Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Kalo lo jadi buzzer, pastikan setidaknya honor lo ga akan abis kegerus kenaikan harga akibat kebijakan tolol dari orang yang lu jilat. Kita tau harga diri lu emang murah, tapi mark-up lah dikit. Jangan terlalu murah kalo jual diri. Oke? Gas!
Saya susah menahan tawa menonton cara Seskab merespon kritik Dino Pati Djalal. Logika pembenaran terhadap kebijakan salah terlalu acap ke luar negeri hanya akan membuat pemerintah terlihat menganggap semua org bodoh kecuali mereka. Sayang jurnalisme kritis kt sdh mati.
Daily reminder:
Kalau kamu butuh baca 1-2 bab sebelum beli buku tapi tidak ada sample terbuka di Gramedia, silakan minta tolong ke staff yang bertugas untuk buka plastiknya ya 😉
Dimohon untuk tidak buka plastik buku sembarangan, dan jangan lupa tetap jaga sample dengan baik 😄
Allah Belum Selesai Menulis Ceritamu
Jadi gini…
“Kalau aja dulu saya diterima di situ, mungkin hidup saya udah hancur sekarang.”
Pernah nggak sih kamu mikir gitu?
Dulu kamu nangis karena ditolak, dipecat, ditinggal, atau gagal total. Eh pas dilihat lagi, justru itu yang nyelamatin kamu. Yang kamu kira mimpi buruk, ternyata malah jadi penyelamat diam-diam.
Pertemuan kecil yang kamu anggap biasa aja, bisa-bisa ubah seluruh arah hidup kamu.
Hidup emang nggak sesederhana “berhasil” atau “gagal” di satu titik doang.
Dalam Islam, hidup itu bukan foto statis. Ini film panjang yang terus muter. Al-Qur’an berulang kali bilang: jangan buru-buru judge kejadian.
Lihat Nabi Yusuf. Dibuang ke sumur? Tamat riwayat. Dijual budak? Masa depan gelap. Dipenjara? Kelar sudah.
Tapi sumur itu justru tangga naik. Penjara itu malah pintu menuju kekuasaan. Satu episode nggak pernah jadi ending cerita.
Gimana dengan kamu? Apa sumur versi kamu yang bikin kamu merasa dibuang?
Yang bikin orang depresi itu bukan susahnya. Tapi karena dia kira susah itu ada di seluruh hidupnya. Padahal hidup masih gerak terus.
Hari ini kamu diremehin? Bisa aja besok orang-orang yang dulu ngomong “dia nggak akan jadi apa-apa” justru antri minta nasihat sama kamu.
Hari ini kamu dipecat? Bisa jadi paksaan buat nemuin potensi yang selama ini kamu kubur.
Hari ini patah hati parah? Nanti kamu ketawa sendiri inget betapa “duniamu runtuh” cuma karena orang yang ternyata nggak seharusnya kamu pertahankan.
Dulu kamu buat keputusan salah dalam hidup kamu sampai orang lain ikut susah? Iya, tapi bukan berarti otomatis kamu selamanya jadi orang jahat. Kamu masih bisa kok memperbaikinya.
Imam Al-Ghazali bilang, manusia sering ketipu sama pandangan sesaat. Seolah ya guys…Kita lihat hidup cuma dari lubang kunci, lalu langsung ngomong “game over”.
Padahal waktu itu guru terbaik.
Jadi jangan terlalu sombong pas lagi di atas. Jangan juga hancur lebur pas lagi di bawah. Cerita kamu belum tamat.
Banyak hal yang baru kamu pahami bertahun-tahun kemudian. Dan sering kali, yang kamu sebut “kehancuran” dulu, ternyata cuma pintu masuk ke versi kamu yang jauh lebih baik.
Santai aja. Allah masih nulis lanjutan ceritanya…
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.
HIDUPMU TIDAK AKAN SAMA SETELAH 7 TANTANGAN SOLO INI
1. tanpa gula - 30 hari tidak ada cokelat. tidak ada soda. tidak ada gula tersembunyi. setelah hari ke-20, kulit, energi, dan kejernihan pikiranmu akan berubah.
