-dips! call out buat anak FH’23 sama FEB’23 KKN Rembang wiihhh sekarang udh open up gitu yaa romantisasi hubungan hasil selingkuh 🤢🤢🤢 pacaran 5 tahun kalah sm 45 hari wkwkwk plot twist bgt, padahal brandingnya selama ini oke bgt lohh 😹😹
Sore-sore malah bikin nangis gara-gara bapak driver.
Aku pesen GrabFood pakai pengiriman prioritas, estimasinya 20 menit. Tapi pas lihat maps, udah 40 menit bapaknya masih di perjalanan dan posisinya di maps nggak gerak. Aku sempat mikir mungkin paket datanya dimatiin, jadi keburu kesel.
Pas bapaknya sampai, lihat cara beliau bawa motor dan turun pelan-pelan sambil nganterin pesanan, terus senyum dan bilang, "Maaf ya, lama."
Yang tadinya kesel langsung ciut. 😢 Air mata langsung netes.
Ternyata bapaknya sudah lansia dan jalannya pun sudah susah. Maafin ya, Pak. 😭😭😭
2 hari ini udah 2 kali dapet gojek yang telat dateng jadi aku dapet voucher keterlambatan 2 ribu. Kemarin, ternyata pas dateng kakek2, matanya sudah susah liat hp. jadi dia buka maps aja hrs deketin dulu hp nya ke mata🥹
Hari ini dapet gojek dengan motor beat yang menurutku udah galayak + HAPE BAPAKNYA HAMPIR SETENGAH HITAM LAYARNYA 😭. bapaknya pasang lampu di samping spion, curiga lampu depannya ganyala, trus di gas nya ini di lakban. tiap ada gajlukan motor bapaknya bunyi
Aku gaberani ngajak ngobrol dijalan karna takut ganggu konsentrasi bpknya, ternyata bapaknya ngojek dari pagi, lansung merasa dikasih teguran, aku yang masih muda sering ngeluh capek kerja :(
Aku bayangin betapa effortnya si Bapak ngetik panjang gitu cuma buat doain aku 😭
Bapak Kemal Wildansyah dan semua yang sedang mencari nafkah, semoga Allah selalu jaga, Allah hilangkan rasa lelahnya, Allah berikan rezeki yang berlimpah, yang mudah, yang dekat, yang halal. Aamiiin ♥️🥹.
Guysss terima kasih, aku percaya segala hal baik datangnya dari Allah, jadi ini bukan karna aku baik, tapi semata2 karna Allah. aku gaberenti nangis baca doa-doa kalian. Kalianpun baik karna ringan sekali jarinya mendoakan orang lainnn ☹️♥️
Aku mmg sedang cari kontak bapaknya, kalau ada rezeki lebih aku bisa kirim gitu, bismillah ya.
Aku berharap dan berdoa, semoga threads ini bisa buka ladang rezeki untuk bapaknya, aaamiiinnnn.
cc : thisyahusain
Ka maaf yaaa izin foto 🙏🏻
Kasian kakanya gatau lagi ngerjain apa sampe pesen minum 3 gelas 😭 dan sekarang ketiduran 😭
Kak semangat yaaa semoga apa yg dikerjaan membuahkan hasil yg terbaikkk
Siapa pemain bola paling bingung di dunia sekarang? Menurut gue jawabannya adalah Nico O’Reilly.
Setahunan yg lalu, dia masih ‘nobody’. Bocah lulusan akademi umur 19 tahun yg dipromosiin Pep Guardiola ke tim senior City, dikasih nomor punggung 2 digit mendekati 99, dan dimainin sesekali aja.
Waktu itu, O’Reilly udah sempet main beberapa kali buat City, dan ditaro Pep sesuai posisi yg biasa dia mainin di akademi: gelandang tengah.
Awal kebingungannya muncul di satu sesi latihan sebelom City bantai Salford 8-0 di Piala FA. Tiba-tiba Pep bilang ke O’Reilly: “Oke, kamu besok main ya, jadi bek kiri.”
Jiwa O’Reilly meronta-ronta tuh di situ. “Perasaan gue di akademi tugasnya nyerang & bikin ide buat jebol gawang lawan, ini gimanaaa lah tutorial jadi bek.”
Tanpa O’Reilly sadari, Pep lagi nyusun masterclass di situ. Si pelatih yg hobi eksperimen ini seneng bgt nemu ‘mainan’ baru, mana gratis pula dari akademi.
Match lawan Salford itu jadi percobaan. Bener aja, O’Reilly masih agak kikuk dan sering bgt naik ke posisi nyamannya di midfield, bahkan sampe ke kotak penalti lawan. Dia juga nyetak gol debutnya buat City di match itu.
Eksperimennya cukup oke, akhirnya Pep terus-terusan naro O’Reilly jadi bek kiri. Dari sini kebingungan O’Reilly nambah lagi. Tiba-tiba jadi sering main. Dapet kontrak baru sampe 2030. Main buat Timnas Inggris. Market value-nya naik jadi €50juta. Dan lain-lain. Semua terjadi begitu cepat.
Bahkan bisa nyetak 2 gol di final Carabao Cup sehari setelah dia ulang tahun, bawa klub favoritnya juara.
Saking versatile-nya O’Reilly, orang-orang pun bingung dia ini posisinya apa sih. Even Transfermarkt bilang dia udah main di 6 posisi musim ini. Hasilnya so far 15 G/A dari 47 match.
Dah lah bebas, atur aja. Kayak kata Oasis: “I’m freeeeee to be whatever I”
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.