@syashana Bantu jawab ya kak krn bapak ku pernah op katarak.
Jd pas op, ada cairan yg ditetesin ke mata, fungsinya utk kasih efek bius di mata aja, semacam ngebuat mata kita kerasa kebas/mati rasa. Tp posisi kita tuh sadar bgt, dan tiap mata di kobel2 dokter, kita ngerasain, tp gk sakit
Lo biasanya booking hotel lewat Agoda atau Traveloka?
Gue juga dulu gitu. Sampai suatu malam temen gue yang kerja di front office hotel bintang 4 di Bali ngasih satu kalimat yang langsung ngegas otak gue.
Gue tanya: “Kalau gue mau nginep di hotel lo, booking di mana yang paling murah?”
Dia jawab santai:
“Telepon langsung ke hotel. Bilang lo liat harga di Agoda Rp sekian. Minta lebih murah. Kita PASTI kasih.”
Ini yang kadang bikin kaget orang tua yang baru punya anak pas liat anaknya lahir dengan kepala lonjong gini 😁
Bentuk kepala seperti ini biasanya terjadi karena saat melewati jalan lahir, tulang-tulang tengkorak bayi yang masih lentur dapat saling tumpang tindih sementara, guna memudahkan anak bisa keluar juga. Molding kepala namanya. Paling rentan kejadian kalau si dedek bayi lama di jalan lahir.
Tapi tenang, idealnya sih bakalan membaik sendiri dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
brengsek 😭😭
akutu tadi mau bahas ya, sebenernya perubahan anatomi kek werewolf tu bisa bikin yang berubah mati di tempat.
karena pertumbuhan tulang, rahang, dan beberapa bagian tubuh secara singkat tuh sakitnya luar biasa.
endingnya malah berubah jadi patung KORAMIL 1123 😭
Pernah dengar dari adik2 yg tinggal deket rel kereta di Bandung dulu, kalau ngelem bisa tahan ga makan 2 hari. So hemat. 😭😭😭😭😭😭😭 Kejadian 10 tahun yg lalu skg masih ada aja. Kek gak berbenah y negara ini. Kasian anak-anak.
Oxygen already killed most of the life on Earth once. The first time it filled the air, around 2.4 billion years ago, it was so poisonous that nearly everything alive died. Scientists call it the Oxygen Catastrophe.
Back then the oceans were full of tiny microbes, and none of them used oxygen. Then one kind, an ancestor of the green scum you still see on ponds, started giving off oxygen as a waste gas, the same way you breathe out air you don’t need. Oxygen is a wrecker. It rips apart the delicate machinery inside a living cell, including the DNA, and as it built up in the water and then the sky, it triggered the first mass extinction this planet had ever seen.
A few survivors hid in the mud and deep underground where the gas couldn’t reach, and some of their descendants are still down there. But one tiny cell did something nobody else did. It ate a bacterium that had learned to use oxygen rather than die from it, and instead of digesting its meal, it kept it alive inside itself. That trapped bacterium became the mitochondria, the little engines that power your cells right now. Almost every cell you are made of carries hundreds or thousands of them, all descended from that one strange truce with a poison.
The trade was worth it because burning food with oxygen releases about 18 times more energy than burning it without. It is the reason anything can swim fast or think hard. Every big, fast-moving animal on Earth, you included, runs on the gas that almost ended life.
Oxygen changed the sky too. Some of it floated up high and turned into ozone, a thin layer that blocks most of the sun’s harshest rays. Before that shield existed, raw sunlight was strong enough to fry the DNA of anything out in the open, so life had to stay underwater, where a few feet of sea soaked up the danger. For almost two billion years, nothing lived on land at all. Only once the ozone grew thick enough, a few hundred million years ago, did the first plants and animals crawl out of the water.
