barcelona ✅
3️⃣2️⃣ Goals for PSG ✅
9️⃣0️⃣ Goals for Inter Miami ✅
8️⃣0️⃣5️⃣ Non-Penalty Goals ✅
1️⃣1️⃣4️⃣ Penalties ✅
1️⃣0️⃣9️⃣ Outside the Box (Excluding Free-Kicks) ✅
3️⃣1️⃣ Headers ✅
7️⃣2️⃣ Free-kicks ✅
6️⃣1️⃣ Hat-tricks ✅
1️⃣8️⃣1️⃣ Braces ✅
4️⃣1️⃣8️⃣ Career Assists 🅰️ ✅
6️⃣5️⃣ Assists for Argentina ✅
3️⃣5️⃣3️⃣ Club Assists ✅
2️⃣6️⃣9️⃣ Assists for Barcelona ✅
3️⃣4️⃣ Assists for PSG ✅
5️⃣0️⃣ Assists for Inter Miami ✅
4️⃣6️⃣ Countries Scored Against
1⃣2️⃣3️⃣ Clubs Scored Against
Lionel Messi 🐐 has so far won 4️⃣8️⃣ trophies and over 1️⃣0️⃣0️⃣ individual awards in his professional football career!
📈6️⃣ 🏆 TROPHIES WITH ARGENTINA
2️⃣ Copa America ✅
1️⃣ FIFA World Cup ✅
1️⃣ Finalissima ✅
1️⃣ Olympics Gold ✅
1️⃣ FIFA U-20 World Cup ✅
📈3️⃣5️⃣ 🏆 TROPHIES WITH BARCELONA
1️⃣0️⃣ La Liga ✅
4️⃣ UEFA Champions League ✅
7️⃣ Copa del Rey ✅
8️⃣ Supercopa ✅
3️⃣ UEFA Super Cup ✅
3️⃣ FIFA Club World Cup ✅
📈3️⃣ 🏆 TROPHIES WITH PSG
2️⃣ Ligue 1 ✅
1️⃣ Trophée des Champions ✅
📈4️⃣ 🏆 TROPHY WITH INTER MIAMI
1️⃣ MLS Cup ✅
1️⃣ Leagues Cup ✅
1️⃣ Supporters Shield ✅
1️⃣ Eastern Conference Championship ✅
EXAMPLES OF INDIVIDUAL AWARDS
1️⃣4️⃣ Argentine Footballer of the Year ✅
9️⃣ La Liga Best Player ✅
8️⃣ Pichichi Awards ✅
8️⃣ Ballon d'Or Awards ✅
8️⃣ FIFA Best Player Awards ✅
6️⃣ World Soccer Player of the Year ✅
6️⃣ European Golden Boot Awards ✅
3️⃣ UEFA Best Player Awards ✅
2️⃣ FIFA World Cup Golden Ball Awards ✅
1️⃣6️⃣ FIFA World Cup Man of the Match Awards ✅
2️⃣ Laureus World Sportsman of the Year ✅
2️⃣ MLS MVP
1️⃣ MLS Golden Boot
1️⃣4️⃣ MLS Player of the Matchday ✅
5️⃣ MLS Player of the Month ✅
1️⃣ Leagues Cup Best Player ✅
1️⃣ Leagues Cup Top Scorer ✅
1️⃣ MARCA America Award ✅
1️⃣ CONMEBOL World Cup Qualifiers Top Scorer ✅
1️⃣ Princess of Asturias Award ✅
#FIFA
#FIFAWorldCup
#FIFAWorldCup2026
#Argentina
#Messi𓃵
#Messi
#LeoMessi
#LionelMessi
#GOAT
Ini SMA Seiwa Gakuen. Identitasnya dribble school. Di Jepang aja, model2 Seiwa ini sangat nggak umum krn punya doktrin teknik individu di atas segalanya. Jadi kolektifitas bukan yg paling penting.
Bahkan andai kalah dlm pertandingan, jika pemain Seiwa mampu melewati 2-3 lawan dgn trik yang keren, sudah dianggap pencapaian.
Walau nggak umum, tapi keberadaan Seiwa Gakuen ini tetap sangat dihargai krn menjadi produsen winger/playmaker unik.
Akademi2 klub pro sering memantau lulusan Seiwa Gakuen untuk mencari pemain yg punya kemampuan hebat dlm 1v1 utk menembus lawan yg pakai low block.
Kalau diperhatikan, memang secara fundamental, bocil2 La Masia kalau menerima bola umumnya pakai kaki terjauh (back foot) dgn gestur tubuh terbuka.
Ini memang salah satu DNA paling fundamental dan ciri khas paling utama dr lulusan2 La Masia.
Teknik ini adl fondasi dasar (ABC) yg ditanamkan sejak pemain memasuki kelompok umur terkecil, 7–8 thn.
Krn menerima bola dgn back foot akan memaksa postur tubuh terbuka menghadap ke depan. Ini menghemat waktu 1-2 detik dibandingkan dgn menerima bola dgn front foot.
