Bicara Kepada Prabowo, Pimpinan Gontor: Jika Apa yang Saya Makan Lebih dari Santri, Silakan Didemo
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan komitmen kesederhanaan dan keikhlasan dalam memimpin pesantren di hadapan Presiden Terpilih RI, Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur (19/9).
Di hadapan Prabowo dan ribuan hadirin, Kiai Hasan menegaskan bahwa pimpinan pesantren tidak boleh menikmati fasilitas yang melebihi para santri. Ia bahkan mempersilakan siapa saja untuk mengkritik hingga mendemonstrasinya jika terbukti hidup lebih mewah dari santrinya.
"Saya pengin menyampaikan kepada Bapak Presiden, boleh disaksikan. Kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya, melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, protes boleh," kata Kiai Hasan dengan nada tegas.
Ia kembali menegaskan pernyataan tersebut untuk menunjukkan prinsip kesederhanaan yang dipegang teguh oleh Pondok Modern Gontor sejak awal berdiri.
"Saya ulangi, kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo. Inilah Gontor, inilah Gontor," tuturnya.
Lebih lanjut, Kiai Hasan menjelaskan bahwa jiwa kesederhanaan dan pengabdian tersebut merupakan warisan dari para pendiri pesantren yang telah mewakafkan Gontor dengan penuh keikhlasan.
Level tertinggi ketenangan hidup adalah ketika kamu mencapai fase:
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah.”
(QS. Ghafir: 44 / 40:44)
Kejadian lucu piala pramusim di Kosta Rika.
Keputusan resmi udah keluar ke email klub, dibatalkan karena respon publik disana gak sesuai harapan pejabat, akhirnya keputusannya dibatalkan.
Lucunya email tadi malam dianggap hoaks sama pejabat disana, lucu juga ya mereka itu 😂
Di sidang MK, 30 Juni 2026, dosen Cenuk minta perlindungan:
"Kami mempertaruhkan pekerjaan kami."
Ketua MK Suhartoyo peringatkan langsung:
"Kampus tidak boleh ada dampak negatif ke saksi."
Setelah sidang: penugasan akademik dicabut.
Riset bareng BRIN & MA tidak diakui.
Konferensi internasional harus bayar sendiri.
Doktorat Australia.
Publikasi Scopus.
Reviewer beasiswa internasional.
Kampus tidak intervensi, katanya.