Hebat, kita udah di titik dimana fungsi pendidikan direduksi jadi semata pencetak buruh (murah) untuk industri
Persetan soal esensi pendidikan untuk mendidik individu kritis dan punya agensi sosial!
Rezim ini gak mau kalian kritis, maunya kalian jadi buruh murah!
didoain sama orang yang nggak lo kenal is another level of happines. sebagai orang yang perasa dan gampang tersentuh sama hal-hal kecil, it means a lot. karena bahasa cinta paling indah adalah doa.
Hampir semua yang dikhawatirkan Marx—yang dikeraskan kembali oleh Tan—ada pada logika Kemendikti; ilmu pengetahuan dikerdilkan menjadi komoditas pasar, bukan lagi suluh pembebasan bagi manusia.
di hari kartini ini gue cuma berharap semoga makin banyak tempat aman dan nyaman buat perempuan di sini berkembang, bekerja, dan lakuin apapun yang disuka. meski kita tau sistem negara ini rusak dan mostly ternoda patriarkisme yg gak ngotak.
perempuan selama ini tuh hidup dalam diskriminasi berlapis, tapi saat kami mengekspresikan rasa marah aja masih diatur-atur caranya. diaturnya juga oleh kelompok yang selama ini mendominasi struktur sosial, punya privilege berlapis, dan middle class tentunya.
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
teach your son, educate your son, jangan cewe doang yg disuruh ati-ati tp anak cowo lu juga disuruh BUAT JADI MANUSIA NORMAL. jadi manusia normal yg baik aja udah bare minimum masih perlu diajarin, jadi besarin ajarin tu anak laki-laki lu pada
normalisasi lebaran tuh jaga lisan dalam silaturahmi ya. jadilah orang yang bikin orang lain merasa aman, bukan yang bikin mereka overthinking setelah pulang karena tertekan.
gak semua hal perlu ditanya, gak semua hal pantas dikomentari. cukup doakan yang baik-baik. soalnya moment ngumpul sejarang itu, jangan sampe jadi momen yang malah ninggalin luka buat orang lain, rugi ygy
Guys mohon doanya
Ini orang Palestina mau solat Ied di Masjid Al Aqsa malah diusir sama Israel.
Sejak perang Iran, masjid Al Aqsa ditutup sama Israel. Tidak jelas alasannya apa.
Beberapa muslimin disana mulai khawatir kalau ini tanda tanda Israel mau kontrol penuh Masjid Al Aqsa.
Semoga Allah bebaskan Al Aqsa dalam waktu dekat dari tangan kotor jionis. Aamiin
Andri Yunus : disiram air keras
Novel Baswedan : disiram air keras
Munir : dibunuh dengan diracun
Wiji Thukul : diculik hilang
Ermanto Usman : dibunuh
Biadab... Cuma disini orang yang perjuangin hak orang yang dizalimi, kritis, pejuang demokrasi taruhannya nyawa.