HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
Guru non ASN dilarang ngajar di sekolah negeri mulai 2027, sementara napi akan diberi kerjaan dapur MBG di Lapas dan digaji. Jujur janggal. Ini arahnya mau kemana?
Breaking News !!!
MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah.
here we go !!!
Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?
Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG
Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)
• 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung).
• 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%).
• Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama
ANOMALI FAKTA
🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:
RENTANG PENGHASILAN :
🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak
🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak
🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)
Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%).
Empat Temuan Kunci :
🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi,
🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,
🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi,
Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5)
Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:
🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa),
🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite,
🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,
🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua.
Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :
🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure.
🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)
🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite
🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah”
Kesimpulan dari Lembaga Porec.
🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”
🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan.
Sumber :
Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026
https://t.co/rJKkLVY3kq
Link : https://t.co/BlSiWpwFaG
cc :
@dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet@prabowo
"Gaji lu berapa per bulan?" tanya Tante Rina dengan tatap tajamnya.
"0,18 detik MBG, Tante," jawabku pelan tak berani menatap matanya karena malu.
Namun aku sedikit mendongak kepala melihat sedikit daripada raut wajahnya. Ia tersenyum tipis, terkesan merendahkan.
"Heh, anak tante ya sudah jadi direktur perusahaan multinasional. Gajinya 8,64 detik MBG, lho. Kamu ini sudah dewasa tapi masih menyusahkan orangtua!"
Rentetan kata-katanya menusuk hati dalam kalbu paling dalam, tetapi itu menyalakan api yang bersinar menyala-nyala dalam hatiku. Kugenggam tanganku dan berteriak kencang dalam hati, "KELAK GAJIKU SEKITAR 1 MENIT MBG!"
Guru PNS terancam akan mendapatkan beban kerja yang semakin berat & upah yang semakin minim
PPPK Guru terancam akan dirumahkan akibat kemampuan fiskal daerah yang berkurang
Dan ini terjadi akibat suatu program yg memotong 223 Triliun Anggaran Pendidikan
Filipina : jalan kaki ke kantor
Laos : mengurangi hari efektif di sekolah dan kantor
Myanmar : menerapkan ganjil-genap dalam pengisian BBM
INDONESIA : 🔥🔥 Mematikan kompor setelah masakannya matang 🔥🔥
Kenapa sih negara lain ga memikirkan solusi se-fantastis INDONESIA!?!?!
Pemerintahan yang bodohnya ke semua level. Diplomasi tidak bisa, empati tidak punya.
Even tetangga terdekat aja bisa diplomasi, negara ini lebih memilih cari negara lain. Presiden, Menlu, Menteri ESDM buruk semua.
Pemerintahan terburuk dalam sejarah bangsa Indonesia.