Analogi-nya
cita-cita sejak dulu ingin memiliki sebuah benda cuma itu saja pada akhirnya tercapai di saat dewasa tapi barang itu tidak lagi ori
apakah kita senang mendapatkan atau keterpurukan karena sudah menjadi bekas
Terasa sangat sakit tapi tidak bisa di ekpresikan, mungkin juga terasa sangat sakit jika bisa melepaskannya.
sial, kutukan lagi kah ini dengan tema berbeda.
ya sudahlah aku akan berpegangan pada takdir sambil menari liar
Dengan kondisi tertawa tanpa bantuan adiktif, tibaโ aku kembali teringat hal yang tak ingin sekali memikirkanya. dengan santai ku menikmatinya lalu kesadaran memicukan otak yang ingin bertengkar dengan hati namun aku diam sampai bumi yang ingin menenggelamkan-ku.
Alam yang memberitahu dengan kodenya
dan doa yang aku lantarkan dengan setulus hati, aku tahu jawabannya namun kaki tidak bisa melangkah
aku lumpuh dengan semangat yang patah tapi aku ingin tetap disini dan menyerap bersama penderitaan sambil menari atas kebodohan
Tidur yang tak lagi nyenyak seakan aku kembali lagi pada fase depresi junkies tolol
terganggu oleh isi pikiran dengan bingkisan sedikit robek, gelap menjadi teman malam tempat bercerita, aku telan dengan nafsu yang egois
biarpun jalan ini salah aku tidak akan putar arah.
Kebodohan dalam kejanggalan yang brutal ditambah lagi dengan ambigu paradoks, aku tersesat dalam hegemoni hati, aku terus berkamuflase dalam ketidakpastian, keadilan dalam keindahan manipulatif.
otak yang berisik yang mengalahkan musik hardcore aku tak lagi santai pada akhirnya.
Dalam sela kebencian masih ada kesukaan yang dulu tertunda untuk didapatkan
resiko dalam semua konteks finansial, tapi sedikit banyaknya ambigu dalam mindset paradoks aku terpatahkan tumpukan kebodohan
Entah ini akan menjadi akhir perjalanan atau pemanis jalur kehidupan
Kenapa aku disini
seperti terjebak dalam lorong waktu, mata yang tak lagi sayu, senyum yang penuh palsu seakan skenario jelek mengarah lagi dalam kehidupan ini.
aku ingin terbang lagi namun amorfati mengajak tengelam bersamanya dalam kegelapan kerusakan yang penuh hampaan.
Sial ini arahnya kemana, semua jalan gelap
malam tak lagi tenang, siang yang menyebalkan otak bertengkar, hati ambur radur sedangkan jiwa bingung antara senang dan keterpurukan.
aku masih ingin menari dengan skema berkamuflase seakan takdir mengarahkan ke jalur yang sedikit suram
Masyarakat aceh dipukul mundur oleh aparat Negara yang melakukan aksi solidaritas tentang terjadinya bencana yang ada di aceh, ini mutlak kesalahan prabowo bukan bantuan yang dikirim tapi ratusan aparat dikerahkan.
Negara si alan!
Kondisi tenang merusak kesenangan
seekor gagak membawa kabar yang emosional
air yang jernih diharuskan keruh dengan kawanan kotoran, kebersihan harus dijilat ditempat usang dan karat
aroma yang dihirupkan menjadi sakau dosis yang dangkal.
kutuklah aku dengan mantra-matra taikmu.