Jadi gua punya cerita soal perusahaan Tanihub, gua saat awal masuk kerja disuruh ngebedah startup ini. Dari awal ngeliat thesis bisnisnya, secara logika berfikir gua langsung nolak. Narasi "Disrupsi Agritech" emang seksi banget buat pitching, tapi fundamental lapangannya HALU. Gua jelasin pemikiran gua ya saat itu
Gini sudut pandang gua waktu itu soal kenapa model bisnis ini emang bom waktu dari awal:
1. Halu nerapin prinsip Scale ala US di tanah gurem.
Kesalahan fatal Pertama: maksa nerapin playbook agrikultur ala Amerika (main kuantitas dan skala) ke Indonesia. Ini absurd secara geografis. Kalau lu buka data BPS, mayoritas petani kita itu jatuhnya "petani gurem" dengan kepemilikan lahan di bawah 0,5 hektar.
Dengan size lahan sekecil itu, model bisnis ngumpulin hasil panen untuk menuhin tonase itu kayak gali lobang mati konyol, karena harga panen bakal dinilai secara borongan oleh pasar. Lahan sempit mestinya main di quality dan highnyield crop (kayak teori pertanian intensif di Jepang), bukan genjot kuantitas.
2. P2P Lending ke sektor subsisten = Nyiapin tali tambang di pohon beringin.
Terus masuklah TaniFund nawarin P2P lending. "Pinjaman tanpa agunan buat petani" ini di atas kertas mulia "yang bahkan rentenir aja gak akan sebodoh itu" tapi secara risk pricing ngeri. Logika finansial dasar "tanpa agunan = high risk = suku bunga tinggi".
Petani dengan lahan <0,5 ha itu taraf hidupnya rata-rata "bisa makan dari sisa panen aja alhamdulillah". Mereka gak ada buffer finansial. Sekali cuaca jelek, kena hama, atau harga pasar anjlok, otomatis gagal bayar. Gimana ceritanya lu ngasih kredit komersial bunga tinggi ke sektor subsisten yang 100% terekspos risiko alam? Wajar kalau NPL (kredit macet) mereka akhirnya tembus di atas 60%.
3. Arogansi "Bypass Tengkulak"
Ini yang paling bikin gua mikir, lu pasti hidup enak ya dari lahir? Gak pernah ngeliat pasar kayak apa (apalagi pasar induk), berangkat sekolah udah ada makanan di meja tanpa mikirin bahan bakunya beli di mana.
Ada arogansi dari tech bros yang nganggep tengkulak itu murni lintah darat yang harus dibasmi. Padahal di ekosistem desa, tengkulak itu "entitas multifungsi". Mereka bukan cuma perantara. Mereka itu agregator logistik, tukang sortir kualitas panen yang campur aduk, pemberi kasbon darurat, dan yang paling krusial: Risk Bearer (Penanggung Risiko). Tengkulak berani nebas panen karena jam terbang mereka udah puluhan tahun baca cuaca dan harga. Terus lu, dengan modal pernah kerja pakai baju rapih, mau masuk ke industri ini?
4. Unit Economics yang berdarah-darah.
Coba hitung pakai logika supply chain sederhana. Produk segar (terutama sayur hijau) itu tingkat kebusukan gila. Umur simpannya cuma 1-3 hari, bahkan kalau cuaca panas banget, cuma beberapa jam udah layu sampai kuning.
Waktu TaniHub nekat menggusur tengkulak, SEMUA biaya shrinkage (susut/busuk), biaya sortir, dan logistik itu pindah murni ke neraca keuangan TaniHub. Margin kotor jualan sayur itu super tipis! Gimana logikanya margin setipis itu disuruh nanggung biaya operasional cold chain, sewa gudang raksasa, diskon bakar uang, plus gaji engineer dan manajemen super elit? Unit economicsnya udah negatif dari sejak awal gua narik proyeksi secara logika berfikir
Kesimpulan:
Ekosistem pertanian tradisional kita (dengan segala tengkulaknya) itu udah bertahan puluhan tahun bukan karena mereka jahat, tapi karena equilibrium harganya udah "sesuai dengan tingkat risiko" di lapangan.
Niat mulia menyejahterakan petani itu bagus, tapi kalau cuma modal narasi jualan mimpi tanpa paham unit economics dan sosiologi desa, Ujungnya ya cuma bakar duit investor. Di dunia bisnis, hukum gravitasi cashflow nggak bisa dilawan pakai slide deck yang bagus dan perguruan tinggi elit.
(MAAF YA KALAU MENYINGGUNG, MURNI OPINI PRIBADI)
Dear Algoritma
Pertemukan utas ini dengan Orang Indonesia yang mau kerja di Thailand/Malaysia jalur professional hire.
Terutama di bidang IT, Customer Service, Sales, Digital Marketing, dll.
