@jvncs_@ARSIPAJA senjata perang kita aja dulu dikorupsi, dulu sebenarnya kt ada anggaran perang dgn jepang, ada meriam, senjata otomatis, shotgun, dlsb, tapi dikorup. Yaudah deh, tanggung yakan udah niat perang ya pake bambu runcing.
Berikut draft email sederhana yang bisa kamu sesuaikan. Kirim ke email pengacara yang relevan (cari kontak mereka via situs resmi):
Subjek: Konsultasi Hukum Terkait Penyebaran Misinformasi Starlink via UU ITE
Yth. [Nama Pengacara, misalnya Bapak Otto Hasibuan],
Saya [Nama Anda], ingin berkonsultasi mengenai potensi tuntutan hukum atas penyebaran misinformasi di media sosial. Pada [tanggal video diposting], sebuah video di X (Twitter) menyebarkan klaim bahwa akses internet Starlink memerlukan pembelian pulsa prabayar, seperti layanan seluler. Padahal, Starlink menggunakan model langganan bulanan (Rp479k-Rp750k) tanpa pulsa, berdasarkan info resmi dari Starlink.
Video ini telah dilihat ribuan kali dan berpotensi menimbulkan keresahan atau kerugian bagi pengguna/potensi pelanggan Starlink di Indonesia. Saya yakin ini bisa dijerat UU ITE Pasal 27-28 terkait pencemaran nama baik atau informasi bohong.
Lampiran: Screenshot video, transkrip, dan respons AI Grok yang mengonfirmasi misinformasi.
Mohon saran langkah selanjutnya dan estimasi biaya. Terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Anda]
[No. HP/Email]
[Alamat]
@jvncs_@ARSIPAJA senjata perang kita aja dulu dikorupsi, dulu sebenarnya kt ada anggaran perang dgn jepang, ada meriam, senjata otomatis, shotgun, dlsb, tapi dikorup. Yaudah deh, tanggung yakan udah niat perang ya pake bambu runcing.
China's Influencers need to hold a University Degree to discuss Medicine, Finance and Education. Those who don't could be fined up to ¥100,000 ($14,000).