Dengan menggunakan Drone, karakter CR7 menyampaikan ucapan terima kasih ke suporter Portugal di acara nonton bareng yang digelar di Medeira Portugal. ๐ต๐น
Obrigado = Terima Kasih
Cara Yang Keren. ๐ซก๐
https://t.co/lo4VCE2Glr
Cristiano Ronaldo memainkan Piala Dunia pertamanya pada 2006. Itu berarti anak-anak yang lahir ketika ia pertama kali tampil di panggung terbesar sepak bola kini sudah berusia 20 tahun.
Satu generasi tumbuh dengan menganggap kehadiran Ronaldo di Piala Dunia adalah sesuatu yang biasa. Dari Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, hingga Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko 2026, namanya selalu ada.
Mereka mungkin masih terlalu kecil untuk mengingat gol pertamanya di Piala Dunia. Mereka mungkin baru mengenalnya lewat selebrasi SIUUUU, atau momen-momen ikonik Ronaldo lainnya. Namun bagi jutaan orang, terutama yang tumbuh besar look up ke dia, Piala Dunia selalu identik dengan Cristiano Ronaldo.
Dini hari tadi, kebiasaan itu resmi berakhir.
Empat tahun dari sekarang, untuk pertama kalinya sejak 2006, Piala Dunia akan dimulai tanpa nama Cristiano Ronaldo di dalamnya.
Dan mungkin, saat itulah kita benar-benar menyadari bahwa satu babak dalam sejarah sepak bola yang menemani masa kecil, masa remaja, hingga masa dewasa sebuah generasi telah berakhir.
Obrigado, Cristiano. ๐๐
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Karier Cristiano Ronaldo mungkin adalah kisah tentang timing yang tak pernah sempurna.
Saat CR7 berada di puncak performanya, Portugal sebenarnya memiliki tim yang rela berjuang dan berkorban untuknya. Ada Pepe, Ricardo Quaresma, Raul Meireles, Bruno Alves, dan pemain-pemain lain yang menjadi tulang punggung generasi tersebut. Namun, kualitas kolektif mereka masih belum cukup untuk mengungguli kekuatan-kekuatan besar yang juga sedang berada di masa emasnya seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis. Puncak generasi itu akhirnya melahirkan gelar Euro 2016, pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal saat itu.
Kini situasinya berbalik. Portugal memiliki salah satu skuad paling lengkap dan bertalenta dalam sejarah mereka, dengan kualitas yang mampu bersaing melawan siapa pun. Namun, Cristiano Ronaldo sudah tidak lagi berada di level yang sama seperti satu dekade lalu. Ditambah lagi, Portugal belum benar-benar menemukan pelatih yang mampu menyatukan semua potensi tersebut menjadi tim yang benar-benar maksimal.
Begitulah sepak bola. Ini bukan olahraga yang bisa dimenangkan oleh satu orang, sehebat apa pun dirinya. Dibutuhkan kualitas kolektif, pelatih yang tepat, momentum, dan sedikit keberuntungan.
Mungkin inilah ironi terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo. Ketika ia berada di puncak, timnya belum cukup kuat. Ketika timnya akhirnya cukup kuat, ia tak lagi berada di puncak. Dan dalam sepak bola, takdir sering kali ditentukan oleh waktu yang tak pernah mau menunggu.
Selama dua dekade, setiap empat tahun sekali selalu ada satu nama yang tak pernah absen menghiasi panggung terbesar sepak bola: Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Generasi berganti. Pelatih datang dan pergi. Format turnamen berubah. Teknologi VAR diperkenalkan. Bintang-bintang baru bermunculan.
Namun satu hal tetap sama. Cristiano Ronaldo selalu ada disana.
Ia menjalani debut Piala Dunia pada 2006. Ketika itu banyak pemain yang kini menjadi bintang bahkan belum memulai karier profesionalnya, beberapa bahkan belum lahir. Dua puluh tahun kemudian, ia menutup perjalanannya di Piala Dunia dengan menghadapi generasi yang tumbuh besar sambil menyaksikan dirinya.
Itโs crazy how extraordinary Cristiano Ronaldoโs longevity has been.
Empat tahun dari sekarang, Piala Dunia akan kembali bergulir. Akan ada juara baru, bintang baru, dan cerita baru. Namun untuk pertama kalinya sejak 2006, tidak akan ada lagi nama Cristiano Ronaldo.
Football will move on. The World Cup will move on. But for millions who grew up watching him, it will never quite feel the same again.
Obrigado, Cristiano. ๐โค๏ธ
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
FULL-TIME: Portugal ๐ต๐น 0-1 ๐ช๐ธ Spanyol
90+1โ Merino โฝ๏ธ
Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Bersamanya, berakhir pula perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung terbesar sepak bola.
Ini bukan akhir yang ia impikan. Tidak ada trofi yang bisa diangkat, tidak ada satu laga tambahan yang bisa dimainkan. Namun, itu tidak akan mengubah warisan yang telah ia tinggalkan.
Dari seorang bocah asal Madeira yang bermimpi menjadi pesepak bola, hingga menjelma menjadi salah satu pemain terbesar sepanjang masa. Lima Ballon dโOr, juara Eropa, juara UEFA Nations League, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional, dan sosok yang menginspirasi jutaan orang untuk percaya bahwa kerja keras bisa mengalahkan segalanya.
