Menurut psikologi, kalau setiap kali lagi capek atau banyak masalah kamu lebih memilih menghilang, mengurung diri, dan nggak cerita ke siapa pun, bisa jadi itu karena sejak kecil kamu terbiasa menghadapi semua perasaanmu sendirian. Jadi sekarang, saat hati lagi berat, otakmu otomatis memilih diam daripada meminta bantuan. Kalau ini terasa seperti ceritamu, semoga kamu ingat bahwa kamu nggak harus selalu kuat sendirian. 🫂
aku percaya, uang yang aku keluarkan untuk kebahagiaanku, pasti akan dibalikkan dengan yang lebih lagi karena aku sudah berhasil membahagiakan diri sendiri 🥺🤍
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Sejujurnya buatku pribadi, yg paling memperkaya wawasan itu ngobrol dgn banyak org.
Melampaui baca buku. Karena baca buku itu msh kayak ngobrol sama satu orang.
Dengan ngobrol kita bisa denger sesuatu yg sebelumnya ga pernah kepikiran samsek.
Human's mind is limitless indeed.
Itu adalah kata haters yang merasa dirinya paling "paham" dunia.
Padahal buat sebagian orang, langkah kaki pertama masuk bandara itu bikin jantung mau copot. Bingung check-in di mana, takut salah terminal, sampai gemeteran pas lewat metal detector.
Hal-hal yang kita anggap "biasa", ternyata jadi tembok besar buat orang lain.
Kita sering lupa kalau nggak semua orang lahir dengan privilege bisa traveling tiap bulan. Banyak bapak/ibu di desa yang nabung puluhan tahun cuma buat sekali terbang, tapi mereka takut dicap "ndeso" kalau nanya prosedur di bandara.
Akhirnya apa? Mereka cuma bisa mendam keinginan itu.
Tapi untungnya ada akun anaknya_mas_joko.
Dia dengan polosnya, apa adanya, bener-bener jelasin step-by-step tanpa rasa sombong sedikitpun. Dia nggak jualan kemewahan, dia jualan "keberanian" buat orang-orang yang sering terlupakan ini. Konten yang dianggap "norak" itu justru jadi kompas buat mereka.
Dunia butuh lebih banyak kreator yang nggak cuma ngejar estetik, tapi beneran peduli sama masalah riil di bawah.
Sosok yang tetap rendah hati meski followers-nya makin tinggi. Dia bukti kalau jadi orang baik itu nggak perlu skenario.
Kalau lo ngerasa konten yang tulus itu udah langka, lo wajib mampir ke akunnya. Bukan cuma belajar tutorial, tapi belajar jadi manusia yang lebih membumi.
sc: fatiniaa
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
Menurut gw, pain tolerance cewek jauh lebih tinggi dari cowok. Hebat.
Gila itu menstruasi setiap bulan sesakit apa coba, tetep harus sekolah, kuliah, kerja, dsb.
Cowok demam dikit aja kek mau tewas. Giliran dimintai tlg buat beliin pembalut doang di minimarket pada males2an.
@tanyarlfes generasi kita nih makin individualis sama hyper awarness, jdi ga bisa leluasa ada di ruang publik yg isinya rame org. ofc bkn slh kita jg kaya gituu, jdi di masa depan harusnya kita bisa lebih tau cara memberi rasa aman ke generasi selanjutnya. anjayyy slebeww
jujur kalau jadi istrinya gue ga akan resign. berhenti kerja tapi ga ada security, ga ada self reward, semuanya serba “gak”. itu bukan pengorbanan buat anak, itu namanya kehilangan diri sendiri. dan dia itu suami yang egois. istri bukan cuma pengasuh anak full time tanpa hak. kalau mau dia resign, harusnya diimbangi juga dengan kualitas hidup yang layak.