And the old poison never really left. Every second, the oxygen your cells burn throws off tiny broken bits called free radicals, and they keep nicking your DNA and the proteins around it. The damage adds up, slowly, your whole life. Back in 1956 a scientist named Denham Harman suggested this slow rusting from the inside is a big reason we get old. People still argue about how much it matters, and no antioxidant pill has ever been shown to make anyone live longer, but the basic idea has held up. The gas keeping you alive right now is also quietly wearing you down, year by year. The joke just got the timing wrong. Oxygen really does kill slowly, and billions of years before we showed up, it already proved it can kill fast.
Cute story, completely wrong science. Here's what's actually going on here.
In Sub-Saharan Africa, elephants and hippos live in passive coexistence. They don't interact much, but the situation becomes tense during the summer when water becomes scarce.
When waterholes dry up, elephants often don't tolerate hippos muddying their water and restricting their space.
When elephants arrive at a waterhole, adult hippos generally give way and walk off.
But baby hippos don't yet know the power of elephants.
In this video, a baby hippo is approaching the waterhole. The elephant is shaking its trunk and stomping its foot to assert dominance and scare him away.
The mother hippo, seeing her baby wander into the elephant's space, is rushing to pull him back.
We, humans, tend to anthropomorphise wildlife behaviour --> but the reality is almost always different.
This is resource competition and territorial dominance. Nothing more, nothing less.
Metakognisi adalah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.
Manusia, melalui metakognisi, menjadi makhluk hidup yang bisa berpikir mengenai pikirannya sendiri.
Memang ada hewan lain, seperti primata dan lumba-lumba, yang juga punya metakognisi, namun tidak sekompleks yang dimiliki manusia.
Metakognisi sederhananya adalah kemampuan untuk berpikir mengenai pemikiran kita. Ini adalah kemampuan untuk menyadari, memahami, dan mengendalikan proses kognitif atau cara kerja pikiran kita sendiri.
Mekanisme dasarnya bekerja seperti sistem dua tingkat. Ada object-level dan meta-level.
Di object-level, otak menjalankan tugas utama yaitu mengingat, memahami, memilih jawaban, membaca, atau memecahkan soal.
Lalu informasi tentang tugas tersebut “naik” ke meta-level, yaitu sistem yang menilai apakah proses tadi berjalan baik atau tidak. Proses naik ini disebut metacognitive monitoring.
Setelah itu, meta-level mengirim sinyal balik ke “object-level” sebagai proses utama untuk mengubah strategi, misalnya mengulang belajar, memperlambat, mengecek ulang, atau mencari bantuan. Ini disebut metacognitive control.
Mekanisme ini penting karena berperan agar kita mampu untuk melalukan hal berikut:
- Berpikir dan belajar lebih efektif
- Belajar mandiri
- Mengambil keputusan dengan lebih baik
Semoga bermanfaat 🙏
Sumber:
-Fleur (2021). Metacognition: ideas and insights from neuro- and educational sciences
btw, di Mozambik ada burung namanya honeyguide (Indicator indicator), yang menurut sumber udah lamaaa banget kerjasama langsung dengan manusia untuk cari madu di hutan.
kurang menarik ya kalo hewan yang udah jinak sama manusia? tapi ternyata engga, dia ga jinak. dia liar guiss
dia ga dipelihara, ga dijinakkan, emang burung liar aja. tapi dianya udah belajar untuk dipanggil manusia dan antar manusia ke sarang lebah liar di pohon yang tinggi.
setelahnya, mereka bakalan nangkring dan nunggu manusia pecahin sarang madu itu. jadi kek "ini kan aku udah kasih tau ke kau ada madu, nah kerjakanlah" wkwkwkw
nah, si manusia juga gabakal ambil semua madu, tapi disisain buat si burung , terutama larva lebah dan lilin sarang sebagai bayaran buat si burung karna udah kasi informasi.
kebiasaan ini diturunkan dari generasi ke generasi. baik di sisi manusia maupun di sisi burung.
