Dulu pas nonton film ‘The Zone of Interest’, aku bertanya dlm hati:
“Kok ada ya manusia yg bisa hidup normal, padahal di belakang rumahnya lg ada pembantaian massal?”
Lalu aku sadar, bukannya kita jg sering begitu ya? Bisa hidup “normal”, kerja, ketawa, scroll HP, sambil abai sama ketidakadilan dan bahkan genosida yg terjadi di depan mata kita? 🧵
Abis baca (lupa dimana) kalo terlalu mengaitkan value diri sama hal konkrit (kayak hobi, pekerjaan, peran) itu membuat sense of self jadi lemah.
Dianjurkan untuk mengaitkan personality sama value yang lebih abstrak dan kuat (kayak integritas, keterbukaan, kejujuran).
I keep on revisiting this. You might not realize the depth of what he said. In urdu poetry, there is a concept where poets view God as a lonely being, so lonely that He created free willed humans for company. Loneliness is a Godly trait & whoever enters its realm meets God there
dlu bs kerasa karna sosial-politiknya 'enak'. lah makin kesini kan carut marut konflik global blm lg nasional, ya org pada sibuk buat hajat drpd entertain
Padahal kurang dari 24 jam lagi kick-off World Cup 2026, tapi kok kayaknya masih sepi-sepi aja.
Aku ngerasa euforia dan hype-nya kok kurang ya. Kalian ngerasa gitu juga ngga?