Waktu 1-2 detik ini sangat vital di level sepak bola modern krn bisa langsung mengeksekusi operan progresif sblm lawan menutup ruang.
Sejak bocil sudah mengamalkan filosofi dan identitas main bolanya dgn jelas, 5-6 tahun lagi udah main di level atas tuh.
Diego Simeone sobre por qué Lionel Messi rompió a llorar tras el pitido final contra España en la final de la Copa Mundial de la FIFA 2026.
🗣️ “Cuando vi a Leo tirado en el césped, llorando, no vi al mejor futbolista de la historia. Vi a un argentino con el corazón completamente destrozado. En ese momento el fútbol dejó de importar. El resultado dejó de importar. Lo único que quería era abrazarlo.”
“Fui directo hacia él. Tenía la mirada perdida y las lágrimas no dejaban de caer. Solo repetía: ‘Perdón… perdón…’. Lo agarré de los hombros y le dije: ‘¡No! A la Argentina nunca le pidas perdón. Vos le diste a este país absolutamente todo lo que tenías.’”
“Le dije: ‘Escuchame, Leo. No llores por haber perdido una final. Llorá porque amaste esta camiseta con toda tu alma. Por eso millones de argentinos te aman. No por los títulos, sino porque nadie defendió este escudo con el corazón que lo hiciste vos.’”
“No podía dejar de llorar. Lo abracé más fuerte y le dije: ‘Vos no le fallaste a la Argentina. La Argentina jamás te va a fallar a vos. Cargaste los sueños de un país durante más de veinte años. No le debés absolutamente nada a nadie.’”
“La gente cree que las leyendas se construyen levantando trofeos. Se equivocan. Las leyendas también se construyen con las lágrimas que derraman por su pueblo. Esa noche Leo no lloraba solo por perder un Mundial. Lloraba porque sentía que su historia con la Selección había llegado a su final.”
“Lo miré a los ojos y le dije: ‘Cuando tus hijos vean estas imágenes algún día, no van a ver a un hombre derrotado. Van a ver a un argentino que dejó hasta la última gota de su alma por esta camiseta. No existe una victoria más grande que esa.’”
“El que sea capaz de criticar a Lionel Messi después de ver esas lágrimas no entiende nada de fútbol. Esas lágrimas demostraron el amor más puro que un futbolista puede sentir por su país.”
“Con el paso de los años, muchos recordarán quién ganó aquel Mundial. Pero los que amamos este deporte jamás olvidaremos otra imagen: Lionel Messi llorando con el corazón roto porque despedirse de la camiseta de Argentina le dolía mucho más que perder cualquier final. Y ese día, toda la Argentina lloró con él.
Pesan Lionel Messi kepada Seluruh Pemain Argentina Sebelum Final Piala Dunia 2026 🇦🇷
“Tetap tenang, semuanya. Lupakan semua hal di luar pertandingan ini. Jangan pikirkan apa pun selain sepak bola. Fokus kita hanya satu, yaitu bermain sebaik mungkin.”
🧠artikel yang mind blowing soal kenapa kok tiba-tiba semua orang benci Lionel Messi
yang nulis adalah praktisi pemasaran dan pembentuk narasi profesional (narrative shaper). dia membedah bagaimana opini publik di media sosial dapat dimanipulasi secara masif dan cepat.
perubahan narasi kepada Messi yang menjadi fenomena risetnya
dari pahlawan yang dicintai seluruh dunia saat Piala Dunia 2022 menjadi sosok yang dilabeli "curang" atau "penjahat" empat tahun kemudian.
⏳
penulis menjelaskan mekanisme bagaimana suatu narasi diciptakan, disebarkan oleh algoritma, memanipulasi psikologi manusia, dan dipercepat oleh teknologi AI.
yang paling seram adalah bagian ini:
"Jika internet dan algoritma mampu merombak total reputasi seorang atlet yang paling banyak terdokumentasi dalam sejarah, bayangkan betapa mudahnya opini publik dimanipulasi dalam isu-isu kompleks yang tidak memiliki bukti rekaman 20 tahun. Misalnya seperti politik, perang, bisnis, kesehatan, atau kehidupan seseorang.”
baca ya. ini tulisan yang sangat menarik.
https://t.co/NZQ4ltEH3o
Just think about these things for a moment. Was everything really normal?
1. Messi's family did not come to the stadium.
2. Argentina's President was expected to attend but never showed up.
3. Diego Simeone was seen in the stands during almost every Argentina match, yet he was absent from the final.
4. Lautaro Martínez was not even shown on screen for a single minute, let alone given any playing time.
5. Enzo received two yellow cards and was sent off
6. Lisandro Martínez's injury. He is the kind of player who has continued playing even while bleeding in ordinary matches, yet in a World Cup final he got injured without any apparent contact from an opponent.
