Bagaimana Jika Kemiskinan dan Kebodohan Sengaja Dipelihara?
Kita sering menyaksikan, banyak politikus memberikan suap ketika masa kampanye, memberikan janji ina ini itu kepada setiap orang yang dijumpainya. Bahkan sering sekali, orang miskin dijadikan objek pencitraan. Mengunjungi rumah salah satu warga miskinlah, berdiskusi lah, memberi bantuan lah, yang mereka ekspose untuk menggiring opini publik.
Mereka (politikus) tidak menjual gagasan, melainkan menjual kemiskinan yang dibungkus dengan janji-jani, seolah mereka mampu mengentaskan kemiskinan dengan fafifu bla bla bla.
Benar, kan?
Kemiskinan hanya dijadikan ladang bualan oleh mereka yang ingin jabatan dan kekuasaan, aspirasi-aspirasi yang mereka tampang nyatanya memang hanya sebatas ditampung saja. Sangat sedikit dari mereka yang benar-benar bekerja untuk menyelesaikan persoalan bangsa, salah satunya kemiskinan.
Nah yang jadi pertanyaan, “Bagaimana jika kemiskinan sengaja dipelihara guna kepentingan mendapatkan suara?”.
Mari berbicara tentang Jokowi, menjadikannya contoh pada tulisan yang mungkin saja memantik revolusi. Hehehe.
-Esai-