Masih enggak ngerti sama pemikiran pak Menteri satu ini
Cuti dianggap izin. Cuti itu hak. Hak yang diketahui oleh Atasan.
Persetujuan atau tidaknya itu bisa jadi soal administratif. Misal: sisa jatah cutinya tidak mencukupi.
Cuti sakit itu bodong? Ya tinggal potong tunjangan. Ngapain kepikiran sampai pidana
Simalakama jatohnya.
1. Pemda asal-asalan masukin honorer tanpa tes dan kompetensinya ga jelas.
2. Ga punya duit untuk mengusulkan cpns untuk kebutuhan intansi jadi rekrut honorer karena gajinya murah.
3. Waktu awal pppk, banyak pemda yang merasa ketipu karena mereka taunya gaji pokoknya pppk dari apbn langsung seperti pns ternyata engga 😅
4. Saran saya buat pemda, kalo ga mampu mengelola aset daerah dgn baik lebih baik berikan hak otonomi ke pemerintah pusat.
in This Economy They Said "Efficiency"
PNS latsar : daring via zoom ❌
KDMP latsar : seragam lengkap, barak, training komcad 1,5 bulan ✅
PNS pemda, kerja pake laptop pribadi karena pengadaan ditiadakan sejak 2020 untuk refocusing Covid, sampai sekarang. Giliran KDMP yang cuma jaga toko gak jelas, malah dikasih seragam sampai tumbler. PNS disuruh beli seragam sendiri.
Aku gak iri atas nama pribadiku, soalnya aku bisa beli sekaligus jualan blazer warna khaki kulakan di Shopee, tapi kan kasian para PNS yang gak jualan, terpaksa beli seragam. Pret bangetlah.
cc:threadawaluddinrizal
Ada rekan Gen Z abis Komcad. Dia cerita, katanya, pas latihan termasuk menghalau demonstrasi.
Terus cukup kaget pas dia bilang,
"Sedih ya, kami kan ASN, S-nya sipil... Kalau disuruh ngehalau sipil lagi... nanti sipil vs sipil..."
Wah, menarik ya ASN-ASN muda ini!
Dari berbagai perilaku absurd PNS, yang paling absurd adalah PNS fungsional yang mempersulit kenaikan pangkat PNS fungsional lainnya.
Seriously, why would you do that?
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Stress kerja itu normal. Yang ga normal itu ngebuat stress bertumpuk menjadi burnout dan ngaruh ke performance kerja.
Aku udah 6 tahun kerja jadi bakal aku share beberapa tips yang work diaku.
1. Find the root cause dulu. Coba tanya ke diri sendiri, "Aku stress karena kerjaan kebanyakan? Atau karena ekspektasi ga jelas? Atau karena environment-nya toxic?" Soalnya beda penyebabnya, beda pula solusi yang ditawarkan. Ini harus duluan sebelum ngapa-ngapain.
2. Brain dump setiap hari. Tulis semua yang ada di kepala ke notes. Kerjaan, meeting, deadline, bahkan uneg-uneg. Begitu keluar dari kepala, beban langsung berkurang. Anggap aja jurnaling versi berantakan.
3. Dokumentasi everything. Setiap dapet task, tulis: apa yang harus dikerjain, context-nya apa, deadline kapan, butuh apa, siapa yang minta.
Sering kita stress karena ga tau sebenernya lagi ngerjain apa. Begitu ketulis, jadi lebih jelas. Sebenarnya, ini sekaligus jadi proof saat ada yang tanya kamu lagi kerja atau nggak.
4. Set boundaries. Ke rekan kerja, bos, siapapun. Kalau kerjaan udah banyak dan ga bisa ambil lagi, ya bilang. Kasih proof kenapa kerjaan udah banyak. Kasih proof kenapa task ini ga bakal bisa dikerjain sekarang.
5. Ngobrol sama orang. Saranku ya ke psikolog. BPJS gratis, atau kalau ada budget bisa ke psikolog online. Kalau belum bisa? Ceritakan ke temen deket, keluarga, atau pacar. Stress itu makin berat kalau dipendem sendiri.
6. Kontrol yang bisa dikontrol. Fokus ke circle of control, bukan circle of concern. Kalau ga bisa kamu kontrol, ya udah biarin aja. Let go.
Cari kerja emang lagi sulit. Kalau lingkungan toxic, manage stress-nya dulu biar masih ada energi buat apply dan pindah. Tapi jangan keluar kerjaan kalau ga ada duit. Resiko gede. Lebih ga enak stress ga ada duit daripada stress karena kerjaan yang kita masih ada pemasukan.
deserves. even SZA liked a post about this (kasus FH UI). let this case go international so people can see how serious it is and how wrong this situation is, especially if institutions are still protecting those involved instead of holding them accountable
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya:
✨️ metacognition knowledge ✨️
Metakognisi itu kemampuan “ngeliatin isi kepala sendiri.” Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja.
Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt.
1. Budaya belajar berorientasi jawaban
Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya:
- kenapa harus pake strategi ini?
- biar cepet paham harus ngapain?
Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil.
Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia.
2. Keamanan psikologis
Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya.
3. Beban kognitif dan tekanan sosial
Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" 🥺
Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah?
4. Kurang contoh dan model berpikir
Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat
- gurunya making thinking visible (thinking out loud)
- orang dewasa yg merefleksikan pengalaman
bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar.
Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
bahkan sejak di kerjaan yg ini tiap pagi gue berdoa cuma buat dibantu tenang, keep me on His and others’ good ends, dan semoga perkataan gue ga disalah pahami orang lain. gue butuh urgent itu, sisanya i believe He won’t leave me not even for a blink
Kata filsuf yunani kuno Aristoteles: “We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.”
Maknanya, hidupmu hari ini adalah hasil dr hal-hal kecil yg kmu ulang kmrn. Kalau ingin hidupmu berubah, jgn cari momen besar, tp periksa apa yg kmu ulang tiap hari
Buat yang masih belum suka baca, plis baca guys. Krn membaca itu membantu mengembangkan neuron2 otak jdi kita akan memiliki logika dan emosi utk menemukan cara memecahkan masalah yg bisa digunakan dlm kehidupan sehari-hari. Plis, baca. Tahu kan org2 yg ga suka baca kayak apa.