Pakistan akan melancarkan ser*ngan dengan sen*ata nuklir ke Israel, apabila Tel Aviv menyer*ng Iran dengan senj*ta nuklir.
Hal itu disampaikan oleh pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sekaligus anggota Dewan Keamanan Nasional Iran, Jenderal Mohsen Rezaei, dalam sebuah wawancara di televisi Iran.
"Pakistan telah meyakinkan kami bahwa jika Israel menggunakan b*m nuklir terhadap Iran, mereka akan menyer*ng Israel dengan b*m nuklir," kata Rezaei.
#OneNewsUpdatetvOne #tvOne #CariBeritaditvOne #Iran #Israel #Pakistan #TelAviv #Nuklir #ONU02 #MF03
Israel killed over 100 people in Gaza today.
This is what U.S.-made weapons did to people eating at a restaurant and shopping in a crowded Gaza City market.
๐ต๐ธ๐ฎ๐ฑ FIELD EXECUTION:
Israeli police announced that a unit of Mista'arvim (elite undercover agents), in coordination with the army and Shin Bet (internal security agency), carried out an offensive in Nablus's Old City that resulted in "the elimination of an armed suspect believed to be affiliated with the Lions' Den group and the arrest of another."
The footage shows Al-Kokhon speaking with another young man in Nablus before being suddenly approached by the soldier who shoots him with a handgun -- even though Al-Kokhon had raised his hands in surrender.
The video contradicts the Israeli police's narrative, which claimed AL-Kokhon was armed and posed a threat, in an apparent attempt to justify the execution in the northern West Bank.
2/
Bukan satu, bukan dua. Para menteri, politikus, bahkan calon perwira polisi datang ke Solo, sowan ke Jokowi. Beberapa malah masih memanggilnya โbosโ.
Tapiโฆ Jokowi kan sudah bukan presiden.
Jadi, siapa sebenarnya yang pegang kendali?
#TempoThread
Aksi warga Bandar Lampung menuntut pertanggungjawaban atas bencana banjir kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana diwarnai aksi kekerasan aparat, Kamis (24/4/2025). Beberapa peserta aksi yang hendak menyampaikan tuntutannya langsung di depan pintu Gedung Wali Kota, dicegat aparat Satpol PP, lalu digiring dan dipukuli.
Aksi ini sudah berlangsung selama dua hari yang dilakukan sejak Rabu (23/4). Awalnya aksi hanya berjumlah peserta aksi hanya empat orang dan kemudian bertambah menjadi 14 orang, yang terdiri dari warga dan mahasiswa.
Dalam tuntutannya, peserta aksi meminta pertanggungjawaban Wali Kota Bandar Lampung atas bencana banjir bandang pada Senin (21/4) lalu yang merenggut tiga nyawa warga Bandar Lampung. Banjir bandang ini sudah terjadi empat kali sepanjang Januari -April 2025.
Namun, sampai saat ini warga menilai apa yang dilakukan Wali Kota Lampung hanya seremonial dan tak ada tindakan konkret. Bahkan, banyak warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
Selain meminta pertanggungjawaban Wali Kota atas bencana banjir tersebut, peserta aksi juga mendesak Pemkot Bandar Lampung untuk menyediakan peta konsep terkait penanganan banjir. Dalam peta konsep tersebut mestinya ada pihak-pihak yang dilibatkan seperti ahli banjir hingga ahli sosiologi, karena di situ ada warga yang paling terdampak.
Rencananya warga akan kembali melakukan aksi sampai tuntutan mereka terpenuhi.
| Narasi Daily