@LambeSahamjja Halah halahhhhhh, gitu lagi yg dijual.
Pemain timnas itu juga nasionalisme dan berjiwa merah putih.
Petani juga punya nasionalisme dan merah putih.
Apalagi anak SD, merah putih
Senior di kantor lama gue sengaja "didepak" secara halus lewat alasan restrukturisasi. Padahal dia udah 6 tahun di sana dan gajinya Rp16 juta. Bosnya dengan bangga bilang ke manajemen kalau dia berhasil bikin "efisiensi budget besar-besaran". Posisi senior itu digantiin sama 3 anak fresh graduate sekaligus yang masing-masing digaji Rp4 juta. Logika bosnya: "Daripada bayar 1 orang 16 juta, mending bayar 3 orang cuma 12 juta. Dapet 3 pasang tangan, lebih hemat 4 juta!"
Bulan pertama, bosnya makin jemawa. Dia ngerasa keputusannya jenius banget karena ruang kantor keliatan lebih ramai dan sibuk. Tapi bosnya lupa satu hal krusial: senior yang didepak itu bukan cuma sekadar "ngetik & bikin laporan", tapi dia yang pegang seluruh relationship dan kalkulasi proyek sama client utama perusahaan. Tiga anak fresh grad ini dilepas begitu aja tanpa ada SOP yang jelas atau masa handover yang memadai.
Masuk bulan kedua, masalah besar langsung meledak. Salah satu fresh grad ditugasin bikin quotation penawaran harga buat project tahunan client terbesar kantor (nilai proyek miliaran). Karena gak paham detail kompensasi vendor dan rumus diskon tersembunyi yang biasa dihitung si senior, dia salah masukin angka desimal di dokumen penawaran.
Gak cuma itu, dua fresh grad sisanya tumbang kena mental & burnout karena di-bully bos tiap hari pasca kejadian salah hitung itu. Keduanya kompak nyerahin surat resign dalam kurun waktu seminggu. Dalam sekejap, divisi itu kosong melompong, project terbengkalai, dan kantor terancam denda penalti ratusan juta dari client.
Bos yang tadinya sombong langsung panik setengah mati. Dia nekat nelpon mantan senior yang udah di-PHK tadi. Dengan wibawa yang dipaksakan, si bos minta senior itu buat "bantu beresin kekacauan project demi hubungan baik antaralumni perusahaan". Senior itu cuma ketawa di telepon dan bilang: "Boleh Pak, tapi saya masuknya sebagai Konsultan Eksternal ya. Tarif saya Rp2,5 juta per jam."
Minta Bayarannya Didepan, Sebelum Kerjaan Dilakukan dan Minimal untuk 2 hari Kerja........
Jangan Sampai DIKIBULIN LAGI.....
🤣🤣🤣🤣🤣
Karena posisi terdesak dan diancam gugatan hukum sama client, kantor terpaksa nyetujui tarif konsultan itu. Dalam waktu 4 hari kerja audit & perbaikan, kantor harus bayar total puluhan juta ke mantan karyawannya sendiri—jauh lebih mahal dari gaji bulanan dia dulu. Bos yang mengagungkan "efisiensi budget" itu akhirnya dipanggil direksi utama buat evaluasi jabatan.
Akhirnya kantor sadar, memotong gaji memang gampang di atas kertas Excel, tapi menggantikan pengalaman, skill, dan kecermatan itu gak murah. Pelajaran penting: Jam terbang dan pengalaman itu gak bisa digantikan cuma dengan menambah jumlah kepala. Quality always beats quantity!
cc : fiona_rismah
Syaikh Nuruddin al-Raniri (1634 - 1644) pernah menulis kitab, dan di sana tertulis (pic-1):
"Tiada TUHAN yang disembah hanya Allah"
Ada apograf yang ditulis 1794, tertulis (pic-2):
"Segala puji bagi Allah, TUHAN yang menjadikan sekalian alam"
Uniknya gambar kedua ini mengisahkan tradisi halalbihalal di kabupaten Jepara, di era Pangeran Kemuning (c. 1498), menantu Sunan Ampel (1481).
Jadi, kata "Tuhan" itu sudah ada lebih awal, jauh sebelum Leijdecker menginjakkan kaki ke Nusantara.
😊
@ardisatriawan Prioritas pemerintah saat ini :
1. Yang penting kenyang
2. Semua harus loreng.
Pendidikan bukan prioritas, kecuali pendidikan yg loreng bisa masuk
@tempodotco Dulu pernah ada opspek kampus dan ada yg meninggal 1 orang, dan opspek dihentikan serta ada panitia mjd tersangka.
Tp saat ini mmg beda, ada yg meninggal dan hny diklarifikasi