Jujur, profesi yang paling gue hindarin buat disenggol di sosmed itu dokter/nakes. Karena responsnya sering ngeri kayak gini.
Ada orang lagi sakit, kesulitan dapet kamar karena pake BPJS, terus curhat. Postingan se-harmless itu aja bisa dirujak rame-rame sama orang yang profesinya harusnya paling paham rasanya manusia lagi takut, sakit, dan putus asa. Sampai ada dokter yg komen suruh masuk kamar jenazah.
Padahal pilihannya banyak: kasih empati, jelasin kondisinya, kasih alternatif, atau bantu cari solusi. Atau minimal DIEM.
Tapi yang dipilih malah menghakimi pasien.
Gue paham kerjaan nakes di Indonesia capek, underpaid, sistemnya bobrok, pasiennya banyak. Tapi hampir semua orang di negara ini juga capek dan underpaid. Kita sama2 WNI bro. Have some empathy lah.
Capek bukan alasan buat kehilangan empati. Apalagi ke orang yang sedang berada di titik paling rentan dalam hidupnya.
RIP mas Rizal.
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
itu pelaku2 yg ngilangin nyawa alm. bapak suwarna bisa ga sih disebar aja biodatanya klo udh ketangkep? SEMUA ORANG HARUS TAU MEREKA ITU PEMBUNUH!
nyesek banget lihat kasus ini💔
Menurutku kumpulan agama yg aku ikuti ini sangat tdk nyaman.Seekor tikus got atau beberapa ekor ada di dalamnya.Ingin melempar ocehan mereka tp mrk memakai topeng agama utk menindas org dgn perkataan.Sungguh bajingan.
Orasinya keren bgt, merinding 🔥, sedih ngeliat negara yg selalu kita banggakan di urus oleh manusia tidak berempati hanya memikirkan perut dan golongannya sendiri 🥀
"Tolong jangan represif kepada kami, kami mahasiswa bukan penjahat, bukan KKB, kami tidak bersenjata, niat kami tulus perbaikan rakyat Indonesia"
🥺suara mereka suara kita suara rakyat...mahasiswa yang benar² mewakili rakyat yg berjuang demi rakyat... Panjang umur perjuangan... Semoga Allah SWT mendengar perjuangan kita ...mari kita kawal bersama 😇
X DO YOUR MAGIC
MASA KITA KALAH SAMA ALGO⏳️
Buktikan post ini bisa sampai kepada semua penghuni X wak.
Pemerintah bungkam kita lawan
X membungkam kita makin gaungkan lebih kencang
Dukung suara rakyat sampai kezaliman tumbang 🙌✊️
Sedih ya, Saat rakyat turun ke jalan, layar TV nasional terasa biasa saja. Tapi media Korea Selatan justru ikut menyoroti apa yang terjadi di Indonesia, bahkan membahas program MBG.
Bukan soal setuju atau tidak. Yang dipertanyakan adalah, kenapa suara dari luar terdengar lebih lantang daripada suara dari dalam negeri?
@txtharihariWNI Jangan cabut laporannya. Waktu berbuat jahat berani, giliran kena proses malah berharap dimaklumi. Konsekuensi itu datangnya belakangan, tapi mestinya sudah dipikirkan dari awal.
Pas lagi jalan santai sore tadi.
"Pak, mau nasi goreng nggak?" tanyaku ke bapak pemulung yang lagi duduk di pinggir jalan sambil ngeliatin penjual makanan.
"Mau, Bu," jawabnya malu-malu.
"Oke, bentar ya Bu pesenin."
Pas mau nyebrang ke tukang nasi goreng, tiba-tiba bapak pemulungnya lari nyamperin aku.
"Bu, boleh beli kue putu aja?" tanyanya pelan sambil nunjuk tukang putu yang dari tadi cuma bengong nunggu pembeli.
"Oh boleh. Bapak lagi pengen kue putu ya?" candaku.
"Nggak, kasihan yang jual dari tadi belum ada yang beli, Bu."
Aku langsung diem... 🥺
Akhirnya tetap beli nasi goreng, sekalian beli beberapa bungkus kue putu buat bapaknya.
"Bu, ini kebanyakan. Boleh nggak dua bungkus buat temen saya yang di bawah terowongan jembatan tol sana?" katanya sambil nunjuk ke arah sana.
Aku iyain.
Dan bener aja, di terowongan itu ada pemulung lain yang badannya kurus banget, lagi tidur meringkuk di atas kardus. 🥺
Ironis ya, di negeri ini masih banyak pejabat yang tanpa malu nguras uang negara buat kepentingan pribadi. Sementara di sisi lain, ada orang yang hidup serba kekurangan tapi masih mikirin orang lain sebelum dirinya sendiri. 🥺
Malam ini aku ngelihat rasa peduli yang bener-bener tulus.
Seorang bapak pemulung yang peduli sama tukang putu karena dagangannya sepi. Tukang putu yang ngasih bonus beberapa potong kue sebagai ucapan terima kasih. Dan pemulung di terowongan yang meluk kue putu itu penuh rasa syukur karena masih ada temannya yang peduli sama dia. 🥺❤️
Yuk, saling baik sama sesama.
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." — Aesop.
@keluhkesahkonoh berhenti kasian sama kriminal. miskin bukan dalil menormalisasi pencurian.
kita semua kerja biar keluarga bisa hidup layak dan ga nyolong. itu berlaku untuk semua orang secara hukum, agama, tradisi dll.
berhutang buat makan pun ga bisa dibenarkan.
jual aset atau kerja.
titik.
Kementerian itu bukan perusahaan pribadi.
Menteri bukan owner. Pegawai bukan anak buah yang digaji dari kantong dia.
Mereka digaji negara. Menterinya juga. Duitnya dari rakyat.
Jadi kalau ada pejabat/pegawai kementerian bermasalah, cepuin aja udah.
Menteri PU Lebih Kejam dari Fir'aun.
Bayangkan wak, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 27 tahun 3 bulan separuh hidupnya diabdikan untuk negara tiba-tiba dihancurkan begitu saja hanya karna beliau ungkap kebenaran.
Beliau dari jabatan Eselon III-a yang terhormat, ia dimutasi ke Maluku Utara dan jabatannya diturunkan drastis menjadi Pelatihan Teknis, setara golongan 2d. Penghargaan, pengalaman, dedikasi, dan masa baktinya diinjak-injak hanya dalam satu keputusan
Ini bukan mutasi biasa. Ini penghukuman. Ini perlakuan yang bahkan Fir'aun pun geleng geleng wak.
Semua ini terjadi karena kezaliman Menteri PU. Seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan menghargai pengabdian justru menjadi penghancur karir dan martabat anak bangsa.
Keadilan di mana? Hormati pengabdian ASN, atau mundur saja.
Tolong kepada @DivHumas_Polri@KejaksaanRI dan @KPK_RI periksa menteri PU ini.
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
@kompascom Makanya kalo udah miskin gausah sekalian goblok. Ya wajar kali anak lu dibully, kelakuan aja kek setan. Sekeluarga emang ga beress. Kalo ga dibully netizen ga akan jalan kan otak kalian? Muka2 maling