‘Pride Month’ merupakan bulan perjuangan yang patut dirayakan. Ini lima lagu dari musisi kwir yang mengangkat ‘queer joy’ sebagai perlawanan.
https://t.co/KnCiwIZDvR
Doa fasis di Artjog 2026?
Dalam ekshibisi Artjog 2026, terdapat satu ruangan khusus di mana pengunjung dapat menuliskan doa mereka.
Dari banyaknya doa, terdapat beberapa tulisan diskriminatif yang menjadi sorotan beberapa pengunjung yang berhenti di depan instalasi ini.
Apakah tulisan-tulisan ini dibiarkan oleh tim Artjog? Apakah doa-doa ini tulus dipanjatkan? Bagaimana seni partisipatif malah menjadi alat diskriminasi?
Kami mengecam keras segala bentuk tindakan diskriminatif, termasuk pada teman-teman trans dan queer yang mengalami berbagai bentuk serangan dalam beberapa waktu terakhir, juga bentuk-bentuk ableisme!
Semua berkelindan, hak hidup layak untuk seluruh manusia: trans, queer, Orang Asli Papua, masyarakat adat, orang Palestina, Sudan, Kongo, semua kelompok minoritas!
Tanpa terkecuali dan tebang pilih ✊
Kecewanya selalu dobel kalo liat perempuan yang queerphobic. Hak-hak dasar lo sebagai manusia juga diperjuangkan sedemikian rupa, banyak di antaranya oleh lesbians dan transwomen. Terus bisa-bisanya sekarang ikut-ikutan opresif ke mereka. Gak tau diri banget.
Treat every day as if it belongs to you, because it does. But when the calendar returns to the day that first carried your breath into the world, let yourself linger there for a while. It is the quiet anniversary of every version of you that has ever existed. Happy birthday.
Queer Cinema for Palestine collective screening will take place in Yogyakarta on June 21, 2026 featuring 6 short films alongside public discussion.
Registration is now open through: https://t.co/Dexyup01ZS
yang serem dari waktu itu adalah kita gak bisa notice kapan tepatnya kita berubah, kapan tepatnya rutinitas baru yg kita adopsi menjadi ‘normal’, kapan tepatnya kebiasaan lama berangsur kita tinggalkan, semua serba gradual dan bertahap, seolah kita diseret tanpa izin, tanpa sadar
jujur nangis☹️
i couldn't get these words out off my head especially the choice of the sentence "dan bahagia" as the title, HITS TOO FUGGIN HARD EUGH!! 20 minutes feels like a long griefing and sighing of a mankind, call me over exaggerate but if i were in that shoes I'm beat☹️
mau lu adhd, bipolar, fatherless, abandonment issue, atau trauma apapun, ga ada orang yang wajib handle itu kecuali lu sendiri. stop romantisasi trauma sampe jadi excuse buat ngerusak hidup orang lain.
semua orang punya trauma. tapi bukan berarti lu boleh trauma dumping ke orang lain trus ngarep mereka heal lu. sembuhin diri lu, jangan malah jadi villain pake shield ‘aku trauma’.
sorry to say kalau terkesan kasar, tapi literally ga semua orang punya kapasitas buat nerima energi toxic lu. heal in silence, jangan bikin korban baru cuma karena lu males healing, trauma lu bukan lisensi buat bikin orang lain trauma. tapi semoga apapun yang buat kita trauma tidak menciptakan korban-korban baru di dunia ini yaa! Periodt.
Dari sini munculah diskursus mengenai penggunaan lirik misoginis dan objektifikasi perempuan di track-track skena rap indo.
and here is my take : kritik terhadap lirik misoginis harus tetap relevan karena musik bukan ruang yang netral.
[DAN BAHAGIA SHORT FILM RELEASE 🎂]
Kayak tahun lalu, Pride Month ini aku ngerilis film pendek lagi! Kali ini, Dan Bahagia (Int. Title: Closeting), film pendek queer pertamaku. Yuk, tonton di sini:
https://t.co/WASC1KCatI
Filmnya cuma tersedia sampai 30 Juni, jadi buruan!
Share pendapat teman-teman juga, ya di sini atau di Letterboxd! 👉 https://t.co/n8pioTRXLt
HAPPY PRIDE MONTH! ❤️🌈🍿🫶