Biar ada bayangan sekaya apa skalanya, ini perbandingan tinggi GWK dibanding patung-patung ikonik dunia lainnya. Liberty langsung kelihatan mungil wkwk.
Tadi pagi pas video call sama adik, ponakan yang hari pertama masuk TK ikut nimbrung pamer seragam.
Ponakan: budheee, seragamku baruu!!
Gw: iya, seragamnya warna apa, mas?
Ponakan: warna hijau!
Gw: pinter!
Ponakan: hijau, hijau, hijau mania!!
Lalu bocahnya lari out of frame...
Ada yang sadar ngga kalo Piala Dunia ini betul-betul jadi panggung Haaland gaet fans umum?
Terasa banyak sekali orang yang tidak terlalu mengikuti sepakbola jadi suka Haaland. It's good tho.
Beda banget sama Mbappe, Messi, Kane yang lebih banyak dibicarakan oleh fans sepakbola.
Kayanya faktor utamanya adalah tingkah laku lucu Haaland di luar lapangan terutama di snapchatnya.
Itu banyak menarik orang. Bahkan banyak yang jadi meme juga. Dan jadi viral.
Selain itu, mungkin juga karena branding Viking oleh tim Norwegia betul-betul berhasil.
Dan ada faktor Norwegia yang jadi kuda hitam. Kita semua tau tidak ada yang benci tim kuda hitam.
Justru kita senang kalau ada tim kuda hitam melangkah jauh. Dan Haaland jadi aktor utamanya.
Sepertinya kombinasi itu yang membuat fans umum bahkan yang tidak mengikuti bola pun jadi suka Haaland.
Tak heran followers instagram dia sudah naik 20 juta selama Piala Dunia.
Selain itu, faktor apa lagi yg bikin Haaland banyak digemari ya?
With the kids out of school for summer this mother found a really neat way to help the kids cool off and be creative at the same time. How cool is this?
Segundo a lenda, em uma cidade francesa durante a Idade Média, as mulheres realizavam um hábito curioso.
De manhã, as mulheres casadas adicionavam uma pequena quantidade de veneno no café da manhã de seus maridos, que mais tarde recebiam o antídoto quando voltavam para casa à noite.
Isso garantia que o veneno não os prejudicasse e não tivesse efeitos negativos.
A prática tinha um propósito específico: se os maridos demorassem em retornar para casa, os sintomas como náuseas, dores de cabeça, depressão, vômitos, dores ou falta de ar apareceriam devido ao atraso na administração do antídoto.
Quanto mais tempo o homem passasse longe de casa, mais doente ele ficaria. Ao retornar para casa, a esposa inadvertidamente administrava o antídoto, fazendo com que ele se sentisse melhor rapidamente.
Esse truque dava a impressão de que ficar longe de casa causaria desconforto e levava os maridos a se apegarem mais às suas casas e esposas.