👩🏻🦰 why u never checked on me on twitter? why you never care about my tweet?
👨🏻🦰i hate twitter, ur tweet only fill with satire of me.
👩🏻🦰 i do satire in IG, but u still and always exist there.
👨i love IG more than u.
👩🏻🦰 oh, ok then
@IgIndi_ selama tujuan ngobrol masih buat menang argumen, ya yang kalah pasti hubungan itu sendiri. but the moment both choose to understand before being understood, everything starts to change.
@IgIndi_ saat dua-duanya cuma sibuk menjelaskan luka masing-masing, gak ada ruang buat memahami. sometimes the relationship doesn't need a winner it just needs two people who are willing to listen with empathy.
Inti dari lingkaran setan sebuah konflik hubungan. Ketika fokus masing-masing cuma ke rasa sakit diri sendiri, komunikasi berubah jadi ajang saling bertahan dan menyerang. Padahal kuncinya sederhana: nurunin gengsi sebentar buat buka ruang dengar, karena yang mereka butuhin sebenarnya bukan kemenangan, tapi rasa saling pahami.
Kalau temanmu berkarya dan harga karyanya masih terjangkau, dukunglah ia dengan membeli karya yang ia bikin. Kalau harga karyanya tidak terjangkau, dukung dengan jadi teman yang baik untuknya.
Titik terendah itu adalah saat kamu kehilangan spark dengan diri sendiri.
Saat itu, kamu ibarat mayat hidup.
Berjalan, tapi kosong.
Bernapas, tapi nggak benar-benar hidup.
Senyum, tapi hatinya sudah lama lelah.
Semua yang dulu membuatmu bersemangat tiba-tiba terasa hambar.
Hal-hal kecil yang biasanya bikin bahagia jadi terasa biasa saja.
Bahkan saat bercermin pun terasa asing, seolah yang menatap balik bukan lagi dirimu.
Itulah fase yang paling sunyi.
Bukan karena nggak ada orang di sekitarmu, tapi karena kamu merasa kehilangan dirimu sendiri.
@GiaPratamaMD pernah baca juga, kalau tida salah namanya aura kemelekatan, dok. saat kita menyukai atau sangat menginginkan atau mendewakan sesuatu, malah perasaan itu yg perlahan menjauhkan.
semesta mengajarkan utk secukupnya, sewajarnya dalam menyukai, menginginkan atau mendewakan sesuatu.
Pernah kerasa enggak.
Kadang, saat kita berhenti terlalu memikirkan apakah sesuatu akan berhasil atau tidak,
Eehh semuanya malah mulai berjalan.
Usaha tiba-tiba mulai bergerak ketika kita tidak lagi terlalu memaksa.
Hubungan dengan orang-orang baik berdatangan justru setelah kita benar-benar berhenti mengejar.
Kesempatan bermunculan ketika kita sudah sampai di titik, “Kalau datang, Alhamdulillah. Kalau belum, ya kita tetap baik-baik saja.”
Beda sama aura menyerah.
Ini hanya berhenti menjadikan satu hasil sebagai syarat untuk bahagia.
Karena saat kita terlalu ingin sesuatu berhasil, biasanya kita jadi terus mengecek, terus menunggu tanda, terus khawatir berlebih.
Dalam hati kita trus menerus berkata, “Tolong berhasil. Please. Kita butuh ini.”
Tanpa sadar, yang paling kuat terasa justru aura rasa kurangnya.
Seolah-olah hidup kita belum lengkap sebelum hal itu datang.
Tapi ketika kita mulai IKHLAS dengan apa pun hasilnya, tiba-tiba ada sesuatu dalam diri kita yang berubah.
Kita jadi lebih tenang.
Enggak terlalu takut kehilangan.
Enggak lagi merasa hidup kita kurang.
Kita mulai merasa, “Kita sudah cukup. Kita tetap berharga. Kita tetap kuat, apa pun hasil yang terjadi.”
Senyum pun terasa sangat mudah.
Dan mungkin, ENERGI seperti itulah yang ditunggu oleh Alam Semesta.
Energi dari versi diri yang paling siap untuk menerimanya berkah dan karuniaNya.
Karena kita tidak lagi mencari sesuatu untuk melengkapi diri.
Kita sudah utuh.
Jadi daripada terlalu sibuk memikirkan kapan semua keinginan itu datang, mungkin kita bisa mulai bertanya:
Kita perlu menjadi pribadi seperti apa agar siap menjalani hidup yang kita inginkan?
Kita fokus bertumbuh menjadi pribadi itu.
Lalu biarkan Alam Semesta membuka jalannya.
@kurnia3uy itu dititik dimana orang udh beneran cape dan gak bisa marah karena emang energinya udh habis buat hal yang lain
titik kecewanya seseorang ada mempersilahkan orang tersebut melakukan hal yang dia inginkan
@teh_iia refleksikan stressnya mba iia
diterima perasaan stressnya, rasakan, resapi lalu kelola. jgn lama lama, sgera smangat & bangkit lagi💪🏻
minta Tuhan bantu, kuatkan, sabarkan, mudahkan, lancarkan♥️
semisal mau cerita, aku feel free ya. mgkn ga membatu, but at least udh dikeluarin🤗
Ternyata semakin kamu memberi makan otak dengan rasa bahagia, optimisme, dan tujuan, semakin kuat dan sehat kamu dari dalam.
Setiap pikiran yang berulang mempengaruhi kimia otak: dopamin, serotonin, kortisol, adrenalin.
Pikiran yang penuh ancaman membuat tubuh siap berperang. Pikiran yang lebih tenang dan bermakna membuat tubuh lebih stabil.
Makanya orang yang terus mengisi kepala dengan kekhawatiran seringkali lebih mudah sakit, lebih mudah lelah, dan lebih sulit pulih.
Sementara yang melatih rasa syukur, tujuan, dan makna perlahan membangun ketahanan dari dalam.
Bukan berarti harus selalu bahagia.
Tapi semakin sering kamu mengarahkan perhatian
ke apa yang masih ada,
ke apa yang bisa dikontrol, dan
ke arah yang ingin dituju…
Otak dan tubuh mulai mengikuti.
Yang kamu pikirkan berulang kali akan menjadi lingkungan internalmu.
Pilih dengan lebih hati-hati apa yang kamu izinkan tinggal di dalam kepala.
Aku pasien psikiater dengan diagnosa f32.2 gara2 diselingkuhin pas hub 6,5thn 🥲 sekarang bersyukur banget dapet pasangan yang sama persis seperti isi doaku kemaren2 yang 24/7 selalu ngabarin, ga ngebiarin ovt sedikitpun, wajib sleepcall tiap malem, ga ldr, bahkan pas kerja pun selalu fast respon dan mau nemenin call.
Tapi suka tiba2 ngerasa ga pantes buat dia karena masih sering kambuh anxiety, ngerasa ga pantes cowok setenang dan sebaik dia dapet cewek setengah gila gini 😥
cc : tmwthlv
@zackchaerul mostly cwek ky gt.
kalo kamu cm taunya cwek srg chat laki2, even cm temen atau crush atau apalah, yah.. main mu kurang jauh.
cwek jaman now, ga merasa perlu ada kedekatan sm laki2. alibi independent, cwek skrg malah sibuk mempercantik diri, memperkaya moril materi jasmani rohani