Pernah kayak gini. Mamat tiba2 mengulurkan tangan, insting romantiskebangsatan ku langsung meraih tangannya. dlm hati "tumben nih" ternyata
Mat: "ih bukan, hape ku sini!"
Ok fine, jd pen cari pacar baru aja saking malunya
@Txtdariiugm Itu diluar kompetensi masing2 pelamar yang sudah dimiliki yaaaa. Udah ada yg perawat, bidan, dokter spesialis dll. Jadi jangan dipikir segitu doang "seleksinya"
Aku juga sebenarnya maunyaaaaa pelukan dan ciuman sama suami, tapi masyarakat belum siap kalau kalau saya diantar ke kantor, turun dari motor tiba2 ciuman depan pagar kantor. Jadi salim aja dulu
Cium tangan dalam pasangan masih dilihat sebagai ‘love expression’ yang manis dan hangat. Padahal, di baliknya ada simbol relasi kuasa yang terus melanggengkan ketimpangan gender.
Menurut salah satu kontributor kami, alih-alih cium tangan, bercumbu justru lebih menghadirkan kesalingan dalam relasi. Kenapa?
Berikut kami rangkumkan penjelasannya.
Senior senior ku yang jadi SJW mereka nih keren banget, cuma membahas hal hal substansial dan tidak gampanh tersulut. Aku juga self-claimed SJW sih cuma ga sekeren mereka karena masih kayak api berkobar. Dibilang karena jiwa muda, lha aku ga muda lagi
@akuusijeruk awal menyusui memang sakit luar biasa, tapi yaudah tahan aja sampai aku melihat ada seperti gulungan kulit warna cokelat gelap di dada setelah menyusui. ternyata itu kulit pentil yg terkelupas. Kutatap pentilku tak berkulit lagi. Kutatap pentilku dengan nanar🥺
Tindakan LGBT? Bagaimana itu LGBT yang sudah jadi tindakan? Bermesaraan sesama lelaki atau sesama perempuan di lingkungan kampus? Bukannya yang heteroseksual juga ga boleh bermesraan ya di lingkungan kampus?
Salah satu hal yg sampai sekarang masih bikin gua bersyukur adalah beliau kalah pas pilpres 2019.
Bayangin kalau yg menang saat itu adalah beliau, ditambah pandemi COVID dateng (turut berduka kpd keluarga korban) dan ekonomi anjlok parah. Kondisinya udh cukup berat buat semua negara, dan gua ga kebayang kalau krisis sebesar itu ditangani sama beliau cuma dengan pidato nyeleneh dan gaya politik yg lebih sibuk cari kambing hitam daripada nyari solusi
@fadlanous@saritjiang Ini bikin tapputar kepalaku saya, kadang kupikirki nah kayak "bukanji kah saya ini salah cara berpikirku" saking minoritasnya mi itu.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
Beliau ini kenapa ya, maksudku sekarang anda ini sudah jadi presiden kenapa isi pidatonya kayak orang kampanye, kayak orang curhat masalah pribadi, atau saya salah tangkap
Prabowo : Kenapa saya ingin jadi Presiden ? Karna saya sudah lihat dari Tahun 90an Indonesia menuju jalan yang salah
TAHUN 90 AN ?? WAH NYINDIR MERTUA LO SENDIRI WO ??
TIK TITIK LIHAT NOH BAPAK LO DISINDIR BOWO 😭😂
EMPAT KALI KALAH
Saudara-saudara, saya tadi dikatakan
Berapa kali maju jadi presiden untuk jadi presiden?
Tadi disebut 3 kali kalah.
SALAH, EMPAT kali kalah, ya.
Saya usaha jadi presiden dari 2004, konvensi Golkar, ya kan: 2004, 2009, 2014, 2019, 2024.
LIMA kali, EMPAT kali kalah.
EMPAT kali kalah, orang bingung: sudah EMPAT kali kalah, masih mau maju lagi.
Sudah benar-benar ada analis-analis, podcast-podcast, Prabowo pingin banget jadi presiden sampai sekian kali.
Saudara-saudara, kenapa saya ingin jadi presiden?