2. aturan minum 5 liter - 21 hari. minumlah 5 liter air setiap hari. banyak orang sebenarnya dehidrasi namun menyebutnya kecemasan.
3. tanpa layar setelah 10 malam - 14 hari. letakkan ponsel pukul 10 malam. tidak ada reels. tidak ada chat.
4. meditasi harian - 21 hari. 10 menit setiap hari. duduklah, pejamkan mata, dan bernapas tenang.
5. paparan air dingin - 30 hari. akhiri setiap mandi dengan 60 detik air dingin.
Saya menghargai pernyataan Menlu Sugiono yg menegaskan penolakan thdp wacana pemungutan pajak terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka.
Kalau ini sampai terjadi, maka dampaknya sangat buruk untuk citra internasional dan kredibilitas Indonesia sebagai pelopor dan arsitek UN Convention on the Law of the Sea.
Hal ini juga akan merusak suasana di KTT ASEAN di Cebu bulan Mei nanti yang akan dihadiri Presiden Prabowo, karena pemungutan biaya yang melanggar hukum internasional ini pasti diprotes negara tetangga dan dunia internasional, dan akan mengguncang ekonomi dunia yang kini sedang rapuh.
Ingat bahwa kita sangat bergantung pada konvensi hukum laut, sebagai instrumen hukum internasional yang menjamin keabsahan konsep wawasan nusantara NKRI, di mana Indonesia akhirnya memiliki kedaulatan penuh atas laut-laut di antara kepulauan nusantara yang sebelumnya adalah wilayah laut bebas internasional.
Ke depan, saya dengan hormat mengimbau agar pejabat pemerintah berhati-hati dan bijak dalam memberikan pernyataan di depan publik yang bisa menimbulkan kebingungan dan kegaduhan yang tidak perlu.
Koordinasikan dulu inisiatif kebijakan atau ide-ide baru dalam mekanisme inter-departemen dan mintakan persetujuan dari presiden.
(English version) I appreciate FM Sugiono’s statement rejecting the idea by a fellow Minister to impose taxes on vessels transiting the Malacca Straits.
If such a policy were ever pursued, the consequences would be disastrous, would certainly damage Indonesia’s international reputation, and would undermine our credibility as a champion and architect of the UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).
It would also harm the atmosphere at the ASEAN Summit in Cebu this coming May, which will be attended by President Prabowo. Such a move would certainly trigger protests from neighboring countries and the wider international community; and at a time when the global economy remains fragile, it could create unnecessary shocks.
We must also remember that Indonesia has a vital stake in UNCLOS. It is this very international legal framework that underpins the legitimacy of our archipelagic outlook (Wawasan Nusantara), securing our sovereignty over the waters between our islands, waters that were once considered international seas.
Going forward, I respectfully remind the government officials to exercise caution and wisdom in making public statements that may generate unnecessary concern. New policy proposals should first be carefully coordinated through inter-agency mechanisms and receive proper approval from the President before being communicated publicly.
https://t.co/ImZDZx31gn
Raditya Dika ngundang boiyen tapi gak ada nyinggung soal gosip dia belakangan ini malah pas Boiyen agak nyinggung langsung dialihin. Respect sih, jarang bgt nemu podcaster Indo yang gak ngulik gosip orang yang lagi rame
Guys, Maia Estianty baru ngomong sesuatu
yang menurut gua adalah salah satu
jawaban paling jujur dan paling tidak basa-basi yang pernah keluar dari mulut selebritis Indonesia soal uang dan kerja.
Dia ditanya sudah kaya raya,
suami tajir
anak-anak sukses semua,
kenapa masih ngejer cuan
sampai live shopping tiap hari?
Jawabannya simpel banget tapi sangat dalam.
Dia bilang yang dia takutin
di dunia ini cuma satu hal.
Bukan tua.
Bukan sakit.
Bukan ditinggal orang.
Tapi tidak punya uang.
