@dhenandar0770@AzzamIzzulhaq ya gampang lah, clusternya kan sederhana:
1. pokoknya bagaimanapun MBG harus tetap ada.
2. setuju MBG tetap ada, dengan catatan ini-itunya diperbaiki.
3. pokoknya hapuskan MBG.
kamu yang mana? hati nurani punya jawabannya :)
@mudzakirmanaf iya, berarti ngga cuma ngalihin jatahnya dia doang seperti bacotan elu di awal kan?
itu yg gw maksud adalah cara pikir dangkal atau paling ga ngga ya setengah mateng lah :)
@mudzakirmanaf@AzzamIzzulhaq itu maksud si bocah adalah agar program MBG dihentikan, dan dialihkan utk kesejahteraan guru. karena klo cuma ngambil dari jatah makan dia doang mah ngga akan ningkatin kesejahteraan gurunya. gurunya kan banyak :)
mikir sing jero, ulah jadi jalma bodo :)
@mudzakirmanaf@AzzamIzzulhaq itu siswa termasuk golongan berpikir: utk apa program MBG berjalan klo kesejahteraan guru blm diperhatikan. padahal, di negara sekaya ini ga perlu mengkontraskan spt itu, keenakan pejabatnya. harusnya: woy!! MBG aja bisa elu jalanin, masa ningkatin kesejahteraan guru gak bisa:)
@AzzamIzzulhaq dari kekayaan alam yg ada di indonesia, idealnya seluruh warga negaranya dapat fasilitas makan bergizi. hanya saja karena terlalu banyak bangsat bangsa di ini negara, maka rakyat dipaksa menderita dan sok altruis :)
@AzzamIzzulhaq dorong agar koruptor(terutama koruptor kakap) ditangkap, pengawasan kekayaan negara diperbaiki, maka untuk meminta kesejahteraan guru ditingkatkan, tak perlu menutup hak anak anak lainnya untuk dapat merasakan makan dengan lauk pauk yg sebelumnya jarang mrk jumpai.
@RagilSemar@lidnesss semar ingin program ini dihapuskan atau ditata secara lebih baik?
semar lebih setuju bocah bocah sekolah di minomartani, di wedomartani stop diberi fasilitas makan sarapan/makan siang atau tetap peroleh fasilitas makan?
@paksiraras klo elu setuju bocah sekolah di wedomartani dapat makan, elu harus dorong program MBG tsb agar dilaksanakan dg baik, kualitas makanan baik dan tutup celah korupsi anggaran pd program tsb.