Tau Bu Elly Risman kan?
Aku barusan lihat video beliau yg bahas tentang masa depan anak.
Beliau bilang:
“Mau pakai teknik parenting kayak gimana pun itu cuma alat, cara.
Tapi masa depan itu bukan kita yang bentuk.
Masa depan itu milik Allah. Kita cuma ngasuh, kasih kondisi terbaik.
Karena setiap anak punya nasib dan jalan hidupnya sendiri.”
Pas denger itu, aku langsung diem.
Rasanya kayak disadarkan… seberapa sering kita lupa bahwa tugas kita bukan mencetak hasil, tapi menjaga proses. 😢
Tadi siang ditelpon ibu lagi.
Gak lama. Beliau cuma berpesan," Picus, saat kamu merasa susah, ingatlah bahwa Allah Maha Pemurah. Saat kamu merasa sedih dan serasa ingin menyerah, ingatlah bahwa nikmat dan karunia Allah begitu luasnya. Rahmat-Nya melampaui murka-Nya. Berlatihlah selalu mengingat Allah, insyaAllah kamu gak akan merasakan susah dan sedih yang berlarut-larut dalam menjalani hidup. Mungkin sesekali kamu akan merasa susah dan sedih. Itu manusiawi, tapi jika kamu berlatih untuk selalu mengingat-Nya, susah dan sedihmu tak akan lama. Hanya sekejap saja."
Terima kasih, Ibu. Sehat-sehat selalu 🙏😍
Selamat Hari Kartini dan selamat membaca koleksi terlengkap Api Kartini (41 volume, 1.200+ halaman)!
Semuanya bisa diakses secara gratis di https://t.co/LBHrUjN6sn 🥳
Daripada fokus ngikutin trend, better bangun rumah & interior yg sesuai dg karakter kamu. Trend hunian & furnitur itu cuepet bgt bergesernya.
Ga harus vynil, ga harus pvc, ga harus nude pallette.
Make ur own creative space!
HUGELKULTUR : Teknik Budidaya Pertanian Dari Jerman Kaya Unsur Hara Tanpa Modal
Bisa nggak ya kita memiliki tanaman di rumah yang setelah kita tanam trus kita nggak perlu lagi pusing memikirkan pemberian pupuk rutin setiap minggu?
Nah ...
Ini saatnya kita belajar
Tuhan, saya ingin meralat doa-doa yang pernah saya panjatkan. Doa saya banyak yang gombal: lamis, basa-basi, dan caper. Namun, jika doa saya diedit dan dikoreksi, jangan-jangan yang tersisa hanya Amin.
Sugeng tindak, Joko Pinurbo.
@zahwaisl Kalau kamu tahu jawabannya semua sekarang, mungkin kamu tak mau belajar lagi, tak mau belajar bersyukur lagi, tak mau belajar makna hidup yang harus dilalui, dan bisa saja tak ada empati terhadap orang lain yg terkena masalah.
Bisa jadi ini subjektif, tapi dari pengalaman hidup gw: We attract people with the same vibe. Pada akhirnya kita akan ditemukan dengan orang yang gelombangnya sama --- setelah mungkin sebelumnya kebentur-bentur dengan yang vibe-nya beda.
Pada akhirnya, yang gelisah akan ketemu dengan yang gelisah, yang pecicilan akan ketemu dengan yang pecicilan. Begitu juga yang adem ayem, akan bertemu dengan yang adem ayem.
Ini terjadi di gue. Jaman gelisah, ketemunya dengan manusia-manusia yang juga gelisah. Pas mulai adem, semua yang baik datang effortlessly.
Sehingga gw menyimpulkan:
Kalo mau ditemukan dengan orang/lingkungan yang baik, dimulai dengan memperbaiki diri sendiri dulu. Adem dulu, nanti insya Allah akan dipertemukan dengan yang sama ademnya.
Prinsip ini berlaku secara umum, ga hanya pada personal relationships tapi juga profesional.
----
Kalo pengalaman kamu gimana?
