📢BREAKING🚨
European Parliament resolution of 21 May 2026 on the cases of human rights and environmental defenders Andrie Yunus and Muhammad Rosidi in Indonesia.
For the first time after 10 years, the EU Parliament has passed a resolution in regards to human rights issue in Indonesia, specifically on the Case of Acid Attack Against @KontraS Deputy Coordinator Andrie Yunus and Environmental Activist from Bangka Belitung Muhammad Rosidi.
The Uni Eropa parliament also calls the Indonesian Government @Kemlu_RI for a swift, thorough, transparent and independent investigation to both attacks.
🔗Full version of the document
https://t.co/chC0iIkODo
Pelaku dari Dantim BAIS TNI.
Mandat utamanya alat pertahanan negara, tapi malah jadi kriminal jalanan.
Pd akhirnya, 4 manusia ini akan diadili via pengadilan militer. Lalu bikin alasan2 patriotis. Hukuman ringan saja. Dan tidak akan pernah terungkap siapa dalangnya.
Klise.
"Mau ngelakuin adegan dewasa nggak?" ucap bu Sari begitu kami sampai di depan pintu kontrakannya.
"Tapi aku belum pernah..." ujarku gugup dan ragu.
"Udah gapapa. Nanti ibu ajarin sampe bisa." ia meraih tanganku, mencoba meyakinkanku.
"Ayo, ga usah takut. Malu loh, kalo ga bisa," ucapnya setengah memaksa sambil tanganku ditariknya.
Jujur, baru di umur segini ada yang mengajakku melakukan hal seperti ini, sama cewek yang lebih tua lagi. Aku ragu, takut, tapi deep inside ada rasa penasaran juga. Kalo bukan sekarang, kapan lagi coba, pikirku. Apalagi ada yang mau ngajarin.
*
"Pertama buka ini dulu. Nah, terus masukin di sini. Bukan... bukan di situ, agak bawah dikit," dengan telaten bu Sari mengajariku.
Aku melakukan semua yang diperintahkannya. Step by step. Setengah jam terlewat tak terasa, dan kami hampir tiba di penghujung cerita.
"Gimana, lega kan sekarang?" ucap bu Sari sembari tersenyum manja.
Aku melihat ke luar jendela. Kutarik nafas panjang dan berkata lirih, coretax anjing.
The graves of the 165 schoolgirls and teachers massacred in the Israeli-American attack on an Iranian elementary school. This image will be engraved in our memories for generations.
Imagine if Iran bombed Washington and killed students in schools, what would you call it? Terrorists
The U.S. and Israel bombed Tehran and killed students in schools. Why do you call it a "pre-emptive strike"?
Bombing a school is a war crime under international humanitarian law
Lagi-lagi soal Kapitil
Saya nulis ini sebenarnya sambil agak emosi (akan saya jelaskan).
Kok bisa2nya entri kata seperti "kapitil" masuk KBBI. Di lain pihak, ini sebenarnya tidak mengejutkan karena dalam beberapa tahun terakhir ini KBBI mulai sembarangan memasukkan kata ke dalam KBBI, mungkin karena mengejar target. Semuanya ini dimulai karena nafsu mengejar jumlah kosa kata supaya "bisa disejajarkan" dengan bahasa-bahasa besar di dunia.
LIhat: https://t.co/bBAXKNaXnq
Tahun 2024 mereka ditarget untuk menambah 80.000 lema, mengejar target 200.000 lema. Saya kira target ini bisa jadi dijadikan semacam KPI bagi Badan Bahasa yang mengampu KBBI. Jadilah segala macam kata hantu belau dimasukkan ke dalam KBBI, termasuk yang terakhir ini: kapitil.
Bagaimana sesungguhnya sebuah kata bisa masuk KBBI? Mengacu pada sebuah artikel yang ditulis oleh Badan Bahasa sendiri (https://t.co/xI2qlolFwR), syaratnya ada lima. Mari kita lihat satu per satu.
1. Unik. Belum memiliki makna dalam bahasa Indonesia. Oke, boleh, dengan syarat jangan ngarang, dan jangan maksa. Kita sudah punya lema kapital untuk huruf besar, dan nonkapital untuk huruf kecil, ada juga onderkas, mungkin mirip seperti lowercase, sebuah kata lama peninggalan dari Belanda. Jadi, apakah kita butuh kapitil? Tidak.
2. Eufonik. Enak didengar. Ini keluhan yang paling banyak saya dengar saat orang berkomentar tentang kapitil. Apaan tuh? Kok bunyinya seperti ... (you know what I mean). Jadi syarat ini udah jelas-jelas dilanggar.