Itu satu-satunya hal yang genuinely bikin dia takut. Dan dari rasa takut itulah seluruh etos kerjanya lahir bukan karena butuh, tapi karena kecintaan terhadap proses menghasilkan sesuatu dari dirinya sendiri itu tidak bisa digantikan oleh uang dari siapapun termasuk dari suami yang sekaya apapun.
Dan ini yang paling menarik.
Maia bilang kalau Mas Irwan melarang dia kerja dia bilang dengan sangat santai mendingan gua cari yang lain daripada harus berhenti kerja.
Bukan gertakan.
Tapi pernyataan tentang identitas.
Kerja baginya bukan soal finansial.
Kerja adalah cara dia membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa dia capable. Bahwa pencapaiannya adalah miliknya bukan pemberian siapapun.
Ini yang bikin pola hidupnya sangat berbeda dari ekspektasi orang tentang istri orang kaya.
Perawatan ratusan juta per bulan?
Tidak ada.
Shopping tiap bulan?
Hampir tidak pernah.
Tas mewah?
Tidak tertarik.
Maia bilang kalau sepatu masih bisa dipakai dia tidak akan beli yang baru.
Kalau pakaian sudah ada dari suami dia tidak belanja.
Dan kesenangan terbesarnya setiap hari adalah jajan makanan via ojek online. Itu saja.
Tapi di sisi lain dia adalah orang yang kalau dapat uang langsung putar lagi ke usaha.
Filosofinya sangat jelas uang harus bekerja untuk mencari uang.
Bukan disimpan diam di deposito.
Bukan ditaruh di saham atau kripto yang pernah dia coba dan hasilnya rungkat semua.
Tapi diputar di bisnis yang dia pegang sendiri
dia kontrol sendiri
dia pahami dari dalam sampai luar.
Dan dia bilang satu kalimat tentang orang-orang sukses yang dia temui di atas usianya yang menurut gua adalah kalimat paling tepat untuk menggambarkan mentalitas orang yang benar-benar kaya bukan hanya secara finansial.
Dia bilang semua orang sukses yang dia kenal yang uangnya sudah cukup untuk tujuh turunan tetap datang ke kantor.
Tetap mau kerja.
Bukan karena butuh uangnya.
Tapi karena sudah tidak bisa tidak kerja.
Kerja sudah jadi bagian dari cara mereka bernafas.
Dan di umur 50 tahun Maia bilang dia tidak punya batas produktif.
Sampai menutup mata.
Karena baginya diam itu bukan istirahat diam itu stres.
Intinya guys orang yang benar-benar tidak takut miskin bukan yang sudah punya banyak dan santai-santai.
Justru yang paling tidak takut miskin adalah yang sudah terlalu terlatih untuk tidak bisa berhenti menghasilkan.
Dan itu bukan tentang keserakahan. Itu tentang identitas.
Guys, ada yang baru terjadi di Mahkamah Konstitusi hari ini dan ini adalah salah satu pernyataan paling berani dan paling jujur yang pernah diucapkan di depan sidang resmi oleh seorang akademisi hukum Indonesia.
Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Profesor Zainal Arifin, dihadirkan sebagai ahli dalam sidang uji materi Undang-Undang Peradilan Militer.
Dan di tengah sidang itu dia melontarkan satu kalimat yang menurut gua harus didengar oleh setiap orang Indonesia.
Sebodoh apakah kita membiarkan tidak menyelesaikan pekerjaan rumah itu?
Dia tidak berbasa-basi.
Dia tidak pakai kalimat diplomatik yang biasa dipakai akademisi waktu bicara di forum resmi.
Dia tanya langsung sebodoh apakah kita?
Dan untuk memahami kenapa kalimat itu sangat penting, kita perlu paham dulu apa masalahnya.
Undang-Undang Peradilan Militer yang sekarang berlaku dibuat di tahun 1997 di era Orde Baru, di zaman ketika militer punya privilege yang sangat kuat dan hampir tidak bisa disentuh oleh hukum sipil.
Waktu itu masuk akal dalam tanda kutip karena memang sistemnya didesain untuk melindungi militer dari akuntabilitas publik yang sesungguhnya.
Tapi kemudian reformasi 1998 datang.
Konstitusi diubah.
