Kapok beli barang elektronik di @ShopeeID
2x ketipu dan ribet banget ngurusnya, mana pas udah bisa kita yg harus ribet anter paket/bayar kurir.
Ga masuk akal kek.. Lah kan gw yg rugi waktu rugi, tenaga, napa gw juga yg bayar???
Media Jepang Asahi Shinbun:
70% DOSEN DI INDONESIA DIBAYAR DI BAWAH UMR.
PERLU KERJA SAMPINGAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP.
RISKI ISTIQOMAH, 35 TAHUN, SEORANG DOSEN SENI DI KAMPUS SWASTA DI BANDUNG TERPAKSA BERJUALAN ES KELAPA MUDA DAN BAJU BEKAS.
IA JUGA SERING MENGAMEN DAN BERNYANYI DI PINGGIR JALAN.
SEMUA IA LAKUKAN UNTUK BERTAHAN HIDUP.
MEREKA MENUNTUT KE MAHKAMAH KONSTITUSI MENUNTUT UPAH MINIMUM YANG LAYAK.
yap!
Cafe nyokap deket kampus buka 24 jam buat kaum butuh wifi, tapi strictly no smoking. Belajar dari past experience, perokok tuh ngerusak kebersihan bgt. Banyak yg salty gara2 ga smoking-friendly, tp nyokap bodo amat wkwk. Turns out banyakan yg bersyukur bgt 😭🤣
Kalian Pekerja kenal bapak ini ga? Bapak Marten Boiliu Ex SATPAM PT. Sandhy Putra Makmur, kalo belum kenal harus kenal dan sungkem dulu.
karena beliau membuat pekerja bisa nuntut hak pekerja yg belum dibayarkan sama perusahaan itu tanpa daluwarsa waktu. Bisa menuntut kekurangan upah dan kekurangan hak yg timbul karena hubungan kerja itu seumur hidup selama blm dibayarkan sama perusahaan.
Dulu :
Pekerja itu cuma bisa nuntut hak upah, kekurangan upah atau hak yg timbul karena hubungan kerja itu maksimal banget 2 tahun (sesuai dengan aturan Pasal 96 UU 13 tahun 2003)
Setelah di gugat di MK oleh Marten Boiliu terkait Pasal 96 UU 13 tahun 2003 dalam prosesnya MK membuat putusan Nomor 100/PUU-X/2012 yang memutuskan bahwa pekerja bisa menuntut hak pekerjanya ke perusahaan tanpa ada batasan 2 tahun tapi seumur hidup selama ada hak yg belum dibayarkan oleh perusahaan.
Di beberapa titik aku ga percaya yg nemu beginian tu netizen awam.
Tebakanku ada campur tangan divisi indomi telor dr instansi yg berkepentingan, entah mereka bocorin ke netizen awam atau mereka sendiri yg bocorin make akun fake
nanti gamau kenal dari online, game, date apps.
aku mw nya ketmu pasangan dngn organik dan real biar ada rasa "menemukan" bukan "memilih" kaya ketemu di perpustakaan, di museum, di cafe, toko buku dll. akan aku kembalikan old romance.
Benar, bahwa diantara para guru juga ada yang sentimen terhadap sesama mereka yang sedang berjuang dalam kesejahteraan. Itu juga sedang dialami para dosen. Konteks sosial memang nyata.
Dan persoalan seperti ini, bukan hal yang baru. Mungkin itu sedang terjadi diantara profesi lain, seperti nakes. Atau kita para pendidik, perlu belajar kepada teman-teman buruh. Namun bukan berarti mereka tidak memiliki persoalan.
Tapi percayalah, pada satu waktu di masa lalu, saya sempat menganggap adanya serikat dosen, seperti Serikat Pekerja Kampus, adalah sesuatu yang utopis. Saya sendiri ketika menjadi guru, tidak membayangkan bahwa organisasi guru bisa mewakili keresahan guru.
Ternyata itu mungkin terjadi, dan sekarang terwujud. Hal tabu yang pada masa lalu tidak bisa dicapai, kini bisa. Dan memang pasti akan menghadapi masalah baru yang mungkin diluar yang bisa kita bayangkan.
Delapan kali sidang di MK, saya tidak selalu hadir, bukan karena alasan heroik, tapi alasan biasa terjadi pada orang biasa-biasa saja, dan @penduduk_lokal_ kadang tertahan kemacetan, kepala pusing belum ngopi, dan menertawakan nasib sendiri. Bersama teman-teman koalisi, kami lebih sering bercengkrama sebagaimana orang-orang biasa.
Tentu, tidak perlu menghebat-hebatkan apa yang kita lakukan. Tidak ada aktivis guru, kita hanya guru. Perjuangan upah minimum pendidik [guru dan dosen], bukan ide baru. Ini estafet yang pernah disuarakan orang-orang di masa lalu. Perjuangan atas hak pendidikan juga bukan kali pertama. Kebetulan Reza itu paling nekat, 1 diantara jutaan guru lainnya.
Bahwa, agak naif, kami, mencintai profesi kami sebagai guru, dan merasa, ada harga diri yang harus dipertahankan, demi pilihan profesi ini. Gugatan MBG ke MK, dilakukan bukan karena tahu kita akan menang, tapi karena kita sadar, merebut kembali anggaran pendidikan, layak dimenangkan.
Mungkin, inilah yang dimaksud Freire, dalam konteks perjuangan, kita membuat jalan sambil berjalan, karena kita mencintai perjalanan-- sebagai guru.
🚨 400 TIM BAYANGAN: INOVASI ATAU PINTU KORUPSI BARU?
Kalau benar ada sekitar 400 orang “tim bayangan” di Kemendikbudristek era Nadiem, pertanyaan publik tidak boleh berhenti pada: “Mereka pintar atau tidak?”
Pertanyaan yang lebih penting:
Siapa yang merekrut?
Siapa yang menggaji?
Dari pos anggaran mana?
Apa dasar hukumnya?
Apa output kerjanya?
Siapa yang mengawasi?
Kepada siapa mereka bertanggung jawab?
Negara tidak boleh dikelola seperti startup pribadi.
Dalam birokrasi negara, tidak boleh ada kekuasaan tanpa struktur, anggaran tanpa akuntabilitas, dan pengaruh besar tanpa pertanggungjawaban hukum.
Kalau ratusan orang di luar struktur formal bisa ikut mengendalikan arah kebijakan pendidikan nasional, maka ini bukan sekadar “tim inovasi”.
Ini berpotensi menjadi kotak hitam kebijakan.
Dan kotak hitam seperti ini wajib diaudit total.
Jangan-jangan setelah Chromebook dan Google Cloud, tim bayangan 400 orang ini menjadi pintu masuk kasus korupsi baru.
Pendidikan bukan ruang eksperimen elite teknologi.
APBN bukan venture capital.
Kementerian bukan perusahaan rintisan.
Anak-anak Indonesia bukan data pasar.
Buka semuanya.
Audit kontraknya.
Audit gajinya.
Audit output-nya.
Audit konflik kepentingannya.
#TimBayangan #NadiemMakarim #KorupsiPendidikan #WhiteCollarCrime #ChromebookGate #GoogleCloudGate #MerdekaBelajar #APBNPendidikan #PendidikanIndonesia #AuditDigitalisasiPendidikan
BREAKING NEWS
Tan Kian, kongmolonerat pemilik Pacific Place mall, hotel JW Marriot & The Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta ditangkap Polri terkait kasus jampidsus febrie
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.