Jika Allah berkehendak, terjadilah.
Tugas kita manusia adalah berupaya dengan cara-cara yang baik dan niat baik, ikhtiar sekuatnya, lalu meminta izin Allah agar semuanya dimudahkan dan diwujudkan.
1. SMP bapak jatoh sakit
2. SMA usaha ortu bangkrut
3. SMA cari uang dgn nge-les i buat nambah jajan dan spp
4. Ketrima ITB ortu nangis minta maaf ga bisa bayarin
5. Nikah single income dan istri jg sandwich gen 😂 tanggungan jadi berlipat2
6. Milih resign krn gaji ga cukup buat nanggung bbrp dapur sekaligus
7. Nyoba dagang
Plot twist umur 27th bangun rumah cash 😂
Lesson learned :
Sebagai perintis Gusti ngga kasih warisan tp dikasih mental juang dan doa2 dr org terdekat
Sekolah adalah tempat untuk membentuk diri agar mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi nanti.
Tidak semua mata pelajaran mungkin berguna langsung dalam dunia kerja, tapi pola kerja dan efek tekanan dalam prosesnya membentuk kebiasaan. Itu berguna dalam dunia kerja.
Satu mata pelajaran, dikerjakan dengan deadline, memberikan tekanan pada siswa. Di dunia kerja, mata pelajaran itu enggak muncul, tapi proses yang sama berulang. Ada tugas, deadline, tekanan, tanggung jawab.
Itu yang membedakan yang mengalami dan yang enggak. Makin tinggi sekolah, makin terbiasa dengan pola-pola itu. Nantinya makin kuat menghadapi beban-beban di dunia kerja.
AMBISI // Orang yang sangat berambisi untuk sukses, berkuasa, berambisi mendapatkan kemewahan, pujian… akan sulit bersikap ramah & berwelas asih.
Ia enggak tau sesungguhnya cinta. Taunya hanya gembira, memuaskan diri, dengan cara mewujudkan ambisinya.
Sungguh beruntung aku punya Ayah yang bener2 nyuruh dan maksa aku buat ngerjain banyak hal, termasuk kerjaan yang banyak anak lelaki seumuranku dulu males & malu ngelakuinnya.
Ya dari nyapu, ngepel, beres2 wc, cuci piring, nyetrika, ngelipet baju, masak, ngangsu sumur, termasuk disuruh belanja warung, beli ini itu, termasuk pula pembalut.
Dulu dg pikiran SD dan SMP yg masih belum sesolid skrg mikir kenapa aku harus ngelakuin ini, karena banyak anak lelaki tetangga yg maenan layangan, bola, dkk tp aku justru malah nyuci piring, bantuin ayah ini itu, bantuin ibu ini itu. Dll
Ya maen sama mereka itu pernah juga. Bahkan blusukan ke sungai, sawah, dll. Cuma kebanyakan saat mereka maen, aku harus ngelakuin banyak kerjaan rumah tangga.
Sampai kadang diisengin emak2 tetangga dg ngatain “Duh perawane isuk2 wes umbah2”.
Ada jg yang mukanya masam kayak “Duh rajine tenan, anakku yah mene yo sek turu/wes dolan. Mosok gelem dikongkon ngunu kuwi.” 😅
Sempet sakit ati, tapi ya buat apa? Ayah kalau cerita soal masa lalunya tuh lebih berat. Jadi aku jalani aja. Alhamdulillah semua itu berguna sekarang. 🥺
Pernikahan..
Satu tahun pertama bertahan dengan cinta. Dua tahun berikutnya dengan kasih sayang.
Tahun berikut dan selamanya bertahan dengan ilmu, agama dan akhlaknya.
- Ustadz Zainal Abidin Hafidzahullah
Semoga kita terus belajar, apa yang kita dengar dan yang kita pandang, menyentuh langsung makna batinnya. Alam semesta ini cermin dari diri kita, baik makna mapun ilmu. Semua hanya untuk mengingatkan hadirnya Allah swt dan Maha MeliputiNya dibalik semuanya.