[DIBUTUHKAN SEGERA] LOWONGAN KERJA PARUH WAKTU
⬛︎ GAJI ⬛︎
Rp 4.200.000 / hari (Total Rp 8.400.000 untuk 2 hari)
⬛︎ LOKASI & TANGGAL ⬛︎
Lokasi: Bekasi, Indonesia
Tanggal: 8 & 9 Juni
⬛︎ KUOTA ⬛︎
1 Orang
⬛︎ KUALIFIKASI ⬛︎
・Pria
・Berusia 20 tahun ke atas
・Memiliki fisik yang kuat
⬛︎ DESKRIPSI PEKERJAAN ⬛︎
Menetap sendirian selama 2 hari di properti yang akan kami tentukan di Bekasi. Selama di lokasi, wajib mematuhi aturan berikut dengan ketat:
❶Kunci rapat seluruh pintu dan jendela properti.
❷Dilarang keras membawa perangkat elektronik (Buku, makanan, dan minuman diperbolehkan).
❸Dilarang menyalakan lampu antara pukul 23:00 - 04:00 (Dilarang tidur pada jam tersebut).
❹Bakar dupa pada waktu yang sudah ditentukan.
❺Jika bel rumah berbunyi atau ada panggilan dari luar, dilarang keras keluar.
⬛︎ BARANG YANG DISEDIAKAN ⬛︎
・Senter
・Tasbih
・ Dupa
・ Kamera Video
Batas pendaftaran: 7 Juni pukul 23:00
Bagi yang berminat, silakan email ke:
[email protected]
[CATATAN]
※ Kami hanya akan membalas pesan pelamar yang terpilih.
※ Pekerjaan ini mungkin melibatkan risiko bahaya. Harap dipertimbangkan.
Guys, I was being a gentleman... but some Arsenal fans are getting too comfortable
You finally won the war after 22 years of banter 😂🏆
Now let's start another 50 years of banter about the Big Ears Cup
#ilovethisgame#arsenal#banter
Gareth Evans akhirnya mengonfirmasi "The Raid 3: Ronin" masuk produksi, mengakhiri penantian lebih dari satu dekade.
Berbeda dari dua film sebelumnya, ceritanya tidak berpusat pada Rama, melainkan Goto, bos Yakuza tua yang dikhianati tangan kanannya sendiri lalu melarikan diri ke hutan Jawa Barat, bersekutu dengan seorang matriark mafia (diperankan Christine Hakim) sebelum membalas dendam hingga ke Tokyo.
Iko Uwais dikabarkan hanya muncul dalam satu adegan cameo. Tayang eksklusif 1 April 2027.
Skor orkestranya digarap oleh Hans Zimmer bersama Denny Caknan.
Gue baru aja selesai nonton podcast Bruno Fernandes bareng The Diary of a CEO yg di-upload siang tadi.
Kesimpulannya? Bruno gak layak dijadiin pemain bola panutan.
Gak layak kalo cuma diliat dari sisi itu aja. Ini orang beneran role model as human being in general. Ultra-positive person & such outstanding athlete. Curanggg.
Entah lah, gue ga pernah sebegininya sm pemain Manchester United. Not even Rooney, RvP, Cristiano. Gak ada yg kharisma & aura leader dia bener-bener nyengat banget. Out of the roof.
Satu jam setengah dengerin dia cerita soal masa kecilnya, karier dia as pemain bola sejauh ini, keluarga, dan spell di United.
Ternyata yg bikin Bruno bisa jadi gelandang terbaik di dunia & super kreatif kayak skrg turut ngelibatin standar tinggi yg diterapin bapaknya dulu.
Bisa aja dia bikin hattrick di akademi, tapi pas pulang blm tentu pulangnya dipuji, justru dapet kritik soal room of improvement yg bisa dibenerin lagi.
Tau apa? Itu juga yg dia lakukan as captain di United. Semua pemain, entah lebih senior atau lebih jago, bakalan dia tuntut buat upgrade terus.
Bahkan dia bilang: “Gue ngomong ke temen-temen setim. Hari di mana gue berhenti ngomong sama lo, di mana gue berhenti neriakin lo, itu artinya gue udah ga percaya sama lo lagi. Di mata gue, lo udah ga bisa improve lagi.” Subject 49 & Jancho mungkin paham.
