Btw, aku pernah dikasih tips sama psikologku dulu pas konsul.
Intinya gini, kalo idup mau ‘lebih’ bahagia dan rejeki lancar.
Coba deh lo lakuin ini:
- jangan dendam ke orang. Namanya manusia pasti ada aja kan cekcok sama temen dll? Tp coba deh, selesein masalah itu, dan jangan ada dendam. Klo temenmu gengsi minta maaf duluan, kalian sja dulu yg minta maaf. Urusan dia maafin/ngga, itu urusan dia dah. Yg pntg hatimu damai udh minta maaf dll.
- jangan pelit sama diri sendiri, selagi halal dan ngga dilarang agama, yowes turutin aja wl wl mu itu. Rejeki mah pasti ada aja kok.
- jangan negatif thinking ke org.
Org lain ngapain, udh bukan urusan kita.
- sering2 maafin diri sendiri, dan nerima apa adanya. Selagi udh berusaha, gapapa serahin hasilnya ke Allah. Klo belum sesuai keinginan? Gapapa, bisa dicoba lagi. Maafin diri sendiri jg klo misal kita sering gagal, jgn berlarut2.
Ada lagi?
HATI-HATI untuk kalian yang sering curhat ke AI!!
Jadi ada penelitian yang menunjukkan bahwa AI itu CENDERUNG LEBIH MENYETUJUI tindakan kita, bahkan bila tindakannya berbahaya.
Nah penelitian ini awalnya untuk mencari tahu apakah benar AI memang bisa memperkuat "delusi" kita dan dapat berbahaya bagi orang lain.
Ternyata dibandingkan dengan manusia, AI ternyata 47-51% LEBIH MUNGKIN SETUJU dengan tindakan kita, bahkan di hal-hal yang berbahaya.
Oleh karena itu, meminta pendapat kepada AI, dapat berpotensi lebih 'menjerumuskan' kita, seandainya pandangan kita kurang tepat. Bahkan karena cenderung setuju, kita cenderung lebih percaya pada AI dibandingkan kepada orang lain.
Jadi bagi kalian yang rutin curhat ke AI, tolong disikapi dengan hati-hati, dan jangan lupa meminta pendapat juga ke manusia lain yaa.
Semoga bermanfaat!
Kata habib jafar : “yang ga sampai di kita, Jangan di cari tau. Yang sampai dari mulut orang lain, jangan dipercaya. Yang sampai dari mulut orangnya langsung, dimaafkan”
Mohon maaf lahir batin ya semua 🙏🏻