ابحث عن سكينة روحك، ولا تلُم أحدًا، فكل إنسان يدرك في النهاية ما عمل، وسيلقى جزاء ما اقترف.
“Temukanlah ketenangan dalam jiwamu, dan jangan sibuk menyalahkan siapapun, karena setiap orang pada akhirnya menyadari dan akan mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka perbuat”.
@suarawargatxt Kecuali semisal rumah itu peninggalan dari ayahmu, disitu ada hak kakakmu sebelum kakakmu wafat.. Mungkin itu perlu diurus.. Allahu A'lam
Hehe gini ya, UMR Jogja Rp2,8 juta, UMR Jakarta Rp5,7 juta. Nasi goreng di Jogja Rp15 ribu, di Jakarta juga Rp15 ribu. Masih mau bilang Jogja murah?
Nanti pasti ada yang bilang, "Ya pinter-pinter aja nyari yang murah. Di Jogja yang nggak viral atau masuk gang juga masih murah," dan lain-lain. Tapi pernah kepikiran nggak? Itu kan kalau belinya cuma satu. Iya, satu porsi nasi goreng Rp15 ribu emang nggak terlalu kerasa. Tapi kalau gaji Rp2,8 juta terus harus beli nasi goreng buat lebih dari tiga orang, ya tetap kerasa juga.
Udahlah, akui aja kalau UMR Jogja itu memang rendah dan Jogja sendiri udah overrated.
Saya orang Jogja ya, pemirsa. 🙏
@deBUGsy@WagimanDeep212_ Belum tentu.. Aku malah mikir sebaliknya dia berpotensi untuk melakukan KDRT di kemudian hari dan drama seolah-olah dia adalah korban..
Pak Muh dikenal dunia sebagai ayah yang lucu, hangat, dan selalu bikin ngakak. Tapi di balik tawa itu ada trauma yang bertahun-tahun bikin dia gak bisa tidur malam. Ada ketakutan yang tanpa sadar dia wariskan ke anak-anaknya. Dan ada satu keputusan Fadil yang mengubah semuanya. Ini bukan konten hiburan. Ini pelajaran parenting paling jujur dari keluarga paling viral di Indonesia.
Lo kenal Pak Muh dari konten jahil Fadil Jaidi. Yang marah-marah tapi tetep sayang. Yang gemes tapi gak pernah beneran pergi. Yang kaku di luar, tapi hangat banget di dalam. Tapi ada satu fakta yang jarang dibahas: Pak Muh punya trauma mendalam dan itu yang membentuk seluruh cara dia mendidik anak.
Traumanya dimulai dari kecelakaan. Kakak Fadil pernah jatuh dari motor saat SD dijahit 16 jahitan. Kejadian itu bikin Pak Muh trauma berat. Belum selesai. Kakaknya kecelakaan lagi jam 2 pagi, di tol Cipularang. Dan itu buat Pak Muh "kayak orang gila, stres banget. Dua kejadian itu meninggalkan luka yang gak kelihatan. Tapi efeknya terasa oleh seluruh anggota keluarga bertahun-tahun setelahnya.
Luka yang gak disembuhkan berubah jadi kontrol. Fadil sampai kuliah gak boleh naik motor karena trauma Pak Muh atas kecelakaan kakaknya. Pak Muh rela terjaga, menunggu anak-anaknya pulang di malam atau bahkan dini hari demi memastikan mereka pulang selamat. Di mata dunia luar: lebay. Di mata Pak Muh: ini satu-satunya cara dia merasa tenang. Inilah yang para psikolog sebut anxious parenting - parenting yang lahir dari luka yang belum selesai.
Apa yang dirasain Fadil waktu kecil? Sering diomelin jadinya baper. Fadil kecil ngerasa dikekang. Fadil remaja ngerasa gak bebas. Fadil dewasa awal... mulai mempertanyakan semuanya. Ini titik yang paling berbahaya dalam hubungan orang tua dan anak: Saat anak ngerasa kasih sayang dan kontrol itu terasa sama. Banyak anak di titik ini yang memilih menjauh. Fadil memilih sesuatu yang berbeda. 👇
Fadil dewasa dan dia mulai membaca ayahnya secara berbeda. Setelah aku dewasa, aku tahu keluarga aku sayang sama aku. Ya udah, kalau diomelin, ya aku bawa bercanda aja."l Ini bukan sekadar ya udahin aja. Ini proses panjang dari baper, ke memahami, ke menerima. Fadil gak nunggu Pak Muh berubah dulu. Fadil yang memilih untuk berubah lebih dulu.
Dan dari situlah konten jahil itu lahir. Bukan sekadar cari views. Fadil ingin memberikan gambaran buat orang-orang yang merasa hubungan keluarganya kaku bahwa kalau orang tua kaku, anak bisa jadi yang pertama mencairkan suasana.