Podcast yg layak buat didengerin United fans. Selain bikin lo makin bersyukur punya pemain kayak Bruno, di gue bikin makin semangat nabung biar bisa nonton dia live di Old Trafford. Please banget 😭
Kalo lagu “The Man I Need” punya Olivia Dean itu ada wujudnya, ya itu lah Bruno.
Nonton!
Ini gue setuju banget sama @jerryarvino
Tiap ngomongin pelatih hebat, top of mind orang langsung ke nama-nama kayak Cruyff atau Guardiola di era sekarang. Pelatih dengan filosofi yang jelas, bisa dijelasin lewat papan taktik, dibedah di buku sepak bola, sampai dijadiin blueprint banyak tim modern. Seolah-olah definisi pelatih hebat cuma itu doang.
Padahal ya gak juga.
Sir Alex Ferguson ada di level yang sama tanpa harus dikenal sebagai pelatih yang super filosofis. Bukan berarti beliau gak ngerti taktik, tapi kekuatan terbesarnya memang bukan disitu. Ferguson hebat karena otoritas yang dia bangun hampir 30 tahun di Man United. Gak ada pemain yang boleh merasa lebih besar dari klub. Dan di era ruang ganti penuh ego besar, melakukan itu tuh luar biasa sulit.
Coba lihat nama-nama yang dia handle: Cantona, Keane, Beckham, van Nistelrooy, Jaap Stam. Karakter besar semua. Tapi pada akhirnya, kontrol tetap ada di tangan Ferguson.
Mourinho juga mirip. Dia bukan tipe pelatih yang identik dengan sepak bola indah atau filosofi romantis. Tapi di medio 2000-an, dia jadi sosok paling ditakuti karena ngerti kalau
Ini gak cuma 90 menit di lapangan doang. Ruang pers juga medan tempur yang mesti dimenangkan. Dia ambil semua tekanan ke dirinya sendiri, ganggu mental lawan sebelum kick-off, dan lindungi pemainnya dari sorotan media. Dan buat gue, itu juga bentuk kehebatan.
Dan benar yang dibilang Bang Jerry, bahwa pelatih hebat itu gak punya satu definisi baku, karena sepak bola juga gak sesederhana itu.
#utdfocusid
“Thank you for everything, not just from me, from the Casemiro Family” 🥹❤️
@Casemiro farewell message to @ManUtd fans ahead of his last game at Old Trafford on Sunday!
Kalau dipikir-pikir, perjalanan fans MU pasca era Sir Alex Ferguson tuh mirip ‘5 stages of grief’.
Awalnya denial: masih yakin ini cuma fase sementara, ‘nanti juga balik lagi kok’.
Lalu masuk anger: tiap dibanter dikit langsung panas, karena ekspektasi masih setinggi era kejayaan.
Ada juga fase bargaining: ‘kalau ganti pelatih’, ‘kalau beli pemain ini’, seolah ada satu solusi instan buat balik ke puncak.
Masuk ke depression: ketika sadar, realitanya nggak segampang itu. Harapan mulai turun, ekspektasi mulai realistis.
Dan akhirnya, acceptance. Di titik ini, lo tetap dukung, tapi dengan cara yang lebih santai. Dibanter? Ketawain aja. Nggak semua hal harus dimakan hati.
Walaupun ya… nggak semua fans sampai di fase terakhir ini. Ada yang masih stuck di anger, ada juga yang udah jadi apatis, dan itu semua valid 😅
🚨Patrice Evra:
“To succeed as a Man United player, you have to be a Chronic Liverpool FC hater. Yes they're our main enemies because of the history of success. We've won more than them but they're close. Chelsea ain't close to us, same with Arsenal”.
- pernah belajar anarkis & nihilis
- deketin yg pny kost biar ga bayar
- playboy mampus
- the god poligami
- ultra nasionalis
- serakah nyaplok papua
- npd
- gila kuasa
- gapunya sikap jelas, main aman (nonblok)
- sinis ke malaysia
apalagi tambahin