kalau kamu tidak bisa ikut berdiri bersama pendemo, minimal jangan diolok-olok, jangan mengeluh jalanan kena imbas macet, jangan pernah bilang demo gajelas dll.
THR, upah minimum mu, hak lembur yang kamu dapat, cuti hamil dan melahirkan, hingga reformasi 1998 itu hasil perjuangan orang-orang yang berani bersuara turun ke jalan.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Kebohongan yg aku lihat hari ini:
1. Mendisdakmen: 43jt guru ingin MBG dilanjutkan. Meanwhile, JUMLAH GURU DI INDONESIA AJA CUMA 3,47 JUTA ORANG.
2. Polisi: BEM UI belum kirim surat pemberitahuan demo. Meanwhile, UDAH SIAPIN 4500 PERSONEL UNTUK PENGAMANAN.
Semuanya disampaikan pejabat publik.
Di depan umum. Dan tanpa malu.
cc:threadrannyafrs
Mahasiswa indonesia jauh lebih kritis kalo soal politik atau apapun yang bersangkutan tentg masalah negara. sedangkan pemimpin negara nya sendiri saking sibuk nya belajar matematika sampe plenger hitung 10 + 6 = Say The Name 17 🤣
gw suka banget sama konten mereka dari jaman masih dibawah brand.
kontennya kocak kocak dan tak lupa diselipin satir politik.
dan tadi mereka juga ikutan demo.
respect banget sama Hecticholic🙌🙌
“Ngapain demo sih, bikin macet doang.”
Eh kimak!!! Gegara ada orang-orang yang mau turun ke jalan, lu bisa nikmatin hari libur, THR, upah minimum, hak cuti, hak pekerja sampai kebijakan yang direvisi gara-gara tekanan publik dan banyak hak lain yang sekarang dianggap biasa. Banyak hasil yang lu nikmatin tanpa harus ikut kepanasan, teriak-teriak, atau ribut sama aparat di jalan. Jadi mending mingkem kata pocong. Nyepongin pemerintah juga jangan bego amat. Kritik itu bukan makar, demo itu bukan dosa. Lucu aja, tiap ada yang protes dibilang bikin macet. Lah kalau dulu semua orang nurut dan diem, mungkin banyak hak yang sekarang lu nikmatin nggak bakal ada. Demo memang bikin macet jalan. Tapi yang lebih bikin sesak itu mental budak yang nganggep pemerintah selalu benar dan rakyat harus selalu diam. Pantex.
Tidak ada perlawanan yang sia-sia. Tidak ada suara yang sia-sia. Jika hari ini belum ada yang berubah, ia hanya perlu menunggu waktu untuk terus tumbuh yang bertambah. Ia akan terus lahir berlipat selama kegelisahan tidak pernah didengar dan tidak diberi tempat.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru