Bertahun2 tinggal di LN skrg saya tahu apa benefit ada di dalam negeri.
Walau tentu jauh lebih nyaman tinggal di LN,
Setidaknya saya bisa merasa tenang karena bisa bersama2 dg keluarga dan tahu secara lgs mereka ada di rumah saat kondisi seperti ini.
Adik gw yang kedua sejak lulus dari UI setahun lalu cuma dapat internship berkali-kali.
Padahal dari jaman kakak gw sampai adik gw yang pertama, selepas lulus dari UI smooth-smooth aja buat dapat kerja.
Penciptaan 19 juta lapangan kerja masih hanya sebuah ilusi.
Politik Ind****** : orang-orang kaya merampok orang miskin, lalu mengompori orang-orang miskin yang goblok untuk memukuli orang miskin lain yang protes karena dirampok.
Dukungan riset nggak penting. Subsidi pendidikan supaya semua bisa sekolah nggak penting. Honor guru nggak penting.
Yang penting adalah upacara hore-hore untuk para pejabat dan influencer.
Mau diplomasi dgn Israel ? Hadeeh, PBB dan para pemimpin dunia aja diabaikan, apalagi anda2 semua. Lagian kalau niat diplomasi beneran yg ditemuin itu PM Israel bukan Presidennya, apalagi ditambah foto2 sambil senyum...duh, tone deaf banget sih kalian. Ga ingat apa seberapa kejinya pembantaian yg mereka lakukan terhadap warga Palestina ? Sudah ngaku saja salah & minta maaf kpd rakyat Indonesia. Taubatan nasuha...dan mundur jika memang punya jabatan struktural di PB NU. Jgn sampai pertemuan ini diklaim Israel macam2.
Ku semnjak di Oxf ktmu org dr economic background yg g pernah kutemui sebelumnya: org2 KAYA, koneksinya ngeri2. Trs yg kupelajari: ternyata makin kaya bukan makin dermawan tp makin itung2an & rakus. Mikirnya slalu “what’s in it for me? Kl gw invest sekian, gw dapet balik berapa?”
3/ This election should be a moment for (young) academics and researchers to 'cool down' and make it as a moment of improvement and reflection. The huge task lies ahead. it is time to improve our professional capacity and engage collectively with colleagues.
Personally, I really hope Anies Baswedan to become the Chairman of Nasdem and both PDIP-Nasdem become opposition. Indonesia's democracy needs some check and balance.
Lu tahu gak? Alasan ga mau "fear mongering"-lah yg bikin negara kita kehilangan ribuan nakes dan korban jiwa saat covid. Dg dalih ga mau bikin takut publik, akhirnya informasi dan fakta sains ditutup2in. Padahal transparansi itu part of kunci penanganan.