Entah berapa ribu orang lagi yg harus menderita sampai tuan2 mendengar dan menghentikan program bakar uang negara yg bikin sakit generasi emas yang tuan2 elu2kan itu. Keras kepala betul. Macam batu.
Yang memakai segala cara untuk menertibkan keadaan, dijanjikan naik pangkat. Yang bingung harus pakai cara apa lagi untuk meminta keadilan, dibuat naik pitam. Hari ini, saya harus mulai belajar menerima fakta bahwa saya mencintai negeri ini tanpa dicintai balik
Sudah lewat masanya “mohon maaf”, “kami prihatin” & “saya kecewa”
Rakyat Indonesia menuntut lebih.
YTH Presiden RI @prabowo & Wakil Presiden @gibran_tweet
YTH @ListyoSigitP
Mohon arahan. Kami butuh pimpinan kami di masa seperti ini.
Marah artinya bukan ikut-ikutan. Tapi masih punya nurani. Tidak seperti mereka. Rakyat cuman jadi objek dan objekan. Diperas dan ditertawakan. Ditindas dan dilindas. Mereka nggak mau lihat rakyat menderita, nggak mau dengar rakyat teriak kelaparan. Mereka cuman mikir gimana bisa nimbun harta. Hidup cuma sekali. Lawan! Suarakan. Yang penting nggak diam.
Gile. Hebat banget kita semua bisa tiba di 2025. Walau dengan lebam, walau dengan luka, walau dengan beban, gpp. 2025 plis jadi sugar daddy kami semua, ya. Kasih rezeki berlimpah dan kesehatan yang prima.
Tidak mau memaafkan, tidak mau berhubungan, tidak mau tau apa pun tentang orang itu lagi is normal, people.
Like, you don’t forgive, you don’t forget, and they never existed in your life.