TIDAK DILIPUT MEDIA NASIONAL: KARNA SUMATERA TIDAK DIANGGAP INDONESIA
BREAKING NEWS.
Hujan yang sudah turun dengan durasi 1,5 Jam sudah kembali menimbulkan banjir dengan volume yang mengkhawatirkan di Bona Lumban, Kec.Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Video yang diambil ini berada pada tanggal 26 September 2026, dan kami lampirkan video kondisi Bonalumban saat ini.
Harap waspada
🚨 SERUAN UNTUK DUNIA 🚨
@UN@UNEP@WHO@WMO@UNHumanRights@UNFCCC@UNICEF@ASEAN@DrTedros@antonioguterres@Reuters@AP@BBCWorld@AFP@AJEnglish@CNN@guardian@nytimes@ChannelNewsAsia@SCMPNews@AlJazeera@Greenpeace@HRW@Amnesty@elonmusk
KEPADA PARA PEMIMPIN DUNIA, MEDIA INTERNASIONAL,
ORGANISASI LINGKUNGAN DAN KOMUNITAS GLOBAL
LIHATLAH INDONESIA.
BUKAN PIDATONYA.
ASAPNYA.
KALIMANTAN TERBAKAR.
SUMATRA TERBAKAR.
PEMERINTAH INDONESIA GAGAL MEMADAMKAN APINYA.
Selama berminggu-minggu, orang-orang hidup di dalam ruang gas yang ada benderanya.
Kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap tebal.
Udara beracun.
Ekosistem hancur.
Anak-anak sakit.
Sekolah ditutup.
Keluarga terjebak di rumah mereka sendiri.
Ini bukan "cuaca musiman."
Ini adalah kegagalan negara.
Data Indonesia sendiri mencatat sekitar 72.088 hektare terbakar
di enam provinsi prioritas hingga September 2026.
Pemerintah mengirim petugas pemadam, pesawat, water bombing,
dan modifikasi cuaca.
Dan apinya masih menyala.
Asapnya masih ada di paru-paru masyarakat.
Pemerintah masih meminta masyarakat untuk bersabar.
Reuters melaporkan lebih dari 113.000 kasus gangguan pernapasan
di tujuh provinsi terdampak antara 1–9 September.
Itu bukan statistik.
Itu adalah populasi yang dipaksa menghirup bencana
sementara pejabat mendaur ulang konferensi pers yang sama.
Asapnya telah melintasi perbatasan.
Malaysia menghirupnya.
Singapura menghirupnya.
ASEAN berpura-pura perbatasan bisa menghentikan asap.
MAKA TANYAKAN SATU-SATUNYA PERTANYAAN YANG PENTING:
SAMPAI KAPAN RAKYAT KALIMANTAN DAN SUMATRA
HARUS TERUS MENGHIRUP UDARA INI
KARENA JAKARTA TIDAK MAMPU MENGENDALIKAN TANAH YANG DIKLAIMNYA KUASAI?
DI MANA PERHATIAN INTERNASIONAL?
DI MANA KOMUNITAS LINGKUNGAN GLOBAL?
DI MANA TEKANAN YANG MUNCUL KETIKA AFRIKA TERBAKAR,
KETIKA AMAZON TERBAKAR,
KETIKA EROPA BANJIR
TAPI DIAM KETIKA YANG TERJADI ADALAH INDONESIA LAGI?
Mintalah pertanggungjawaban pemerintah Indonesia.
Bukan besok.
Sekarang.
Jika responsnya terlambat, katakan.
Jika penegakannya cuma lelucon, katakan.
Jika perusahaan membakar lahan demi keuntungan, sebutkan namanya.
Jika izin-izin dijual sementara hutan dikosongkan, selidiki.
Jika kementerian gagal mencegah bencana yang kembali setiap tahun,
jangan sebut itu takdir.
Sebut itu kelalaian.
JANGAN BIARKAN INI MENJADI NASKAH INDONESIA YANG SAMA
API
ASAP
KEMARAHAN
JANJI
HUJAN
DIAM
DAN TAHUN DEPAN MAYAT-MATAY POHON YANG SAMA
Kalimantan bukan lahan kosong yang menunggu peta konsesi.
Sumatra bukan zona pengorbanan untuk perkebunan dan tambang.
Hutan-hutan ini adalah rumah.
Sungai-sungai ini adalah kehidupan.
Orang-orang ini adalah warga negara, bukan tumbal.
Orangutan tidak bisa mengungsi.
Gajah tidak bisa mengajukan pengaduan.
Rangkong tidak bisa menunggu siklus anggaran berikutnya.
Anak-anak tidak bisa memilih udara yang lebih bersih.
Orang miskin tidak bisa pindah ke hotel dengan alat pemurni udara.
KEPADA PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
@UN@UNEP@UNHumanRights@UNFCCC@UNICEF
Berhentilah memperlakukan ini sebagai ketidaknyamanan lokal.
Kirim perhatian. Kirim tekanan. Kirim pertanyaan yang tidak bisa dihindari Jakarta.
KEPADA ORGANISASI KESEHATAN DUNIA
@WHO@DrTedros
Hitung paru-parunya, bukan siaran persnya.
KEPADA ORGANISASI METEOROLOGI DUNIA
@WMO
Terus tunjukkan asap yang ingin disebut pemerintah sebagai "kabut."
KEPADA ASEAN
@ASEAN
Kabut asap lintas batas bukan diplomasi.
Itu adalah tetangga yang mengekspor racun.