Kenapa kita harus terus menuntut orangtua berubah, tapi kenapa enggak kita yang coba melakukan perubahan lebih dulu? Konten jahil Fadil adalah terapi hubungan ayah-anak yang dikemas jadi hiburan.
cc:threadiandwiyanaa
Pernah males salat, tapi berusaha untuk rajin lagi gara-gara denger Gus Baha ngomong gini:
"KALAU ADA MUBALIGH BILANG 'BUAT AΡΑ SHALAT KALAU TIDAK KHUSYUK?', JANGAN DENGARKAN DIA. KEINGINAN UNTUK MENJADI SEMPURNA ITU BENTUK KEANGKUHAN MANUSIA. DATANGLAH PADA ALLAH DENGAN SEGALA PERSOALAN DAN KELEMAHAN KITA. DENGAN MERANGKAK DAN TERSEOK-SEOK PUN TAK MENGAPA."
@zaada92 Ya Allah,
jika ada luka yang belum sempat kami ceritakan kepada siapa pun,
jadikanlah ia penghapus dosa dan jalan yang mendekatkan kami kepada-Mu. 🤲🏻
“Segala sesuatu yang terasa berat bagi jiwa, adalah penghapus dosa.”
Dalam hal ini, Syekh Abdur Razzaq al-Badr pernah mengingatkan kita:
Setiap rasa sakit yang engkau alami adalah penggugur dosa, baik yang kecil maupun yang besar. Setiap luka yang tak terlihat, setiap sesak yang hanya engkau simpan sendiri, atau pikiran yang mengganggumu sampai engkau tak mampu lagi menceritakannya ke siapa pun.
Bahkan, sesederhana senyuman yang dibalas dingin, ketulusan yang tak dihargai, pandangan yang diabaikan, atau omongan di belakang yang menyakitimu.
Ketahuilah, sekecil apa pun itu, tidak ada yang sia-sia di mata Allah.
Maka bersabarlah. Sebab, bisa jadi luka yang kau simpan dalam diam itulah yang justru paling banyak menghapus dosamu.
—Ahadits al-Akhlak
Istrinya gak pernah bilang kurang.
Gak pernah minta tambahan. Gak pernah protes. Gak pernah nangis di depan dia.
Tiap dia pulang, rumah bersih. Anak2 udah makan. Semuanya "normal."
Dia kasih 3 juta per bulan dari gaji 10 juta. "Buat belanja."
Dan dia pikir, itu cukup. Krn istrinya GAK PERNAH BILANG kurang.
Dia gak tau kalau tiap Selasa, istrinya ketuk pintu tetangga sebelah.
"Mba, pinjem 200 ribu ya. Nanti aku ganti akhir bulan."
Tadi aku pulang kerja dijemput suami naik mobil, pas aku baru naik tiba-tiba suamiku bilang, "jangan diinjak sepatunya", lalu aku jawab, "aku ga nginjek", lalu suamiku membentakku karena menurutnya aku suaranya meninggi, padahal aku sedang lelah sekali dengan pekerjaanku. 😢
Barusan nemu tulisan ini:
"Hanya karena gue nggak pernah banyak nuntut, bukan berarti gue harus nerima yang ala kadarnya. Gue emang nggak suka ribet, tapi bukan berarti gue nggak punya standar."
Maknanya ngena banget karena sering kali orang ngira kalau seseorang itu sabar, pengertian, sederhana, atau nggak banyak protes, berarti dia bakal nerima apa aja yang dikasih.
Padahal nggak gitu.
Ada orang yang jarang mengeluh bukan karena dia nggak punya keinginan. Ada orang yang nggak banyak minta bukan karena dia nggak tahu nilai dirinya. Dia cuma memilih untuk nggak mempersulit keadaan dan nggak menjadikan tuntutan sebagai ukuran kasih sayang atau penghargaan.
Tapi tetap ada batasnya.
Tetap ada standar tentang bagaimana dia ingin diperlakukan, dihargai, dan diperjuangkan.
Kadang orang yang paling mudah diajak kompromi justru paling sering dianggap remeh. Kebaikannya dianggap kewajiban. Pengertiannya dianggap kelemahan. Dan karena dia nggak pernah banyak menuntut, orang jadi merasa cukup memberi usaha yang seadanya.
Padahal seseorang bisa saja sederhana dalam permintaan, tapi tetap tinggi dalam harga diri.
Dia nggak butuh yang berlebihan. Dia cuma ingin usaha yang tulus, rasa hormat yang konsisten, dan perlakuan yang menunjukkan bahwa dirinya memang dianggap berharga.
Karena pada akhirnya, nggak banyak menuntut adalah pilihan sikap. Sedangkan punya standar adalah bentuk menghargai diri sendiri. Dua hal itu nggak pernah bertentangan.