3. Seturut kaidah bahasa Indonesia dalam pembentukan kata. Saya pikir syarat ini kurang relevan
4. Tidak berkonotasi negatif. Lah, justru ini yang paling parah. Soalnya mirip dengan .... (you know what I mean)
5. Kerap dipakai. Memang, untuk membela diri, Badan Bahasa memasukkan entri kapitil sebagai ragam cakap, alias nonformal. Pertanyaan saya, dalam percakapan di mana muncul kata kapitil ini? Perasaan gak pernah dengar dan lihat. Ternyata jawabannya ada di sebuah artikel di detik: https://t.co/ke53Kz1BJI
Kata ini berasal dari joke internal di Badan Bahasa. What?Joke internal boleh dimasukin kamus? Kalau begitu kenapa lema anjir, jancuk, dan cabe-cabean yang bahkan pemakaiannya jauh lebih luas tidak dimasukkan? Karena belum diusulkan masyarakat? Jawaban macam apa itu.
Ini hanya menunjukkan satu hal. Badan Bahasa memegang cek kosong untuk memasukkan kata ke dalam KBBI secara semena-mena. Mereka bahkan melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Bayangkan, joke internal kantor, yang tidak dikenal masyarakat luas bisa masuk kamus. Saya menyebutnya dengan istilah otoritarianisme bahasa, atau fasisme bahasa (grammar nazi, everyone).
Sebagai penutup, saya mau cerita sedikit. Saya dulu pernah bersurat kepada redaktur KBBI perkara lema "batalion". Menurut saya, seharusnya yang masuk kamus itu adalah "batalyon", seperti yang umum dipakai oleh TNI. Kok KBBI tidak mengikuti pemakaian umum melainkan ngarang sendiri. Surat saya dijawab sederhana: bentuk bakunya adalah "batalion", tanpa membuka ruang diskusi. Kalau bukan fasis, apalagi namanya.
(Update terakhir, kata "batalyon" dimasukkan sebagai varian dari "batalion")
Bahasa adalah milik bangsa, milik pemakainya, bukan milik Badan Bahasa. Dengan memasukkan entri secara serampangan, Badan Bahasa sesungguh sudah merusak bahasa Indonesia. Ingat, "Bahasa Mencerminkan Bangsa." Mungkin rusaknya bangsa kita memang tercermin dari rusaknya bahasa Indonesia.
Beberapa hari lalu saya melihat postingan IG @studisejarah ada foto Bung Karno sedang menari dengan seorang perempuan di Istana Cipanas tahun 1963 Saya perhatikan fotonya baik-baik, ada wajah yang raut mukanya saya kenal. Siapakah penari itu?
Arsenik Sebagai Racun dan Obat
Hari ini dalam sejarah, 7 September 2004, Munir Said Thalib, aktivis HAM serta pendiri KontraS dan Imparsial, tewas di angkasa Eropa. Ia meninggal diracun dengan arsenik saat dalam perjalanan menuju Belanda.
Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda yang sedang cuti, dihukum 14 tahun penjara karena terbukti membunuh Munir. Hakim menyatakan Pollycarpus menaruh arsenik dalam makanan Munir karena ingin membungkam pengkritik pemerintah tersebut. Pollycarpus bebas tahun 2018.
Mayjen TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono, mantan Danjen Kopassus dan wakil ketua BIN, ditangkap dan diadili karena diduga sebagai otak pembunuhan Munir. Namun, Muchdi divonis bebas oleh pengadilan. Muchdi kemudian bergabung dengan Partai Gerindra, PPP, dan kini ketua umum Partai Berkarya yang sebelumnya dipimpin Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Sepanjang sejarah, arsenik telah banyak digunakan untuk menyingkirkan orang lain. Arsenik digunakan sebagai racun karena sifatnya tak berbau dan tak berasa. Selain itu, keracunan arsenik sulit dideteksi karena gejalanya mirip keracunan makanan. Mereka yang terpapar racun ini akan mengalami diare parah, muntah, kelumpuhan, hingga kematian.
Di samping sebagai racun, arsenik juga pernah digunakan oleh Amerika Serikat sebagai senjata kimia. Selain itu, sejak zaman kuno arsenik dimanfaatkan sebagai obat untuk mengobati berbagai penyakit.*
Baca artikel selengkapnya https://t.co/wFVQ94Lqjv
📷Munir Said Thalib di LBH, 1990-an. (Wikimedia Commons).