Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Gempa ini turut dirasakan Flores, termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Selain itu, sejumlah bangunan juga dilaporkan rusak. Dari data yang diterima kumparan di lapangan, gempa ini mengakibatkan Bandara Udara Frans Sales Lega atau Bandar Udara Ruteng mengalami kerusakan. Tampak bagian panel atap bandara berjatuhan.
Di Labuan Bajo, guncangan terasa cukup kuat hingga membuat warga dan wisatawan panik. Sejumlah warga dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Dampak gempa juga mulai terlihat pada sejumlah bangunan. Hotel Jayakarta Labuan Bajo, misalnya, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian lobi. Plafon lobi ambruk, sementara sejumlah bagian tembok mengalami retakan. Sejumlah tamu hotel terlihat berhamburan keluar bangunan saat gempa terjadi.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat disebut mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat laporan sejumlah rumah warga roboh akibat kuatnya guncangan.
Sementara itu, di Ruteng, Kabupaten Manggarai, bangunan kampus Unika Santu Paulus juga dilaporkan mengalami kerusakan. Dinding salah satu gedung kampus disebut ambruk.
Salah seorang warga Labuan Bajo, Erwin, mengatakan warga langsung panik saat merasakan kuatnya guncangan.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | vidol | R073 | E099
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Karena lagi banyak kasusnya, saya cuman mau kasih tau ya berdasarkan ekspertis saya, kalo anak keracunan makanan walaupun cuman sekali, ancamannya serius bisa sampai merusak perkembangan otak anak. Ukuran tubuh anak yang kecil, laju metabolisme yang kencang, dan sawar darah otak yang masih berkembang, membuat paparan racun saraf (neurotoksin) atau kuman dari makanan beracun tadi bisa lebih mudah masuk dan bisa merusak otak yang kalo ternyata amit2 parah akan menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang, masalah perilaku, hingga keterlambatan perkembangan anak. Jadi tolong ya jangan jahat2 sama anak, jangan diracunin mereka. Punya hati sedikit jadi manusia jangan bikin setan minder sama kelakuan jahatmu hai orang serakah iblis goblok laknat asolole. Terima kasih. 🙏🏻
#Indonesia: We are following closely the spate of violence in the context of nationwide protests over parliamentary allowances, austerity measures, and alleged use of unnecessary or disproportionate force by security forces. We stress the importance of dialogue to address the public’s concerns.
The authorities must uphold the rights to peaceful assembly and freedom of expression while maintaining order, in line with international norms and standards, in relation to the policing of public assemblies. All security forces, including the military when deployed in a law enforcement capacity, must comply with the basic principles on the use of force and firearms by law enforcement officials.
We call for prompt, thorough, and transparent investigations into all alleged violations of international human rights law, including with respect to use of force.
It is also important that the media is permitted to report on events freely and independently.
➡️ https://t.co/kQoQOPwSRu
Teruntuk teman-teman semua yang sedang gelisah dengan kondisi negara. Tak usah menuntut DPR untuk mengesahkan UU Perampasan aset dalam setahun ke depan kalau Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor belum direvisi, dan tidak ada reformasi penegakan hukum ke depannya.
Akademisi dan mantan ketua KPK sering bicara UU Tipikor ini problematik.
Mohon jangan berikan senjata baru lagi bagi kekuasaan untuk mempolitisasi korupsi seperti yang dialami Tom Lembong.
Seminggu kedepan bakal ada operasi bakar gedung, 1 gedung lagi kebakar maka mission accomplished, akan gampang menarasikan situasi tak terkendali dan butuh intervensi militer
Playbook 98
Player 98
Jangan sampai hasilnya sama dengan 98
Saling jaga, sampai menang
Pemerintah berencana mengalokasikan anggaran pendidikan 'terbesar dalam sejarah', Rp757,8 triliun dalam Rancangan APBN 2026.
Tapi anggaran pendidikan ini belum mengarah pada kesejahteraan guru, menurut Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). https://t.co/NlKrO7coc4
Call for International Attention!
This evening, @KontraS along with the Civil Society Coalition, expressed our strong objection to the continued discussion of the problematic and non-transparent revision of the TNI Law.
The TNI Bill contains problematic provisions that threaten democracy and human rights. Its revision risks undermining military professionalism and reviving the TNI’s Dual Function, allowing active military personnel to hold civilian positions—potentially leading to civilian exclusion, increased military dominance, and dual loyalty.
#TolakRUUTNI!
Siaran Pers YLBHI
Upaya Menghidupkan Dwi Fungsi Melalui Revisi UU TNI: Mengkhianati Amanat Reformasi, Membahayakan Demokrasi, Negara Hukum serta Ancaman Serius Bagi HAM
YLBHI dengan tegas menolak revisi UU TNI yang akan melegitimasi praktik dwifungsi ABRI dan membawa Indonesia ke rezim Neo Orde Baru. Kami memandang bahwa usulan revisi UU TNI bertentangan dengan agenda reformasi TNI yang semestinya mendukung TNI menjadi tentara profesional sebagai alat pertahanan negara sebagaimana amanat konstitusi dan demokrasi. DPR RI dan Presiden melalui usulan revisinya justru akan menarik kembali TNI kedalam peran sosial politik bahkan ekonomi-bisnis yang dimasa Orde Baru yang terbukti tidak sejalan dengan prinsip dasar negara hukum dan supremasi sipil serta merusak sendi-sendi kehidupan demokrasi.
Selain itu, revisi UU TNI justru akan mengancam independensi peradilan dan memperkuat impunitas/kekebalan hukum anggota TNI. Jika hal ini dibiarkan akan berdampak serius pada suramnya masa depan demokrasi, tegaknya negara hukum dan peningkatan eskalasi pelanggaran Berat HAM di masa depan.
Selain pembahasannya yang tertutup dan nir partisipasi bermakna dari publik, YLBHI juga mencatat adanya 4 hal bermasalah dalam substansi RUU TNI:
1. Memperpanjang masa pensiun, menambah persoalan penumpukan perwira Non Job dan Penempatan Ilegal Perwira Aktif di Jabatan Sipil;
2. Perluasan jabatan sipil yang dapat diduduki oleh perwira TNI aktif, Mengancam Supremasi Sipil, Menggerus Profesionalisme dan Independensi TNI;
3. Membuka ruang ikut campur ke wilayah Politik keamanan Negara;
4. Menganulir Suara Rakyat melalui DPR dalam pelaksaan operasi militer selain perang.
Selanjutnya, catatan YLBHI secara utuh dapat dibaca pada saran pers kami dalam tautan berikut: https://t.co/kCLUYZct4C
#TolakRUUTNI!
Salam,
Pengurus YLBHI dan LBH kantor
Orang tua perlu menjadi contoh bagaimana memaknai rasa "cukup". Dengan begitu, orang tua bisa mengajarkan anak agar tidak menjadi tamak. https://t.co/VigGmER1KQ