7. Cristian Romero's injury.
8. Scaloni's strange substitutions.
9. Argentina failed to register a single shot on target in the first 90 minutes. Even after 120 minutes, they managed only two shots on target.
10. Spain completed nearly 800 passes, while Argentina completed fewer than 300. It is difficult to believe.
11. Argentina kept losing possession. Even when they managed to win the ball back, they often gave it straight back to Spain with their very next action. Time after time, they would bring the ball out from their own penalty area, reach midfield, and then immediately surrender possession.
12. Cristian Romero did not shake hands with Trump.
13. As of now, Messi, Julián Álvarez, De Paul, Lautaro Martínez, Enzo Fernández, and Lisandro Martínez have still not returned to Argentina.
14. Finally, Messi was not awarded the Golden Ball. By what statistical measure did Rodri deserve it over Messi?
All things considered, I have to say something happened here, just like what happened in the era of Maradona in 1990.
The Brazilian FIFA president back then simply snatched the World Cup away from Maradona. Maradona cried and said that Havelange (the then FIFA president) had taken the World Cup away from him.
Today, Infantino has perhaps done the exact same thing. Since false narratives like 'Messi, FIFA boy, rigged' were spreading throughout the entire World Cup, maybe they did this so that FIFA's image wouldn't be tarnished and the billion dollar business across Europe wouldn't be ruined.
I don't know what the truth is here, but sooner or later it will come to light. Until then, we wait....
And Ronaldo fans, listen
You guys spread anti-Messi agenda throughout the tournament. We will never forget you guys. Shame on you Loser FC.
Faktanya, Argentina adalah jajahan Spanyol. Spanyol mengekploitasi sda dan sdm rakyat Argentina selama bertahun-tahun. Kalian pikir mudah memaafkan negara kolonial?
Orang-orang selalu bilang sepak bola Argentina keras. Lho, hampir semua pemain-pemain dari Amerika Latin itu keras. Mereka adalah masyarakat yang dulu terjajah. Tentu saja untuk membuat mereka jadi “berpendidikan” ala Eropa yang kalian agung-agungkan itu sulit. Mereka terluka sejak nenek moyang mereka.
Belum lagi serunyam apa negara mereka hari ini. Sama seperti Indonesia, presiden mereka merapat ke Amerika dan Isrewel, dan hobinya memotong anggaran! Persis presiden kita. Walaupun masyarakat Argentina demo berjilid-jilid, presiden mereka tidak peduli. Lagi-lagi persis seperti di negara kita.
Argentina ini, negara yang kalah sejak nenek moyangnya ini, hancur lebur sampai sekarang. Dan memang begitulah nasib negara ketiga. Mereka akan selalu jadi kacung negara superior! Baik di dunia nyata maupun di dunia maya, mereka akan kalah perang, kalah dukungan, dan kalah segala-galanya.
Lihat, setelah puluhan tahun, negara-negara kolonial itu, negara-negara yang telah mengeksploitasi seluruh dunia itu, sampai sekarang masih mendapatkan tempat terhormat, dipuja-puja sebegitu rupa, diikuti gaya hidupnya, diikuti pola pikirnya, diikuti semuanya.
Oh, maaf, opini ini mungkin kurang populer dan malah menyerupai rintihan kekalahan.
They spent years calling Messi “FIFA’s boy.” But when a 39-year-old Messi—who can no longer run endlessly or press like he once did—still scored, assisted, created chances, controlled games, and carried Argentina to another World Cup final, suddenly the standards changed.
If Rodri wins the Golden Ball after a tournament where he barely decided games, then what more was Messi supposed to do? He scored, assisted, led his nation again, and was the defining player of the tournament.
The World Cup Golden Ball is supposed to reward the player who defines the tournament. For me, that player was Lionel Messi.
Ironically, the same people who spent years claiming FIFA always favored Messi may have helped create the opposite outcome. It feels as if FIFA became so wary of the endless “FIFA’s boy” accusations and the constant outrage and memes on X that they went the other way. I can’t prove that’s what happened, but it’s hard not to wonder if the noise influenced the decision.
Whether that’s true or not, one thing doesn’t change: at 39 years old, Messi once again showed the world why he is the greatest footballer of all time. No award can take that away. ❤️🐐
Perjalanan kali ini memang tidak berakhir dengan trofi. Namun, itu tidak mengurangi sedikit pun kebanggaan terhadap apa yang telah Lionel Messi lakukan. Di usia yang tak lagi muda, ia kembali memimpin Argentina hingga partai final, memberikan harapan, emosi, dan kenangan yang akan selalu hidup bagi jutaan orang yang mengikutinya sejak awal.
Suatu hari nanti, hasil pertandingan ini mungkin akan terlupakan. Tetapi cara Messi menginspirasi, berjuang, dan membuat begitu banyak orang jatuh cinta pada sepak bola akan tetap dikenang. Terima kasih untuk satu perjalanan luar biasa lagi, Leo. Lionel Andrés Messi, selamanya.
#FIFAWorldCup