TAP MPR tahun 2000 sudah tegas bilang anggota TNI yang melanggar hukum pidana umum harus diadili di pengadilan umum, bukan pengadilan militer.
Undang-Undang TNI tahun 2004 sudah mengatur hal yang sama di pasal 65.
Semua landasan hukumnya sudah berubah total 180 derajat berbeda dari politik hukum Orde Baru yang jadi fondasi UU Peradilan Militer 1997.
Tapi undang-undangnya tidak pernah diubah. Selama hampir 30 tahun.
Dan ini yang paling mengejutkan bukan karena tidak ada yang tahu masalahnya.
Jimly Asshiddiqie sudah menulis soal ini tahun 2008.
Fajrul Falaakh tahun 2012.
Berbagai ahli hukum sudah berulang kali mengingatkan.
Dan setiap kali ada pertanyaan kenapa belum diubah jawabannya selalu sama, direproduksi terus-menerus dari tahun 2016, 2017, 2018 sampai sekarang.
Ada pasal 74 yang bilang tetap berlaku sampai ada undang-undang baru.
Pasal 74 ini dijadikan alasan pembenaran selama hampir dua dekade untuk tidak mengubah apapun.
Dan inilah yang membuat Zainal Arifin tidak bisa menahan diri.
Dia bilang masalahnya bukan inability bukan ketidakmampuan.
Indonesia punya akademisi hukum terbaik.
Punya DPR.
Punya pemerintah.
Punya semua sumber daya untuk menyelesaikan ini.
Masalahnya adalah unwillingness.
Ketidakmauan.
Implikasinya sangat konkret dan sangat menyentuh orang biasa.
Ketika anggota militer melakukan tindak pidana terhadap warga sipil kasus kekerasan, kasus pembunuhan, kasus apapun mereka diadili di pengadilan militer yang hakimnya juga militer, yang prosesnya tidak sepenuhnya terbuka, dan yang hasilnya sering kali membuat keluarga korban tidak pernah benar-benar mendapat keadilan yang setara dengan yang mereka dapatkan seandainya kasusnya diadili di pengadilan umum.
Ini bukan teori.
Ini sudah terjadi berulang kali.
Dan korbannya selalu yang paling tidak punya kuasa untuk melawan.
Zainal Arifin menutup kesaksiannya dengan melempar bola panas langsung ke Mahkamah Konstitusi.
Dia bilang ini adalah tantangan besar buat MK apakah mereka mau jadi institusi yang mendorong selesainya pekerjaan rumah yang sudah dibiarkan mengambang hampir 20 tahun dan sudah mereproduksi ketidakadilan secara berulang-ulang?
Intinya guys ada undang-undang yang sudah jelas ketinggalan zaman, sudah jelas berseberangan dengan konstitusi yang berlaku, sudah jelas merugikan korban sipil, dan sudah jelas diketahui oleh semua pihak yang berwenang.
Tapi tidak ada yang mau menyentuhnya.
Bukan karena tidak bisa.
Tapi karena ada yang diuntungkan oleh situasi yang dibiarkan mengambang itu.
Dan Profesor Zainal Arifin hari ini di depan Mahkamah Konstitusi punya keberanian untuk menyebut itu dengan nama yang sebenarnya.
Fun fact...
Islam adalah agama yang banyak menggunakan air. Wudhu, mandi besar, bersuci itu membutuhkan air.
Maka... umat Islam seharusnya peduli dengan kelestarian air bersih. Jangan dikit² buang sampah di sungai.
@shitlicious@thedufresne Sebagai sutradara film profesional dan Sekjen IFDC yang punya gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia, kalo dibutuhkan jadi saksi ahli meringankan saya akan luangkan waktu setelah pelajari kasusnya.
Guys kata Denny Sumargo soal hidup, uang, dan kesehatan singkat tapi dalam.
1. Badan adalah investasi terbaik.
Bukan saham. Bukan properti. Kalau badan rusak semua aset lain tidak ada artinya.
2. Soal steroid dan suntik kurus.Boleh.
Tapi semua yang instan ada tagihannya. Cepat naik cepat turun. Tidak ada jalan pintas yang gratis.
