Ga cuma umat Katolik, semua org.
Senin bareng2 tutup rekening BNI.
Yg karyawan tutup rekening koran.
Yg pengusaha pindahin Payroll.
Yg investor, cabut dari BIONS.
Yg trader, lepas semua BBNI.
Yg nyicil rumah, oper kredit.
Mulai Senin.
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas.
Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Seskab Teddy sebut nama Kaisar & Putera Mahkota Jepang kyak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan.
Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih?
Pdhal dlm dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi; ia bahasa penghormatan antarnegara.
Mengabaikan gelar resmi kepala negara asing, terutama monarki dgn sejarah panjang sprt Jepang, merupakan bentuk kecerobohan komunikasi yg sangat serius & memalukan.
Kaisar Jepang: His Majesty (HM) Emperor Naruhito (Yang Mulia Kaisar Naruhito). Di Jepang, beliau juga disebut sebagai Tenno Heika.
Putra Mahkota Jepang: His Imperial Highness (HIH) Crown Prince Akishino (Yang Mulia Putra Mahkota Akishino)--tidak dipanggil lagi nama lahirnya: Fumihito.
Penggunaan nama langsung terhadap simbol tertinggi negara sahabat oleh seorang Seskab adalah cermin dari dangkalnya literasi diplomatik.
Sebagai pejabat tinggi yg melekat pada lingkar utama kekuasaan, Seskab Teddy seharusnya memahami bahwa setiap kata yg keluar dari mulutnya membawa beban representasi negara.
Menyebut nama Kaisar Naruhito tanpa embel-embel "Yang Mulia" bukan sekadar menunjukkan keakraban yg dipaksakan, melainkan arogansi linguistik yang memalukan.
Di panggung internasional, ketidakmampuan membedakan cara bicara di warung kopi dgn forum kenegaraan adalah sinyal ketidaksiapan mental & intelektual dlm mengemban tugas birokrasi tingkat tinggi.
Tindakan ini merendahkan marwah diplomasi Indonesia & mempertontonkan defisit etika yg nyata.
Jika seorang Seskab gagal menguasai tata krama dasar protokoler, hal itu memberikan kesan bahwa pemerintahan kita dikelola oleh individu yg tidak menghargai kedaulatan budaya bangsa lain.
Diplomasi menuntut presisi, bukan sekadar gaya; dan dalam kasus ini, Seskab Teddy telah gagal memberikan rasa hormat yg menjadi hak dasar mitra internasional kita.
MASIH JADI TOP TIER OBAT BATUK MENURUT AKU💯
efeknya tuh BEDA BGT sih… tenggorokan langsung adem, suara ga serak, dan yang paling penting cepet bgt reda nya!!
seriusan heran healing speednya ga masuk akal😭
Oil prices are down, interest rates are down (the slow moving Fed should cut rates!), food prices are down, there is NO INFLATION, and the long time abused USA is bringing in Billions of Dollars a week from the abusing countries on Tariffs that are already in place. This is despite the fact that the biggest abuser of them all, China, whose markets are crashing, just raised its Tariffs by 34%, on top of its long term ridiculously high Tariffs (Plus!), not acknowledging my warning for abusing countries not to retaliate. They’ve made enough, for decades, taking advantage of the Good OL’ USA! Our past “leaders” are to blame for allowing this, and so much else, to happen to our Country. MAKE AMERICA GREAT AGAIN!
🟡 HAPPENING NOW: Police are cracking down on protests in Jakarta and other parts of Indonesia, where people are demanding the repeal of a controversial military law. In the capital, crowds have once again gathered outside the national parliament. Reports say officers have searched and disbanded street medics and damaged medical supplies. Water cannons were used against demonstrators.
Protesters also report that plainclothes intelligence agents are carrying firearms. Police have begun dispersing the crowd, arresting several people as tensions escalate. The law, passed behind closed doors, allows active-duty military officers to hold civilian posts across key state institutions.