Karena informasi Dino Patti Djalal ada banyak Duta Besar LBBP berbulan2 di Jakarta belum diterima, baru Istana bergerak. Semoga kedepan lebih profesional mengurus negara, tidak amatir lagi.
Statement Chatib Basri aka Pak Dede usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Ingat, datangnya bareng DEN yang dipimpin LBP.
Kalau datang bersama keluarga lengkap dengan jas dan dasi biru, baru deh dilantik jadi menteri keuangan (lagi). Benar kan? Hehehe.
Saya kira yang paling utama dari MBG adalah gizi anak-bumil-lansia. Lawong kata presiden program ini dibentuk untuk mereka:
"Jangan sampai ada rakyat kelaparan!"
Jadi, jika program ini berjalan buruk, maka akan banyak orang berteriak atas nama gizi anak-bumil-lansia, karena merekalah tujuan utamanya.
Tapi setelah mantan Kepala BGN ditangkap karena korup, ternyata yang paling keras meraung adalah para pemilik dapur MBG.
(Saya baru saya menonton video ini secara utuh, kemarin hanya thumbnailnya saja. Di antara mereka ada yang saya kenali, malah. Ngelus dada)
Sudah mulai nekat, besok-besok bisa anarkis.
Gimana gak ngamuk, kerugian mereka besar dan tidak menyangka akan seperti ini..
Buzzer-buzzer MBG kalian dalam incaran pemilik SPPG 🤣
Guys, ada momen di rapat DPR yang menurut gue paling jujur dan paling mewakili kondisi keuangan daerah yang sedang kritis tapi paling sedikit disorot media.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bicara langsung di hadapan Mendagri, Menpan RB, dan seluruh kepala daerah. Dan apa yang dia sampaikan sangat sederhana tapi sangat berat.
Daerahnya tidak punya uang untuk bayar gaji PPPK sampai akhir tahun.
Ini kondisinya yang paling mengejutkan:
DAU Dana Alokasi Umum Maluku Utara hanya sekitar Rp960 miliar.
Tapi belanja pegawai daerahnya sudah mencapai Rp1,1 triliun.
Artinya: sebelum satu rupiah pun dipakai untuk bangun jalan, perbaiki sekolah, bayar tagihan rumah sakit, atau program apapun uang dari pusat sudah habis hanya untuk bayar gaji pegawai. Bahkan masih kurang Rp140 miliar lebih.
Dan ini bukan anomali Maluku Utara saja.
Gubernur Sulawesi Tengah dan kepala daerah lain menyampaikan keluhan yang sama.
Ini adalah kondisi yang merata di banyak daerah seluruh Indonesia.
Dan ini tentang solusi yang ditawarkan pusat yang tidak menyelesaikan masalah:
Pemerintah pusat memberikan relaksasi melongggarkan aturan penggunaan anggaran supaya daerah bisa lebih fleksibel menggeser pos untuk bayar gaji PPPK.
Sherly menerima relaksasi itu dengan apresiasi. Tapi dia langsung menyampaikan masalah yang lebih mendasar:
Relaksasi itu berarti daerah harus memotong belanja infrastruktur untuk bayar gaji. Jalan yang harusnya dibangun tidak jadi dibangun.
Jembatan yang harusnya diperbaiki tidak jadi diperbaiki. Fasilitas publik yang harusnya ditingkatkan tidak jadi ditingkatkan.
"Relaksasi yang diberikan ini adalah hal yang baik tapi akan mengorbankan belanja infrastruktur.
Dan infrastruktur itu diperlukan untuk pondasi percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Dan pertumbuhan ekonomi di daerah adalah pondasi pertumbuhan ekonomi nasional."
Artinya: solusi jangka pendek ini sedang menciptakan masalah jangka panjang yang jauh lebih besar.
Dan ini tentang DBH yang paling menyesakkan:
Sherly tidak meminta APBN membayar gaji PPPK mereka. Dia tidak minta bailout dari pusat.
Yang dia minta jauh lebih sederhana: kembalikan sebagian dari 60% Dana Bagi Hasil yang selama ini ditahan oleh pusat.
DBH adalah uang hasil sumber daya alam daerahnikel, tambang, hasil laut yang seharusnya kembali ke daerah penghasil. Tapi 60%-nya ditahan di pusat.
"Kami tidak meminta dari DAU. Kami tidak meminta dibayar oleh APBN. Kami hanya minta sebagian dari 60% DBH dikembalikan. Jika itu dikembalikan kita akan mengambil jalan tengah."
Maluku Utara adalah provinsi penghasil nikel terbesar di Indonesia. Nikel yang jadi tulang punggung hilirisasi yang dibanggakan pemerintah pusat. Tapi provinsinya tidak bisa bayar gaji pegawai.
Dan ini tentang ruang inovasi yang sudah dipersempit:
Sherly menyampaikan poin yang menurut gue paling fundamental dan paling jarang diakui secara terbuka oleh pemerintah pusat.
