BAB 5 - SUNGGU IRENG
Laju kendaraan roda dua melesat kencang ke arah tengah perbatasan pulau jawa. Kendaraan itu telah melewati setidaknya tiga kota menggunakan jalur utama, disorot terik matahari yang perlahan turun menampakkan bayangan kendaraan
yang menginjakkan kaki di hutan tersebut, Karto harus memutar sedikit, hingga menginjak sebuah jalan yang dahulu kala di buat oleh Nyai Sofi atas persetujuan Tuan Willem.
Lampu temaram mobil jeep itu sudah menyala memperlihatkan jalan dengan tanah merah,
untuk menelusur para penggali kuburan serta pemotong mayat. Termasuk mencari kemana hilir tujuan mereka.
Kendaraan roda dua itu dengan laju cukup cepat mengarah pada sebuah alamat yang sebelumnya diberitahu oleh Bah Kus kepada Mamat Begeng,
Budi sontak mengangguk. Apalagi baru terdengar kendaraan roda dua yang Indra tumpangi baru saja tiba untuk mengakut potongan bambu sebagai bahan anyaman rotan.
“Urusan Gama, nanti Kakek yang bicara,” ucap Ki Duduy,
PETAKA TANAH HITAM
"...Sudah tidak terhitung, berapa banyak nyawa perawan yang mati, serta organ tubuh yang hilang. Saat ritual bernama Hari Dara berlangsung."
'A Thread'
[ Bab 3 ]
@bacahorror@IDN_Horor#bacahoror
@IDN_Horor@bacahorror_id Mang Idim langsung mengetahui nama kakek tua bungkuk, karena dari langkah kakinya terus di ikuti banyak ular.
“Hukumnya selalu sama dan tidak pernah berubah sejak dulu, jika ada yang memulai harus ada yang mengakhiri, sudah berdiam saja dengan saya disini, -
Karena tidak mungkin membangun dari awal di tempat lain karena sulitnya dana, masyarakat memilih memindahkan makam makam itu dan mempertahankan bangunannnya.
“Bisa kamu rasakan bagaimana agung dan luar biasanya ayat ini? Allah mengabarkan orang orang yg beriman bahwa mereka akan tersungkur bersujud ketika dibacakan ayat ayat Quran padanya. Dan ayat ini seakan akan perintah langsung bagi siapa saja yang mendengar ayat ini.-
“Bacalah.. bacalah terus surah apapun yang kau hapal Marhan.. selama ada rasa takut pada saya di hatimu itu, semua tidak akan berpengaruh!.. Saya hapal semua yang kau baca! Dan pria ini juga selalu membacakan apa yang kau baca itu setiap dia beribadah pada saya!!” ujar sosok-
Marhan mengenali cincin itu, cincin yang ia lihat saat pingsan dan menyaksikan pria bercincin itu menarik tali untuk menggantung seorang wanita.
“Sekarang.. apa kau pernah melawan sosok jin yang disembah, Marhan?..” ujar Datuak.
Datuak Kayo tersentak. Ia mundur beberapa langkah. Ucapan Marhan barusan..” kenapa.. kenapa ia bisa mengatakan Surau terkutuk padahal ia sudah terikat??!!” batinnya.
Marhan tidak mempedulikannya. Datuak harus ia hentikan secara fisik maupun secara pemikirannya. Ia juga harus membalaskan apa yg sudah Datuak lakukan pada Salma, Niko, almarmumah Miar dan seluruh warga desa.
Salma yang tidak tau Labai adalah dukun pada akhirnya terjerumus dengan bacaan dan air putih yang sudah dibaca bacakan Labai sebelum Datuak dan Salma tiba.
“BERHENTI KAU!! HENTIKAN!!!” Datuak bangkit dan hendak berlari ke arah Marhan, namun kakinya tertahan.
Marhan tertegun.
Ucapan Niko menyadarkannya.. Al Quran tidak akan salah.. tapi tidak semua bisa menanggung dan memanfaatkan Al Quran pada puncak tertingginya, karena Al Quran terhubung dengan seseorang melalui hatinya..
“Saya kecewa kamu menolak anak saya padahal selama ini kamu mengejar ngejarnya.. setelah ini, kamu kira saya akan memberikan Salma padamu lagi Marhan?..” ujar Datuak.
SPLASH!
Sebuah percikan cairan tiba tiba saja membasahi kaca Surau dan dibarengi dengan suara jeritan menggelegar dari para pocong di luar.
“A.. ada po..”
“AUDZU BILLAHI MINNASYAITHONI ROJIM!!! PAI KALIAN SADONYOO HOI!!!!!!!” (PERGI KALIAN SEMUANYA!!!)
“BAAARUUAAAKKKKK!!! KALUA ANGGG!!!! JAN ANG TURUIKAN DATUAK KAYO TUU!!!!” (MONYEEEETTT!!!! KELUAR KAMUU!!! JANGAN KAMU IKUTI KEMAUAN DATUAK KAYO ITUUU!!!) Niko berlari ke arah Surau sambil berteriak.
@ceritaht@IDN_Horor@mwv_mystic@SimpleM81378523@diosetta@karyakarsa_id “Gam, bisnis kalau telat baca peluang sayang loh…” jawab Dewi.
“Iyah benar aku paham” ucapku, sambil mencari parkiran, untuk mobil karena baru sampai di pasar.
Setelah terparkir aku dan Dewi keluar mobil dengan sambutan udara pagi yang baru aku rasakan benar-benar dingin,