Jika ada kesempatan untuk hidup sampai tua. Aku ingin menjadi seseorang yang tua dengan banyak perjalanan berkarya. Saat hari itu tiba dan aku melihat ke belakang, aku bisa melihat apa-apa saja yang sudah kulakukan. Semoga aku tidak menghabiskan masa muda penuh drama dan omong kosong.
لا أندم أبدا على ما حدث، لأنه بدون تلك القصة، لم أكن لأعرف ما معنى القوة والصبر والإخلاص
Aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah terjadi, karena tanpa kisah itu, aku takkan mengenal apa itu arti kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.
Masa lalu seharusnya menjadi tempat belajar, bukan tempat tinggal. Ketika seseorang terus-menerus tenggelam dalam penyesalan, kemarahan, atau kenangan yang sudah berlalu, energinya akan habis untuk sesuatu yang tidak mungkin diubah. Akibatnya, ia kehilangan kekuatan untuk menjalani hari ini dengan baik.
Banyak orang terjebak dalam pertanyaan, “Seandainya dulu aku memilih jalan yang berbeda.” Pikiran seperti itu memang manusiawi, tetapi jika dipelihara terlalu lama, ia berubah menjadi beban. Seseorang menjadi sulit menikmati apa yang dimilikinya sekarang karena terus membandingkannya dengan masa lalu yang tidak akan pernah kembali.
Yang lebih berbahaya, kenangan yang terus disesali dapat mematikan harapan untuk masa depan. Orang menjadi takut mencoba hal baru karena merasa dirinya sudah gagal atau terlambat. Padahal masa depan selalu menyediakan kemungkinan yang belum pernah ada sebelumnya. Selama seseorang masih hidup, kesempatan untuk memperbaiki diri tetap terbuka.
Karena itu, cara terbaik menghormati masa lalu adalah mengambil pelajarannya lalu melanjutkan perjalanan. Masa lalu tidak perlu dilupakan, tetapi juga tidak boleh dibiarkan menguasai hidup. Energi hari ini dan harapan esok jauh lebih berharga daripada terus memeluk luka yang seharusnya sudah menjadi hikmah.
الحياة لن تعطيك كل ما تحب , لكن القناعة تجعلك تحب كل ما لديك
Hidup tidak akan memberimu segala sesuatu yang kamu inginkan, tetapi sifat qana'ah membuatmu mencintai segala sesuatu yang kamu miliki.
ابحث عن سكينة روحك، ولا تلُم أحدًا، فكل إنسان يدرك في النهاية ما عمل، وسيلقى جزاء ما اقترف
“Temukanlah ketenangan dalam jiwamu, dan jangan sibuk menyalahkan siapapun. Karena setiap insan pada akhirnya menyadari dan akan mempertanggungjawabkan apapun yang telah mereka perbuat”
Untuk siapapun yg sedang berada di titik paling lelah, semoga masih menemukan alasan untuk bangun esok pagi. Sebab ada kalanya seseorang tidak lagi berjuang untuk meraih apapun, hanya berjuang agar tidak kehilangan dirinya sendiri. 🤍
ternyata, mencari pasangan yang tepat, itu dimulai dari yang setara. bukan setara dalam hal financial atau status sosial, bukan. tapi setara dari sisi cinta, cara berpikir, wawasan, kedewasaan, selera, prinsip, bahkan cara memandang Tuhan pun selaras. simpelnya, sefrekuensi.
Imam asy-Sya’bi pernah mengatakan:
“Seandainya aku tidak pernah mengetahui sedikit pun dari ilmu ini.”
Mengenai hal tersebut, Imam adz-Dzahabi menjelaskan:
“Karena ilmu merupakan hujah atas pemiliknya. Ia dituntut untuk mengamalkannya, membimbing orang-orang yang jahil, memerintahkan kepada kebaikan, serta mencegah dari kemunkaran.
Di samping itu, ilmu juga menjadi celah yang sangat mungkin menyeret seseorang kepada sikap tidak ikhlas, berbangga diri, gemar berdebat, serta menjadikannya sebagai jalan untuk meraih kedudukan dan dunia yang fana.”
"Jika kau ingin tahu sekotor apa qolbumu, maka sadarilah sebanyak mana kau telah memandang rendah terhadap orang lain, serta merasa lebih baik dari orang lain."
Imam al-Ghazali
Tabiat itu menular. Sebagaimana dikatakan:
"Bertemanlah dengan orang yang indah jiwanya, niscaya keindahan dirinya akan menular kepadamu."
Maka dekatilah orang yang murah senyum, lapang dada, mudah ridha, lembut, dan penuh kemudahan dalam bergaul.
Bersamanya, engkau akan merasakan nilai dari nikmat-nikmat sederhana dan detail-detail kecil di sekitarmu. Karena hidup bersama orang seperti itu adalah kenikmatan yang disegerakan, dan ketenangan jiwa yang sulit ditandingi oleh ketenangan apa pun.
Siapa pun yang mencoba menghentikan impianku, mereka tidak jadi bagian dari impian itu lagi. Aku akan terus berlari mengejar hal yang aku ingini. Aku akan menemukan kembali bagian-bagian diriku yang baru, yang tidak akan menghentikan impianku.
"Jika kita belum mampu menyembelih hewan qurban tahun ini, maka sembelihlah sifat sombong dan angkuh dalam diri kita yang selalu merasa benar, selalu merasa pandai dan alim."
Jalaluddin Rumi