oh, dan ada penelitian terbaru yang bilang kalo panggilan itu berbeda di tiap suku. di Tanzania beda, di Mozambik beda. jadi honeyguide di Tanzania gamau dipanggil orang di Mozambik, begitu juga sebaliknya. ada area tugasnya masing2 hahaha
sumber bacaan lainnya:
https://t.co/uHORy8N9Mf
https://t.co/kegWZiOrQx
https://t.co/8GNdWBbnt2
meme yang mungkin cuma dipahami sama sebagian orang, tapi cukup lucu sekaligus seram kalo kita paham artinya wkwkwkw
untuk cara pertama udah banyak yang tau lah ya, itu cara klasik, tapi sekarang tuh walau disemprot berkali-kali pun ada aja serangga yang tetap bertahan hidup, bahkan ada yang makin kuat di generasi berikutnya.
kalo yellow trap itu semacam plastik warna kuning yang dikasi lem. warna kuning menarik perhatian beberapa serangga, dan kalo mereka hinggap, mereka nempel dan gabisa lepas.
masalahnya, itutuh cuma efektif ke beberapa jenis hama dan ga semua serangga tertarik sama warna kuning.
nah, kalo jamur Beauveria bassiana serem jatuhnya bagi serangga. jamur ini tumbuh alami di tanah dan kalo nempel di tubuh serangga, jamurnya bisa menembus kulit luar serangga, tumbuh di dalam tubuhnya, dan perlahan menggerogoti organ dalamnya.
serangga yang terinfeksi baru bener2 mati setelah beberapa hari. saat mati, tubuhnya bakal ditutupi sama jamur putih yang nantinya melepaskan lebih banyak spora untuk menginfeksi serangga lainnya.
jadi jamur ini gacuma basmi satu hama, tapi nyebar dan terus menginfeksi koloni hama lainnya. bahkan beberapa kasus sampai ke sarangnya pun kena.
oh, yang bikin Beauveria bassiana menarik adalah jamur ini organisme alami, bukan bahan kimia. artinya dia ramah lingkungan, ga mencemari tanah atau air, dan ga berbahaya buat manusia, hewan ternak, atau serangga yang menguntungkan kek lebah.
makanya dalam beberapa tahun terakhir, Beauveria bassiana mulai banyak dipakai petani yang beralih ke pertanian organik atau ramah lingkungan❤️
Ampun deh, ternyata masih banyak pendapat-pendapat BERBAHAYA begini tentang HIV.
Argumen di gambar adalah contoh argumentasi yang TIDAK TEPAT dan TIDAK berdasarkan bukti ilmiah.
Izin gue bahas satu-satu ya.
1. 𝗜𝗻𝗳𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗛𝗜𝗩 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗮𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜𝗗𝗦
Pendapat bahwa 'HIV bukan bukti utama penyebab AIDS dan korelasional' adalah pendapat yang sudah lama DIBANTAH.
Saat ini, HIV sudah berhasil diisolasi dari pasien AIDS, dikarakterisasi secara genomik, dan berhasil dikultur virusnya. Kita sudah bisa melihat persis bagaimana HIV menginfeksi sel limfosit T CD4+, mereplikasi, dan secara 'menghancurkan' sistem imun.
Sudah ada bukti penelitian yang menunjukkan kausalitas, yaitu paparan dari transfusi darah, perinatal, serta jarum suntik.
2. 𝗔𝗜𝗗𝗦 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝗮𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗼𝗿, 𝘁𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗴𝗶𝘇𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘃𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻 𝗺𝗥𝗡𝗔
Kondisi kurang gizi memang dapat menyebabkan semakin buruknya kondisi imun pada pasien dengan HIV, NAMUN BUKAN ARTINYA kurang gizi itu menyebabkan AIDS.
Vaksin mRNA baru pertama kali digunakan massal pada 2021, sedangkan AIDS sudah diidentifikasi sejak 1981. Jadi udah jelas gak nyambung sih.
3. 𝗔𝗜𝗗𝗦 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗺𝗯𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘃𝗶𝘁𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗖 𝗱𝗼𝘀𝗶𝘀 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶
Tidak ada satu pun penelitian yang menunjukkan vitamin C dosis tinggi dapat menyembuhkan AIDS atau menggantikan ARV sebagai terapi HIV.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻
Kritik ilmiah terhadap konsensus itu baik dan perlu.
