Sebagai salah satu admin di Klub Baca Matahari, komitmen kami dalam membangun sebuah ruang aman dan inklusif akan selalu kami jaga dan tegakkan. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan dalam bentuk apapun dalam Klub Baca kami. Dan kami akan selalu berusaha untuk menepati komitmen-
Kami masih geram, mangkel, moreng-moreng, maka di hari minggu besok kami akan membicarakan penggusuran lapak baca dan ruang publik oleh cafe estetik ala ala ini. Minggu siang besok di pekan buku sruntul. Gass!
Riau kebakaran hutan berminggu minggu harus nunggu anggaran cair baru bisa bikin hujan buatan. Ini klen bikin hujan buatan biar daerah banjir & mobilitas lumpuh keknya gampang kali. Kontol
Operasi sabotase nih, sepertinya didanai koruptor atau asing. Ada banyak kesaksian yang menyebut orang-orang perusak ini baru datang dan diturunkan dari kendaraan berjenis TRUCK. Setelah tiba mereka langsung memulai perusakan.
1) CCTV dimatikan
2) Tiba-tiba ada berita pembakaran di TV, padahal KPI liris larangan siarin.
3) Api sebesar itu pakai bahan bakar apa? Bisa beli bensin pake jerigen sekarang?
4) Yang dibakar fasilitas umum, siapa yang diuntungkan? Pendemo juga gak untung dari situ.
Kalau sampai ada demo besar berikutnya, kita sdh tahu playbook acab alihkan fokus dgn membakar fasilitas umum.
Mungkin jika ada demo besar lagi, masy sipil perlu bikin relawan & satgas #JagaHalte.
Jam rawannya udah tahu, modusnya juga. Jg model2 pelakunya.
Random convo dgn supir taksi hari ini. Pas soal Halte TJ kebakar, supir taksi nyeletuk, “itu yang bakar sudah pasti orangnya polisi.”
Mulai jadi pengetahuan umum ya tentang siapa yg suka bakar2 halte 😅
Repost: Ingat, kerusuhan Mei 98 DIGERAKKAN provokator. Jangan mau diprovokasi, jangan mau disetir. Rakyat bukan wayang, jangan seakan punya jabatan berhak jadi dalang.
Ini halte kan depan Polda ya?
Gue ulang. DI DEPAN POLDA METRO JAYA yang kemaren rekannya Brimob itu abis ngelindes ojol sampe meninggal dunia.
KOK BISA-BISANYA HALTE DEPAN POLDA DIBAKAR DAN GAK ADA TINDAKAN DARI POLISI?
Jadi jawabannya apa? Operasi intel dan framing.
Your enemy is not Javanese, Tionghua, Sundanese, Dayak, Batak and whatever ethnicity. Your enemy is not Catholicism, Protestant, Muslim, Buddhism, Kong Fu Cu, Hinduism and other religions.
Your enemy is those elites on the top. Unite in diversy - Bhinneka Tunggal Ika.