I keep on revisiting this. You might not realize the depth of what he said. In urdu poetry, there is a concept where poets view God as a lonely being, so lonely that He created free willed humans for company. Loneliness is a Godly trait & whoever enters its realm meets God there
Saking korupsnya, sampe warga ga tau kalo plat nomor kendaraan bisa registrasi sekali saja. Saking korupnya, sampe warga menganggap wajar saja bayar 2x untuk 2 SIM yg berbeda atas nama pengemudi yg sama. Saking korupnya, sampe warga bisa sebodoh itu dan penentu regulasi diam saja
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Gue inget kata dosen gue pas di kelas psikopatologi. Kurang lebih intinya:
Istirahat, leisure activities, ngejalanin hobby non profit, itu bagian dari produktifitas. Karena kita kasih ruang buat badan dan pikiran berhenti sejenak untuk ngimbangin semua kegiatan yg melelahkan
pak faiz tadi ditanya audiens: “apa kalimat yang tepat, yang pengin didengerin orang2 yang lagi berduka?”
dijawab: “gak ada. gak perlu. mereka gak butuh itu. diam saja. kalau mau membantunya, pastikan aja kalau kamu selalu ada.”
Karena dollar makin kuat,
List yok pekerjaan freelance apa aja yg gajinya dollar :
1. Creator capcut
2. Bigo Live
3. Penulis Fizzo
4.
5.
Yok +62 saling bantu
Claude + Higgsfield MCP + Virality Predictor + Ad Reference = SOTA Content Factory
> Drop your top videos into Ad Reference via MCP
> Agent recreates the format. No prompting
> Virality Predictor scores each output
> Schedule the loop. Wake up to a compounding pipeline
Maka dari itu sebetulnya istilah "it takes a village to raise a child" bukan cuma sebagai jargon atau kalimat semata.
Nyatanya emang seperti itu. Butuh satu desa (secara literal), alias satu society buat "parenting".
Coba berkaca. Society seperti apa yang sekarang tengah kita lakukan?
Izin cerita dikit, tahun lalu sempet nganggur beberapa bulan, sedih market job di indo seseret itu.
Syukur syukur dpt offer, tembus interview aja jarang. Padahal udah apply sehari lebih dari 50x
Ada satu keisengan, gw buka portal job trs setting job location yang basednya di Singapore.
Gw apply banyak banyak juga, eh banyak yg ngajakin interview, bahkan tembus sampe offering letter.
Alhamdulillah sekarang udah dapet job yang remote-based, tp tetep punya kantor di Jakarta. Bos gw orang Singapore baik bgt ngutamain WLB, USD salary pula.
Ini kata Mas Hanif bener, ternyata perusahaan LN emang banyak orang Indo yg di hire tp mostly kita emg gatau aja caranya.
Sekarang udah berhenti berharap sama job marketnya Indo sejak you know lah.
Teruntuk admin2 medsos corporate, ga semua kejadian bisa lo jelasin dengan konten bercandaan atau yg terkesan ga serius ya. Konten lu viral, tapi esensi ga masuk, pesan ga tersampaikan, buat apa?? Percuma bayar medsos strategis kalau kek gini aja ga paham.
Kenapa dengan Mengubah Kata-Kata saja Bisa Hemat Rp 200 Miliar?
Kedengarannya aneh, ya? Masa iya cuma karena kata dihapus, uang ratusan miliar rupiah bisa diselamatkan. Tapi ini beneran terjadi, dan ada alasan logisnya.
Kuncinya ada di konsep "dana siluman". Istilah untuk anggaran yang dialokasikan tapi nggak jelas peruntukannya, sehingga gampang diselewengkan.
Bayangin kamu dikasih anggaran Rp 100 ribu "untuk pengembangan diri". Kamu bisa pakai buat apa aja, kan?
Nonton bioskop pun bisa dimasukkan sebagai "pengembangan". Tapi kalau catatannya "beli buku pelajaran Matematika", sudah jelas tujuannya dan nggak bisa ditarik ke mana-mana.
Nah, itulah yang terjadi di anggaran pemerintah.
Menurut Bu Susi, alokasi dana di dokumen kerja dan anggaran memang sengaja disamarkan dengan kata-kata bersayap supaya bebas dipermainkan. Kata "penguatan kapasitas nelayan", misalnya, bisa mencakup banyak hal, mulai dari pelatihan sungguhan sampai biaya perjalanan fiktif yang nggak ada hubungannya.
Kata yang Gak Jelas = Celah Korupsi
Ini bukan cuma masalah di satu kementerian. Dalam penyusunan anggaran, sering disusupkan program-program "siluman" karena tidak ada yang mengawasi secara ketat dan prosesnya kerap hanya bersifat formalitas.
Lebih parahnya lagi, kebocoran keuangan negara dari sisi belanja diperkirakan mencapai 30 persen dari APBN, dan salah satu sumber utamanya adalah korupsi yang melibatkan pengusaha, birokrasi, hingga legislatif.
Kata-kata yang gak jelas adalah salah satu "pintu masuk" kebocoran itu. Karena ketika tidak ada standar jelas, susah juga buat auditor untuk membuktikan bahwa anggaran yang dipakai salah.
Apa yang Bu Susi lakukan sebenarnya sederhana tapi powerful, yaitu mempersempit ruang abu-abu. Kalau anggarannya bilang "beli 500 jaring ikan seharga Rp X", semua orang bisa periksa apakah jaring itu benar-benar dibeli, berapa harganya, dan siapa yang nerima.
Transparansi bahasa = transparansi uang..
Kata-kata bersayap bisa membawa uang APBN ikut terbang. Dengan mengganti kata, kita mematahkan sayap itu, dan uang rakyat pun tidak bisa kabur lagi.
sepertinya sepele, tp sengaruh itu loh penggunaan kata dlm birokrasi 😂
bu susi tau banget ini, dulu pas jd menteri pernah melarang penggunaan "kata-kata bersayap".
dg konsep susinisasinya yg to the point, beliaw bisa menghemat 200 miliar hanya dari efisiensi kata-kata 😱😄 👍
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