Tapi kritik sebaiknya datang dengan data, metodologi, dan publikasi peer-reviewed, BUKAN dari 'kata si A', 'kata si B', apalagi sumber-sumber yang ternyata tidak terverifikasi.
Semoga bermanfaat!
Karena jauh 😭
Bintang terdekat kita, Proxima Centauri jaraknya 4.3 tahun cahaya. Pake teknologi sekarang, mau ke sana tuh minimal 40 ribu tahun lagi baru nyampe.
Lw mau nyamperin bintang tetangga aja nunggu puluhan ribu tahun. Keburu Nabi Isa turun.😭
Bahkan untuk bisa mendekati kecepatan cahaya aja energi yang digunakan itu mendekati tak hingga. Energi darimana?
tau ga, lumba-lumba itu punya namanya masing-masing.
inituh nama yang mereka ciptakan sendiri, bukan nama yang manusia kasih ke mereka.
jadi, setiap lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) punya suara peluit yang unik yang mereka kembangkan sendiri sejak bayi.
peluit ini disebut signature whistle, dan fungsinya persis seperti nama.
saat mereka memanggil satu sama lain di lautan yang luas, mereka pakai peluit ini. lumba-lumba lain yang mendengar langsung tau "oh, itu si A yang manggil"
yang bikin makin mengejutkan, mereka juga bisa meniru peluit satu sama lain.
jadi kalo kamu lumba-lumba dan kamu kangen sama temenmu yang entah ke mana, kamu tinggal panggil namanya, dan temenmu itu bakalan jawab.
peneliti dari University of St Andrews pernah memutar rekaman signature whistle dari lumba-lumba yang udah lama berpisah dari kawanannya.
hasilnya, lumba-lumba yang mendengar rekaman itu langsung bereaksi, mendekati sumber suara, dan membalas panggilannya.
mereka masih mengenali nama kawannya bahkan setelah bertahun-tahun ga ketemu. bertahun-tahun, gais.
kita sama manusia aja kadang lupa nama teman lama. ini lumba-lumba masih inget.
nah, fakta ini bikin terharu juga ternyata, karna induk lumba-lumba diketahui sering memanggil signature whistle miliknya sendiri berulang-ulang tepat setelah bayinya lahir.
para peneliti percaya, si ibu lagi memperkenalkan dirinya ke bayinya.
"hai, ini aku, aku mama kamu, kamu aman."
dan pelan-pelan, bayi lumba-lumba belajar mengenali suara ibunya di antara suara penghuni laut lain.
persis banget sama manusia kan ya?
sumber:
https://t.co/tyDCoss3r6
The sun you see right now exploded 7 minutes ago and you'd have no way of knowing. You'd still feel its warmth. Still see it in the sky. Still orbit it. For 8 minutes and 20 seconds, you'd live in a universe that no longer has a sun and have absolutely no way to detect the difference.
This is because gravity also travels at the speed of light. If the sun vanished, Earth would continue orbiting the empty space where it used to be for the same 8 minutes and 20 seconds. Einstein proved this. The gravitational wave carrying the information "the sun is gone" propagates at exactly c. Light, gravity, and information all share the same speed limit.
Now scale the paradox in this post. 90 light-years is nothing. The Andromeda galaxy is 2.5 million light-years away. Every photograph of it is a 2.5 million year old snapshot. The entire galaxy could have collided with something catastrophic 2 million years ago. We'll find out 500,000 years from now.
The James Webb Space Telescope routinely photographs galaxies from 13.4 billion years ago. Those galaxies no longer exist in any form we'd recognize. The stars burned out. The civilizations, if any, rose and fell billions of years before Earth formed. Webb is photographing ghosts.
The deepest implication: "right now" is a local phenomenon. It exists only in the space you can physically touch. Beyond that, everything you see, measure, or interact with is a time-delayed recording. The further you look, the older the recording gets. There is no method, even in principle, to know the current state of anything beyond your immediate surroundings.
The entire observable universe is a 13.8 billion year old museum where every exhibit is labeled with a different date and nothing is current.