Ketika kepala daerah disuruh berinovasi mencari sumber pendapatan baru kenyataannya banyak kewenangan dan otoritas daerah sudah ditarik ke pusat. Ruang untuk bergerak sudah dipersempit oleh aturan yang tidak fleksibel.
Daerah disuruh mandiri tapi alatnya sudah diambil.
Daerah disuruh inovatif tapi kewenangannya sudah dipangkas.
Dan sekarang daerah disuruh cari solusi sendiri untuk masalah yang sebagian besar diciptakan oleh kebijakan pusat sendiri.
Ini bukan sekadar masalah Maluku Utara. Ini adalah potret dari sistem fiskal yang sedang tidak sehat di seluruh Indonesia.
APBN dipotong Rp306 triliun atas nama efisiensi. Transfer ke daerah menjadi yang terkecil dalam 10 tahun terakhir. DBH ditahan 60%.
Tapi PPPK yang diangkat atas kebijakan pusat gajinya harus dibayar oleh daerah yang tidak punya uang.
Dan di ujung rantai yang paling panjang dan paling tidak terlihat ada guru honorer, tenaga kesehatan, dan pegawai pemerintah daerah yang sudah bekerja berbulan-bulan dan belum menerima gaji.
Mereka bukan angka dalam spreadsheet keuangan negara.
Mereka adalah orang-orang nyata yang masih harus makan, masih punya cicilan, dan masih harus menghidupi keluarga sementara di Jakarta orang-orang berdebat tentang relaksasi anggaran.
2017: First Travel. 63.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp905 miliar.
2018: Abu Tours. 86.000 jemaah gagal berangkat. Kerugian Rp1,2 triliun.
2018: Hannien Tour. Ribuan jemaah gagal berangkat. Skema Ponzi.
2026: Hanania Group. kurang lebih 2.500 jemaah gagal berangkat. Estimasi kerugian Rp60 miliar.
Setiap kasus: modus sama. Skema Ponzi. Dana jemaah dipakai tutup lubang lama. Tersangka ditangkap. Korban menangis.
Setiap kasus: respons pemerintah sama. Prihatin. Minta diusut. Janji perbaikan regulasi.
Kemenhaj mengakui Hanania punya akreditasi B, rekam jejak bagus, bahkan peraih rekor MURI.
Mereka yang keluarkan izinnya. Mereka yang audit 5 tahun sekali.
Sembilan tahun. Empat kasus besar. Hampir 200.000 korban. Hampir Rp2,5 triliun raib.
Dan sekarang pemerintah bilang akan "membuat regulasi monitoring yang lebih ketat."
Pertanyaannya bukan lagi kenapa travel ini bisa menipu.
Pertanyaannya: kenapa negara butuh 9 tahun dan 200.000 korban untuk baru mau serius?
Sumber :
Kompas: https://t.co/Xvg4nPj60F
CNBC Indonesia (First Travel/Abu Tours): https://t.co/7D0dQF82if
‼️SEJARAH BESAR BAGI OLAHRAGA INDONESIA‼️
Untuk pertama kali dalam sejarah, lagu Indonesia Raya berkumandang di World Climbing Series nomor lead.
Climber muda berusia 20 tahun asal Kediri, Putra Tri Ramadani a.k.a Srondeng meraih emas di World Climbing Series 2026 Praha, Rep Ceko, dini hari tadi.
Srondeng juga menjadi orang Asia Tenggara pertama dlm sejarah yg meraih emas World Climbing Series nomor lead.
Dahsyat, Srondeng!!!!
Selamat!!!!
GMAIL LO BUKAN PENUH. CUMA KOTOR DOANG.
Tadi storage gue udah 13.8GB dari 15GB, hampir aja bayar Google tambahan.
Eh ternyata bisa dibersihin dalam 20 menit doang, tanpa ilang satu invoice penting pun.
Langsung pake 5 filter otomatis ini:
Namanya Yasika Aulia Ramadhani. Usia 20 tahun. Pembina Yayasan Yasika Group.
Di usia yang kebanyakan orang masih mikirin skripsi, dia udah mengelola 41 dapur MBG yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, dan Bone.
Inspiratif banget. Tapi tunggu dulu.
Aturan BGN: maksimal 10 dapur per yayasan, per provinsi.
Cara Yasika punya 41: daftar lewat beberapa yayasan berbeda-beda. BGN-nya sendiri yang ngaku ke publik:
"Tahunya itu dari cerita orang. Yang kami baca cuma dokumen."
Jadi sistem dilangkahi , dan yang melangkahi bukan sembarang orang.
Ayahnya: Yasir Machmud. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Partai Gerindra.
Fungsi utama DPRD: mengawasi penggunaan anggaran publik.
Program MBG dibiayai Rp 335 triliun anggaran negara , dari pajak lo, dari pajak gue.