KEPADA MEDIA INTERNASIONAL
@Reuters@AP@BBCWorld@AFP@AJEnglish@CNN@guardian@nytimes@ChannelNewsAsia@SCMPNews@AlJazeera
DATANGLAH KE KALIMANTAN.
DATANGLAH KE SUMATRA.
JANGAN HANYA MEWAWANCARAI MENTERI-MENTERI DI JAKARTA.
Bicaralah dengan keluarga-keluarga.
Bicaralah dengan petugas pemadam.
Bicaralah dengan guru-guru yang menutup sekolah.
Bicaralah dengan orang tua yang melakban jendela
dan masih terbangun dengan batuk.
Asli coy, beberapa minggu lalu lewat di fesnuk driver ojol bikin gps tracker pake alat sederhana. Alasannya biar hp dia gak kepanasan dan cepet rusak kalo ditaro di motor. Anjir cangggih coyyyyy
Untuk warga X kami dari org Kalimantan minta tolong di up di setiap pemberitaan yg kami posting karna itulah yg terjadi sekarang ini.
KAMI CAPEKKKK kasian petugas pemadam sampai bbrp org yg meninggal 😭🏳️
Hari ini kompak sepi pemberitaan di semua Medsos & Media mengenai keracunan MBG, padahal hari ini (Jumat, 18 September 2026) dilaporkan terjadi kasus keracunan massal berskala besar yang menimpa 413 siswa dan guru di SMKN 2 Yogyakarta. Saya menolak luput untuk mempublikasikan
Clear ya guys.. Menurut Mahkamah Konstitusi MBG adalah program pemerintah yg TIDAK MEMILIKI LANDASAN UNDANG-UNDANG. TETAPI dijalankannya menggunakan UU APBN, sehingga seolah-olah MBG merupakan kebijakan besar.
Kira2 pemerintah bisu - tuli ini akan patuh kpd MK atau tidak?
Kalau lihat track record-nya sih:
Pernah naikin pajak dari 11% ke 12%, walaupun akhirnya batal
Yang ngusulin Coretax
Yang ngusulin pajak 0,5% buat UMKM
Utang IMF
Udah mulai kebaca arahnya ke mana 😇
Dia bikin buku sudah jelas-jelas untuk dikapitalisasi begini, tapi kok masih ada yang mau beli, ya?
Bayangin aja, di saat banyak penulis (termasuk J.S. Khairen dalam video ini) berharap bukunya dijual murah agar lebih mudah diakses, dia secara sadar membanderol bukunya dengan harga 188rb (267 hlm). Ditambah narasi-narasi khas kapitalis: “menguntungkan” dan “gue bertambah kaya”.
Artinya jelas kan, pengikut-pengikut beliau ini bukan dianggap mitra diskusi apalagi pembaca, tapi KONSUMEN.
Penguasa selalu terlihat kuat ketika berada di atas.
Namun sejarah menunjukkan, penguasa juga takut ketika berhadapan dengan masyarakat yang mulai sadar, kritis, dan berani bersuara.
#Watchdoc
Presiden baru aja bikin Perpres karet terbaru yang bisa bikin peserta demo masuk penjara akibat tuduhan ekstremisme.
Definisi "ekstremisme" yang tidak dijelaskan + perluasan wewenang TNI ke ranah sipil ini akan mengancam demokrasi kita. Tolak!
Berita ini senyap sekali ya.
Ribuan pelajar di beberapa daerah Papua demo serentak turun ke jalan tolak MBG, Selasa 15 September 2026.
Tuntutan mereka:
STOP MBG dan ganti dengan Pendidikan Gratis, Perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta tambah jumlah guru.
"Tong Tidak Lapar Nasi, Tong Lapar Ilmu"
Langsung dijawab oleh Cak Nun :
Rakyat selalu siap utk kehilangan negara. Jgn dikira rakyat Indonesia sedih jika Indonesia bubar.
Lha kerjaannya negara cuma ngerepotin hidup rakyat ! 👍
--------------------------
Senin Minggu Calista Fattah
sumpah kalimat ini menjawab pertanyaan gue selama ini.
KENAPA PENDIDIKAN TIDAK PERNAH JADI PROGRAM PRIORITAS DI INDONESIA?
"Karena mereka tidak mau menyiram tanaman yang teduhnya tidak bisa mereka nikmati"
baca sekali lagi deh.
Sekarang klu post keracunan MBG
Jangan lupa taq kepala BGN-nya
@SudaryonoSudar
14 September 2026
Murid2 MTsN 2 Kisaran, Kab Asahan, Sumut mengalami keracunan MBG.
kamu bisa log off dari sosial media, tapi mereka yang terdampak langsung gak bisa log off dari kehidupannya.
ini perbandingan langit/udara di pontianak, pas akhir tahun 2025 vs kondisi belakangan ini.
akibat konten mindfulness dari seseorang yang punya privilege, warga kalimantan sampai ada yang ngetik begini...
"kami bisa bertahan karena adanya hutan kami, sekarang udah habis hutan mau makan apa pun susah"
liat kan, harapan mereka lewat sosmed ini besar bgt supaya suaranya terdengar.
buat yang masih punya energi ayo suarakan terus, setidaknya hal itu bisa bantu memperlihatkan/menyebarluaskan kondisi mereka di sana meskipun hanya lewat sosmed.
🐦 Suka burung? Kami kebablasan.
Ratusan burung dunia dalam album stiker digital raksasa.
Buka paket. Temukan yang langka. Tukar yang dobel. Lengkapi album.
Tak ada yang minta kami membuatnya.
Tentu saja, GRATIS.