Ojek online yg mau mengantar makanan buat kita adalah pekerjaan mulia. Kita mager, laper, dan ada orang yg ngga kenal mau nganterin itu dengan effort kitanya leha leha - just for money-. Like imagine, how cruel the world we live within. They deserve certainty and welfare too. .
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
@arifnovianto_id Kalau d case saya, jawaban AI malah masih pake KUHP lama. Padahal udah d mnta buka yg baru. Ketauan pake AI masih insist ngga mau ngaku. Smpai saya bandingkan di depan mereka sendiri.
- BANTU KAMI PERTAHANKAN SEWA RUMAH AMAN -
Rumah Bulan sedang sangat membutuhkan bantuan kamu!
Karena kendala dan urusan terkait BPJS dan kasus - kasus berat di awal tahun kemarin, uang kas kami habis terkuras. Biaya operasional kami melonjak karena kenaikan harga - harga kebutuhan, dan harga sewa rumah aman yang ikut naik. Permintaan bantuan semakin banyak, sumber daya tenaga, dan dana yang terkumpul, justru semakin berkurang. Kami mengusahakan segalanya untuk dapat terus bertahan.
Tapi bulan April kemarin, biaya sewa 2 rumah aman utama kami habis, jumlahnya 62 juta untuk sewa 2 rumah. Kedua rumah ini adalah rumah aman utama kami, dengan masing - masing 6 kamar, mampu menampung 12 keluarga. Kami amat sangat membutuhkan rumah ini. Hingga saat ini, pembayarannya masih kami cicil, karena dana yang ada belum mencukupi.
Ada banyak kendala di lapangan yang tidak bisa kami jabarkan di sini, namun yang pasti, beban operasional kini sudah terlalu berat untuk ditanggung. Di satu sisi, mempertahankan para pendamping, penjaga, dan tenaga ibu asuh bagi keluarga dan anak - anak kami, juga menjadi prioritas bagi kami.
Tapi bagaimanapun, keluarga kami tidak bisa kehilangan rumah untuk yang kesekian kalinya. Bantu Rumah Bulan mempertahankan rumah aman utama kami.
Allahuakbar, Allahuakbar …
Gema Takbir telah ramai dikumandangkan umat Islam.
Mari kita warnai Iduladha dengan penuh kesyukura dan suka cita.
#Iduladha#idulkurban
@ardisatriawan Belum lagi conference yg asal ada banyak paper yg submit, mau diseriusin review kayak gimana juga ending-nya terima aja meski no hope utk di muat di jurnal bereputasi. Krna yg dikejar sertif nya bukan dampaknya.