Piala Dunia mungkin bukan panggung yang memberinya trofi. Tetapi Piala Dunia tetap menjadi bagian penting dari kisah seorang Cristiano Ronaldo.
Malam ini, sebuah perjalanan yang dimulai pada 2006 akhirnya mencapai garis akhirnya.
Obrigado, Cristiano. Terima kasih untuk semua kenangan yang diberikan. Football will never forget you. ๐โค๏ธ
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Coba jawab, selain Lionel Messi, siapa penyerang Argentina yg jumlah golnya lebih banyak dari Batistuta di timnas Argentina??
Bukan cuma romantisme belaka, tapi faktanya ya seperti itu.
SAKIT!! TERLALU SAKIT ๐
Senegal gugur dari Piala Dunia bukan cuma karena gagal mempertahankan keunggulan 2-0.
Mereka gagal setelah VAR menunjuk titik penalti untuk Belgia di menit akhir pertandingan. Mengangkat kembali memori AFCON 2025 kontra Maroko.
Benar/tidaknya keputusan wasit, tetap keputusan itu terasa begitu berat buat Senegal.
Youri Tielemans yg sebelumnya berhasil memaksa laga ini ke babak tambahan waktu, menyelesaikan tugasnya dari titik putih.
Belgia akhirnya lolos ke 16 besar dengan kemenangan 3-2 setelah tertinggal 0-2 lebih dulu.
Belgia sebelumnya juga tercatat sebagai tim terakhir yg sukses menang setelah tertinggal dua gol lebih dulu di ajang Piala Dunia.
Tepatnya 2018, Nacer Chadli ketika itu mengunci kemenangan 3-2 Belgia atas Jepang di menit ke-94.
8 tahun kemudian, giliran Tielemans jadi aktor utama kebangkitan mereka.
@toshibatv_id #FeelEveryGoal
Lolos Piala Dunia, tak terkalahkan di 3 laga, follower nambah berjuta-juta.
Puncaknya? Argentina dan pemain terbaik dunia. Panjang cerita di masa tua. ๐จ๐ป๐
#poroshalangid
Full circle moment ๐
2010: Opening Ceremony Piala Dunia Afrika Selatan vs Meksiko, umur 14 tahun.
2026: Opening Ceremony Piala Dunia Meksiko vs Afrika Selatan, umur 30 tahun.
Waktu berlalu begitu cepat. Dari remaja sampai dewasa, menyaksikan pertandingan partai pembuka yang sama. Nostalgia banget! โฝโจ
Jika mereka bersama lebih lama, sangat mungkin trio ini jadi salah satu tridente yg begitu diingat di sepakbola
Kombinasi Rooney, Tevez, dan Ronaldo ini menghasilkan dua kali gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions
Ada yg udah nonton MU era ini?
๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ต๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ. โค๏ธ
Selamat Hari Raya Idulfitri untuk seluruh fans Manchester United yang merayakan. ๐โจ
Eid Mubarak ๐โจ
May your home be filled with peace, joy, and endless blessings today. After a month of devotion and reflection, may Allah accept your worship and shower you with His mercy.
Taqabbal Allahu minna wa minkum ๐๐พ
Pak Michael Bambang Hartono pernah sangat viral karena dua hal:
โ Pada 2018, di usia 78 tahun, Pak Bambang menjadi atlet tertua dalam sejarah yang meraih medali Asian Games.
Sebagai pemilik BCA, Pak Bambang santai saja menerima dan memperlihatkan bonus dalam tabungan BRI yang langsung ia sumbangkan semuanya utk pengembangan bridge.
โ Sebagai lima besar orang terkaya di Indonesia, pernah dipotret beberapa kali makan tahu pong dgn santai di sebuah warung bersahaja di Semarang.
Bagi orang2 yg mengenalnya, Pak Bambang adalah sosok hangat, ramah, sederhana, menolak diperlakukan istimewa.
Hari ini Pak Bambang meninggal dunia setelah menjalani 86 tahun yang dahsyat.
Selamat jalan Pak Bambang.
RIP.
Schweinsteiger bukan legend MU dalam arti sesungguhnya.
Waktunya di Old Trafford memang relatif singkat, kontribusinya terhadap klub jelas gak sebanding sama Scholes, Neville, atau Roy Keane.
Tapi justru itu yang bikin gue makin respect sama dia. Karena bertahun-tahun setelah ninggalin klub, dia masih konsisten nonton. Selfie sama layar TV, dengan match MU di belakangnya. Dia bener-bener nunjukkin kecintaannya terhadap klub ini, sesuatu yang bahkan ga dia lakukan ke Bayern sebagai klub yang membesarkan namanya dan meraih banyak trofi bersama mereka. Dan gue cukup yakin bahwa itu semua genuine dan bukan cuma konten.
Dia bener-bener gak ada drama. Gak ada nyinyiran di depan kamera. Cuma seorang fans, yang kebetulan pernah main buat klub ini.
Setelah masa pensiunnya, gue justru lebih respect terhadap Schweinsteiger dibanding Legend-Legend MU yang tiap pekan rajin muncul di TV buat nyalah-nyalahin klub yang dulu mereka bela.
#utdfocusid
Kiper kedua terbaik, gapernah rewel, konsisten, juara eropa. Sayang klub kurang menghormati dia di akhir masa baktinya.
Selamat pensiun, Sergio! ๐ฆ๐ท๐ค