3. Soal uang.
puncak karir gaji puluhan juta per bulan dia tidak merasa itu cukup. Bukan karena serakah. Tapi karena uang bukan tujuannya. Uang itu alat buat cari experience. Bukan buat validasi.
4. Soal tekanan.
Otot tumbuh karena dirusak dulu diangkat beban sampai sakit baru jadi besar. Hidup manusia sama persis. Kalau tidak siap sakit jangan harap jadi kuat.
5. Soal kepercayaan.
Trust no one but love everyone. Termasuk jangan terlalu percaya diri sendiri. Karena diri sendiri pun bisa bohongi kita.
6. Soal pilihan.
10 miliar dalam 1 tahun vs 10 miliar dalam 10 tahun dia pilih yang 10 tahun. Karena prosesnya yang membangun karakter. Bukan hasilnya.
Dan dia sendiri lahir mau digugurkan dua kali. Besar berpindah-pindah. Dihina karena ras. Tidur di trotoar setelah jadi atlet terbaik.
Tapi tidak pilih jadi korban.
> Lo bayar BPJS Kesehatan tiap bulan. Gak pernah nunggak.
> Terus lo sakit. Perlu rawat inap.
> Lo dateng ke rumah sakit.
> Kasih kartu BPJS.
"Maaf Pak, ini gak bisa di-cover."
Lo pulang. Bayar Rp 5 juta dari kantong sendiri. Padahal harusnya gratis. Kok bisa?
Kenapa sebagian orang justru lebih kreatif pas lagi kepepet?
Ada kawan, karena lagi kepepet dia maksain buat bikin 10 video TikTok setiap hari. 3 Bulan kemudian, dapat double digit.
Ada juga yg malu jualan. Punya skills editing dan design tapi karena di posisi aman jadinya skip. Pas kepepet, semuanya dipaksakan. Akhirnya berhasil jualan jasanya.
Manusia cenderung jalan di tempat pada saat dia ngerasa aman dan nyaman. Kreativitasnya biasa aja dan gak ada alasan yg kuat buat ambis.
Saat kepepet, kita gak ada waktu buat overthinking. Kalau mikirnya lama, risikonya lebih besar.
Kreativitas sering lahir dari keterbatasan. Karena terbatas, jadinya otak mikir 2-3x lebih keras. Adanya tekanan bikin lebih fokus. Inilah alasan kenapa banyak inovasi atau ide lahir dari kondisi krisis.
Nah buat kamu ngerasa lagi menurun, jadikan momen ini sebagai batu loncatan buat kembali ambis lagi. Hindari denger lagu galau dan meratapi nasib sendirian di dalam kamar. Golden momentnya bakalan lewat.
Mulai lihat dunia luar. Isi dompetmu hari ini bukan representasi nilai dirimu. Kamu punya ilmu, pengalaman, kapasitas yang sebelumnya belum dimaksimalkan. Ini saatnya.
Ini 8 cara cari uang:
Jual barang: Kita jual produk, orang lain beli. Simple.
Nyewain barang: Barang kita, dipake orang lain sementara, mereka bayar, barangnya tetap milik kita.
Ambil komisi: Kita jadi perantara transaksi lalu dapet komisi
Subscription: Bikin layanan yang orang bayar rutin per hari/minggu/bulan/tahun.
Pay per use: Bikin layanan yang orang bayar sesuai pemakaian.
Jual jasa: Kita dibayar karna skill/tenaga/waktu kita
Advertising: Kita bangun audience, brand bayar kita untuk tampil di sana.
Persentase dari aset: Kita kelola aset orang, dapat untung, kita dibayar.
Kalau dipikir-pikir, hampir semua bisnis di dunia cuma kombinasi dari 8 model ini.
Seseorang bisa independen dan teguh pendirian manaka cara mendapatkan makan dan menjaminkan keamanannya hanya kpd Allah SWT. Jangan harap yg makan dan kemanannya tergantung orang lain akan bisa merdeka.
.
Ya Allah hanya kpd Engkau kami meyembah dan memohon rezeki dan aman.