soup loverㅣcaffeine intolerance
ㅣcurrently dating myselfㅣmy love language was physical attack but now is sharing memes ㅣidgaf is my mbtiㅣorng toxic plis pergi!
@textfromalter Kata gw sih, kasih tau ke orang tua. Mumpung anak lu masih bisa dapet gizi yang baik nder, jangan sampe nyeselnya dobel2. Mending nyesel sekali, tapi abis itu berubah. Dah, orang punya banyak aib, jangan terlalu insecure. Semangat der.
buat mahasiswa PGSD yg lagi mentok skripsi 🫂
aku buka pendampingan skripsi khusus PGSD
bisa bantu dari:
✿ nyari ide/judul
✿ metode penelitian
✿ bantu jelasin revisi dosen
✿ diskusi semua bab
sistemny bukan full dilepas yaa, aku maunya kalian tetap ngerti isi skripsiny jg 🥹
skripsi tuh capeknya bukan cuma nulis 😭
tapi bingung mulai dari mana, revisi dosen maksudnya apa, bab 4 harus bahas apa, dst
jadi aku buka paid pendampingan skripsi khusus PGSD 🤍
aku bantu arahin & diskusiin step by step, bukan sekadar “nih file jadi”
DM kalau mau tanya dulu ya
buat mahasiswa PGSD yg lagi mentok skripsi 🫂
aku buka pendampingan skripsi khusus PGSD
bisa bantu dari:
✿ nyari ide/judul
✿ metode penelitian
✿ bantu jelasin revisi dosen
✿ diskusi semua bab
sistemny bukan full dilepas yaa, aku maunya kalian tetap ngerti isi skripsiny jg 🥹
buat mahasiswa PGSD yg lagi mentok skripsi 🫂
aku buka pendampingan skripsi khusus PGSD
bisa bantu dari:
✿ nyari ide/judul
✿ metode penelitian
✿ bantu jelasin revisi dosen
✿ diskusi semua bab
sistemny bukan full dilepas yaa, aku maunya kalian tetap ngerti isi skripsiny jg 🥹
Rp28 miliar uang jemaat gereja raib. Dikumpulkan selama 45 tahun, habis karena satu orang.
Pelakunya? Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Korban? 1.900 anggota Credit Union (CU) Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Mayoritas petani dan pedagang kecil. Dana ini dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun.
Modusnya? Sejak 2019, Andi menawarkan produk “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun, dua kali lipat bunga deposito normal. Produk ini tidak pernah ada di sistem resmi BNI. Andi memalsukan bilyet deposito, memalsukan tanda tangan nasabah, lalu mengalihkan dana ke rekening pribadinya. Agar korban tidak curiga, ia rutin mentransfer “bunga” palsu ke rekening CU. Total bunga palsu yang diterima gereja selama bertahun-tahun mencapai Rp3 miliar.
Pada Februari 2026 perlahan terbongkar, saat itu gereja minta pencairan Rp10 miliar untuk pembangunan sekolah. Andi terus mengulur waktu. Pada 23 Februari 2026, Kepala Cabang BNI Rantauprapat datang langsung dan menyampaikan bahwa Andi sudah tidak bekerja di BNI dan produk deposito itu bukan produk resmi bank.
Suster Natalia, bendahara CU yang selama ini memegang kepercayaan umat, langsung pingsan di tempat.
“Dari tangan saya, yang seorang suster ini, uang umat hilang. Inilah yang membuat saya syok.”
Dua hari setelah kasus dilaporkan ke Polda Sumut pada 26 Februari 2026, Andi kabur ke Australia bersama istrinya. Interpol menerbitkan red notice. Pada 30 Maret 2026, keduanya menyerahkan diri di Bandara Kualanamu. Dalam pemeriksaan, Andi mengakui seluruh perbuatannya.
BNI baru menyalurkan dana talangan Rp7 miliar. Sisa Rp21 miliar lebih belum ada kejelasan. Somasi dari CU Paroki masih menunggu respons resmi BNI.
“Uang yang dikumpulkan selama 40-45 tahun oleh umat yang sangat sederhana. Ini masa depan anak-anak mereka. Tapi semua itu hilang. Saya mohon, BNI kembalikan uang kami.” Kata Suster Natalia Situmorang pada Konferensi Pers Gereja Katedral Medan, 10 April 2026
Ini bukan soal satu oknum aja sih, tapi soal sistem pengawasan perbankan yang memberi ruang praktik ini berjalan selama tujuh tahun tanpa terdeteksi. Tersangka sudah ditangkap dan mengaku. Uang umat yang hilang belum kembali.
BNI harus segera memberikan kepastian dan mengembalikan seluruh dana sebesar Rp28 miliar kepada jemaat yang telah puluhan tahun menaruh kepercayaan mereka.
guys tolong bantu rt like lagi karena ga rame = masalah ga selesai 😭😭 ini masih sepi bgt bgt bgt bahkan ga di up di tv nasional
postinganku yang sebelumnya miss info ternyata dana yang hilang adalah dana koperasi umat yang berada di bawah naungan paroki, bukan dana gereja (persembahan) ya
dan fyi ternyata bukan 28 M tapi 31 MILIAR (tonton di podcastnya menit 19an). WOI 31 M TUH GEDE BANGETTT, banyak umat yang percayain dananya ke BNI dan pasti butuh dana tersebut untuk sehari-hari mereka jadi tolong bantu ramein biar masalah ini tuntas!!!
halo @BNI tolong selesaikan kasus ini dan kembalikan dananya secara full, terlepas ternyata dana dititipkan ke produk gelap si kepala bank tapi tetep aja hal ini merupakan bentuk kelalaian bank karena telah meloloskan kepala bank (orang berstatus & dipercaya) sampe2 bisa nipu sampai 31 miliar gini :(((