Trus anak Wakil Ketua DPRD mengelola 41 dapur dari program yang seharusnya diawasi oleh ayahnya sendiri.
Saat wartawan tanya ke Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel soal konflik kepentingan ini:
"Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Saat wartawan coba konfirmasi ke Yasir dan Yasika: tidak direspons.
Kolom komentar Instagram keduanya langsung ditutup.
Dan BGN bilang tidak bisa menghentikan 41 dapur itu karena:
"Kasihan anak-anak yang sudah terima manfaat."
Bukan tuduhan.
Ini fakta yang sudah dikonfirmasi BGN sendiri, diliput Liputan6, Tempo, Kompas , dan diinvestigasi ICW, yang menemukan 102 yayasan mitra MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, militer, dan polisi.
Gerindra: partai paling banyak afiliasinya dengan 7 yayasan.
Program ini katanya untuk anak-anak kurang gizi.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang paling bergizi dari program ini?
FYI: video yg diputar ini adalah video masak2 dari 'influencer pemerintah', Bobon Santoso, yg terkenal sebagai youtuber-food blogger.
Bobon Santoso termasuk salah satu yg diundang dalam acara makan malam yang diadakan Pak Presiden pada tanggal 3 Juni 2026.
Melalui akun yutubnya, tanggal 1 Juni 2026 kemarin, Bobon Santoso rilis 1 vlog dengan cover "Pesta Babi" yang jg mengambil lokasi di Papua. Vlog Bobon ini diduga kuat sebagai salah satu upaya kontra narasi dari Film Pesta Babi yang dibuat oleh @watchdoc_ID@Dandhy_Laksono dkk
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Test drive motor biasanya di jalan raya atau lintasan khusus, tapi yang satu ini beda kelas. Langsung diuji di area sawah sambil mengangkut gabah kering hasil panen. Selain menunjukkan kemampuan motor membawa beban, momen ini juga menggambarkan keseharian para petani yang memanfaatkan kendaraan untuk menunjang aktivitas mereka. Dari pematang sawah hingga tempat penjemuran, semua dilalui tanpa ragu. Kalau sudah lolos ujian versi petani seperti ini, rasanya motor tersebut memang siap diajak kerja keras di berbagai medan. 🌾🏍️💪
Test drive motor biasanya di jalan raya, tapi yang ini langsung diuji di habitat aslinya. 😄🌾🏍️
Nggak pakai trek balap, nggak pakai lintasan khusus. Langsung masuk area sawah sambil mengangkut gabah kering hasil panen. Dari pematang yang sempit sampai jalur tanah yang nggak selalu rata, semuanya dilibas tanpa banyak drama.
Beginilah standar uji coba versi petani. Bukan soal kecepatan tertinggi atau fitur canggih, tapi seberapa kuat motor diajak kerja setiap hari. Karena di lapangan, kendaraan harus siap membawa hasil panen, menembus berbagai medan, dan tetap bisa diandalkan saat dibutuhkan.
Kalau sudah lolos ujian mengangkut gabah di sawah seperti ini, rasanya motor tersebut sudah mendapatkan sertifikat tidak resmi dari para petani: siap kerja keras dan siap cari nafkah. 🌾💪
Menjadi orang dekat Presiden itu memang ada etikanya , menjadi pejabat publik juga ada etikanya, semua melalui pendidikan etika dan moral yang harus dilalui Sebelum menjadi pejabat publik.
Jadi jangan heran kalau pejabat karbitan sekarang nyaris tak punya etika.
Marty Natalegawa, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, adalah sosok diplomat yang memancarkan wibawa luar biasa di panggung internasional.
Dengan suara tenang namun tegas, ia membawa Indonesia bukan hanya sebagai negara berkembang, melainkan sebagai aktor kunci yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun perdamaian.
Gaya diplomasinya yang elegan, penuh visi, dan berpegang teguh pada prinsip, kerap membuat lawan bicaranya terkesan sekaligus menghormati.
Lahir dari latar belakang pendidikan kelas dunia, Marty menempuh studi di London School of Economics (BSc), University of Cambridge (MPhil), dan meraih gelar Doktor di Australian National University.
Pengalaman karirnya pun luar biasa: dari Duta Besar untuk Inggris dan Irlandia, Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, hingga memimpin Kementerian Luar Negeri di masa Indonesia memegang keketuaan ASEAN.
Ia berperan penting dalam mendorong ASEAN Community, inisiatif East Asia Summit, serta berbagai upaya resolusi damai di kawasan.
Menyaksikan kiprahnya, hati ini terharu dan bangga. Marty Natalegawa membuktikan bahwa anak bangsa Indonesia mampu bersanding setara dengan para pemimpin dunia, membawa nama harum Tanah Air dengan integritas dan kecerdasannya.
Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda bahwa diplomasi bukan sekadar negosiasi, melainkan perwujudan martabat bangsa.
Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik seperti Marty Natalegawa 🇮🇩