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
X, do your magic. ๐ค
Kenalin, ini bapakku. Kontraktor listrik pengalaman up to 25 tahun.
Sudah hampir 2 tahun belum mendapat kerja lagi. Beliau ahli di bidangnya. Selama 2 tahun ini beberapa kali menyelesaikan pekerjaan, tetapi sering dibohongi teman kerja sendiri.
Bidang kerja:
Instalasi listrik & panel system, Genset, Fire System, Penangkal petir, CCTV & Security System.
Kalau teman-teman punya info kerjaan atau bisa bantu share postingan ini, kami akan sangat berterima kasih ๐ค๏ฟผ
cc:zaherajz
"Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana, saya takut. Biar saya mati saja , supaya jangan ada korban nakes yang lain."
Itu pesan terakhir dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni , dr. Icha , sebelum ditemukan meninggal, 26 Juni 2026.
Ia sedang menyelamatkan anak korban gigitan ular. Sesuai SOP. IDI mengkonfirmasi.
Tapi yang diduga anggota DPRD Komisi III , komisi yang membidangi kesehatan , membentak dan mengancam:
"Kau akan bertemu saya di Komisi III."
23 saksi di lokasi. Surat wasiat diamankan polisi , berisi intimidasi dan ancaman.
Bupati TTU sendiri berkata:
"Peristiwa ini akan membuat nakes takut bertugas di sini."
Dr. Icha memilih mati agar rekan sejawatnya tidak jadi korban berikutnya.
Di negara ini ,siapa yang melindungi dokter yang sedang menyelamatkan nyawa rakyat?
RIP dr. Icha ๐ญ๐
Gantung diri karena depresi berat, diduga akibat intimidasi 2 anggota DPRD ๐คฌ
dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), lahir 27 Juli 1998, berusia 27 tahun.
Beliau adalah dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 petang, ditemukan gantung diri di lantai 2 rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT.
Kejadian:
- Pada 13 Juni 2026, dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD. Keluarga pasien tidak puas dengan penjelasan medis mengenai ketersediaan serum anti bisa ular.
- Diduga terjadi intimidasi berupa bentakan keras, tunjuk2 wajah, & tekanan psikologis dari oknum anggota DPRD TTU. Saksi menyebut pelaku dalam kondisi mabuk (bau alkohol).
- Terduga pelaku intimidasi: Therensius Lazakar (Golkar) & Norbertus Tubani/Robertus Tubani (PKB).
(1)
Prabowo: "Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Iya kan? Karena uangnya enggak ada, diambil terus"
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. โ ๏ธ
- KITA ADA PILIHAN POTONG GAJI PEJABAT.
- KITA ADA PILIHAN TARIK BIAYA TUNJANGAN.
- KITA ADA PILIHAN SURUH MEREKA BAYAR PAJAK.
- KITA ADA PILIHAN STOP MBG, STOP KOPDES
TAPI YANG MEREKA PILIH
- KITA DISURUH HEMAT
- PAJAK DINAIKKAN
- CONTENT CREATOR REMAHAN DIPAJAKIN
- UMKM KENA PAJAK SEPERTI PT
- LISTRIK MENYALA BERGILIR
- BBM DINAIKKAN
- SUKA BUNGA DINAIKKAN
- KALO NGK SUKA DSURUH PINDAH WARGA NEGARA
NASIB +62
WTS 1 BTS ticket Concert ๐
๐ Accor Stadium Day 1
Sunday, Feb 21 2027
๐ Section S137-1 Row 24
$300AUD
Ticket transfer is available once it appears in the application.
DM if interested ๐
#WTS#BTS_ARฤฐRANG#BTSSYD#syd#accor_stadium#BTS_WORLDTOUR_SYDNEY
Bagi yang belum tahu, ini ingatan saya soal kasus Sambo (sudah saya konfirmasi ke @grok untuk tanggal-tanggalnya).
Pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tewas ditembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Perumahan Dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Awalnya, Polri menyatakan terjadi baku tembak antara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) dan Brigadir J. Skenario yang dibangun adalah Brigadir J melecehkan istri Sambo, Putri Candrawathi, sehingga Eliezer menembaknya untuk membela diri.
Investigasi Komnas HAM, LPSK, dan tim khusus Polri mengungkap banyak kejanggalan: CCTV dirusak, ponsel para ajudan ditukar, rekayasa tempat kejadian perkara, serta upaya menghalangi penyidikan.
Pada Agustus 2022, akhirnya Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuhan berencana.
Kenapa ya ngumpulin niat mandi dan menyat seko kasur kui angele ora umum. Dari jam 4 sampe jam 6 wkwk (ngko lah set 5, 15mnt lg lah, jam set 6 lah) โบ๏ธโบ๏ธโบ๏ธ