There's a common behavioural trait that you see among the more rural parts of Indonesia and also Philippines to an extent.
My family had an Indonesian helper for many years. We probably only found out too late that she sent almost every last cent home and kept none for herself. And surprise, her family splurged it on luxuries and random extended family requests instead of saving it to build a better future.
When it was time for her to go back, we gave her a lump sum so she could fulfil her dreams of starting a small business back home. And unfortunately, that got used up pretty quick. Essentially got guilt tripped by her family and relatives into sharing it with them because of all sorts of trumped up reasons - took care of your mother while you're away, my son wants to set up a business too, you definitely still have a lot more after working in SG for so long etc.
And you realize it's a very simple truth at the end of the day. To them at a family/village level, the wealth difference between you and them is more important than on an absolute basis. They'd rather you be poor together with them than being collectively rich if it resulted in you having much more than them.
Now apply this to a geographical level and that's what you get. That's why I don't really blame the likes of Prabowo. Politics is a dirty game and if you buy into this sort of sable-rattling and fail at the IQ test, you deserve to be poor and screwed over anyway.
Skill issue aja sih. Asal paham aja cukup gaperlu bisa ngomong bisa survive. Karena bukan soal Jawa semua suku sama aja kalau mayoritas pasti merasa superior. Awal di Jatinangor pernah dikatain medok yaudah tinggal ubah cuman aksen ini. Jakarta, Jinju, Jeonju Incheon sama aja.
FUCK JAWA, MENTANG MENTANG KAMPUS INI DI JATIM, LU NGERASA PUNYA POWER GITU? KEBIASAAN KENA DOKTRIN “DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG”, MANA DOSEN NYA LAGI YANG NGOMONG GITU, INI INDONESIA WOI, PAKE BAHASA UNIVERSAL, GILIRAN ORG GABISA BAHASA JAWA BIKIN CIRCLE MALAH DI BILANG APATIS, YA INI BENTUK SURVIVE KITA BIAR GA GILA KARNA GA BERINTERAKSI
makanya Fisika Universitas itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Fisika Dasar & Matematika Teknik aja.
dan Matematika Teknik itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Matematika Dasar aja.
dan Matematika Dasar itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Matematika SMP/SMA aja.
kalau Tahap Persiapan Bersama (TPB)-mu berdarah-darah artinya apa? kamu punya hutang belajar yang amat banyak sejak SD/SMP/SMA.
Buat yang ga ngikutin demo di Perancis:
> Murid SMA protes karena terlalu banyak jam kosong di kelas akibat kekurangan guru. Tiap bulan minimal ada total 2 hari jam kosong bahkan sampe seminggu karena gurunya work life balance ambil cuti tapi gaada pengganti.
> Murid SMA muak karena tiap 1 guru harus ngajarin 35 murid. Mereka anggap ini rasio yang tidak efisien. Di Indonesia, 1 guru bisa ngajar >40 murid
> Murid SMA sadar kalau penyebabnya anggaran pendidikan yang kecil. Bahkan saat musim panas aja AC sekolah mati karena gak punya anggaran bayar listrik.
> Belum lagi setelah mereka lulus SMA dan mau jadi sarjana, itu sistem kuliahnya Gacha. Gaada test kayak di Indo. Mereka sistemnya tulis 10 jurusan dan kampus yang mereka mau, lalu nanti sistem yang ga transparan bakal pilih random sesuai ketersediaan kuota. Mereka frustasi sama ini.
> Teknik demonstrasi yang mereka lakukan adalah menduduki dan memblokade akses SMA dan Universitas terkenal. Salah satu SMA yang diduduki adalah SMA alumninya 5 mantan presiden Perancis. Kalau di Bandung Ibarat blokir SMA 3 dan 5 dan kampus ITB.
> Ada tokoh kanan yang ambil momentum nyalahin imigran, tapi gak kemakan narasinya sama anak SMA ini soalnya gak nyambung.
> Jadi makin viral karena salah satu video wawancara demonstran viral. Seorang anak SMA kulit putih di sekolah elite pusat kota Paris, tinggal di gated community, tapi narasinya pro minoritas, gerakan kiri, dan solidaritas terhadap rakyat kecil.
> Ketidakpuasan ini makin parah karena generasi boomers Perancis makanin uang pensiun dari pajak yang dibayarkan generasi muda. Sementara generasi muda gak ngerasa dapet apa-apa dari pajak.
> Menjadi titik balik gerakan kiri terbesar di Eropa. Sebuah sintesis dari dialektika anti-tesis gerakan ideologi kanan yang populer 1 dekade terakhir. Bisa kita bilang "The Leftist Spring" karena hal serupa terjadi juga di Jerman.
Di Indonesia sulit ada hal kayak gini karena sejak awal gaada dialektika Ideologi. Yang ada adu retorika makna Pancasila. Semua ideologi fafifuwasweswos maknanya 🤣
"Ijazah tanda seseorang pernah sekolah, bukan tanda pernah berpikir."
Sementara Mas Gibran membuktikan kalau dia tidak butuh sekolah dan tidak butuh berpikir untuk sampai di titik yang sekarang.
🫡🫡🫡
"If the student is great, they had a great mentor. If the student is bad, they were a bad student"
Apparently being a PhD student who came up with the idea doesn't count.
We are a just and proper civilization...
Betul Teknik atau Enjinir apa aja, bahkan jangan Sains.
Sains butuh sampe PhD untuk bisa bertarung. Teknik ga perlu, S1 udah bisa.
Kuliah Sains ga selesai sampe PhD seperti mau jadi Jedi tapi ga punya Lightsaber.
4 hours running RFantibody/RFdiffusion in Google Colab to predict a nanobody… only to have the runtime reset and lose everything because I forgot to mount Google Drive. 😭
Ngapain ambil FMIPA jir, jurusan murni ga berguna. Ambil tuh jurusan yg bisa diaplikasikan di dunia nyata. Negara berkembang ga perlu ilmu murni. Jurusan kok mau yg murni2, mau makan apa? Kita gabisa makan dari teori.
Maju terus Maudy Ayunda! Jangan dengarkan pendapat rakyat 💪
SD-SMP Anda juga tidak pernah mendengarkan keluhan warga sekitar dan pasien rumah sakit yang terdampak jam masuk serta bubaran sekolah
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